Bupati Subang Mediasi Kasus Satpam dan Pengamen Ondel-Ondel

PASUNDANEKSPRES.ID - Bupati Subang mediasi kasus satpam dan pengamen ondel-ondel.
Kasus dugaan pengusiran dan pemukulan terhadap pengamen ondel-ondel yang sempat viral di media sosial akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Subang.
Bupati Subang Mediasi Kasus Satpam dan Pengamen Ondel-Ondel
Mediasi berlangsung di Rumah Dinas Bupati Subang pada Minggu (21/6/2026) malam dan dipimpin langsung oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Asep Nuroni.
Dalam pertemuan tersebut, pihak pengamen dan petugas keamanan yang terlibat sepakat untuk saling memaafkan serta menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Menurut Reynaldy, insiden yang terjadi di kawasan Alun-Alun Subang itu dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua belah pihak saat berada di lapangan.
“Ada miskomunikasi dan kesalahan dari kedua belah pihak, tapi saya tak mau menyalahkan siapa pun dulu. Namun pada prinsipnya mereka telah mengakui kesalahan masing-masing dan sepakat untuk berdamai,” ujar Reynaldy, dikutip Kompas.com, Senin (22/6).
Sebelumnya, Pemkab Subang memberikan kesempatan kepada pihak pengamen untuk menempuh jalur hukum apabila merasa dirugikan. Namun, setelah dilakukan dialog, mereka memilih menyelesaikan masalah secara damai.
Meski demikian, Bupati Subang menegaskan bahwa tindakan kekerasan tetap tidak dapat dibenarkan. Satpam yang diduga melakukan pemukulan akan tetap dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Reynaldy juga menegaskan bahwa Kabupaten Subang terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari nafkah, termasuk para pengamen ondel-ondel yang merupakan bagian dari kesenian tradisional Betawi. Namun, seluruh aktivitas masyarakat tetap harus memperhatikan ketertiban umum dan norma yang berlaku.
Selain itu, Bupati memberikan instruksi kepada seluruh petugas keamanan di lingkungan Pemkab Subang untuk selalu mengedepankan pendekatan humanis saat menjalankan tugas.
“Jangankan kekerasan fisik, berucap kata kasar pun saya larang,” ujarnya.
Kasus ini mencuat setelah beredarnya video berdurasi sekitar 15 detik di media sosial pada Sabtu (20/6/2026). Dalam rekaman tersebut terlihat seorang petugas keamanan mendatangi rombongan pengamen ondel-ondel di kawasan Alun-Alun Pemkab Subang.
Video itu memperlihatkan dugaan aksi pemukulan terhadap salah seorang pengamen saat proses pengusiran berlangsung. Korban tampak meringis kesakitan setelah menerima pukulan dari petugas keamanan.
Rekaman tersebut langsung menjadi sorotan publik dan memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan kekerasan dan meminta agar kasus tersebut ditindaklanjuti secara serius.
Menanggapi viralnya video tersebut, Reynaldy memilih untuk memanggil langsung kedua belah pihak guna mendapatkan penjelasan yang utuh terkait peristiwa yang terjadi.
Reynaldy berharap peristiwa tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
(ipa)
