Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Buruknya Kualitas Udara Picu Lonjakan ISPA di Subang, Tembus 105 Ribu Kasus

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|14:17 WIB
Bagikan:
Buruknya Kualitas Udara Picu Lonjakan ISPA di Subang, Tembus 105 Ribu Kasus
Ilustrasi masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. (Foto: Pexels)

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Kesehatan Kabupaten Subang mencatat sebanyak 105.569 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dari berbagai kelompok usia hingga Agustus 2026.

Kasus ISPA di Subang mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 98.990 kasus.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sebanyak 21.820 kasus terjadi pada balita usia 0 hingga kurang dari 5 tahun. Kemudian, 14.839 kasus pada anak usia 5-9 tahun, 13.369 kasus pada remaja usia 10-18 tahun, 36.690 kasus pada kelompok dewasa usia 19-59 tahun, serta 15.060 kasus pada lansia berusia di atas 60 tahun.

Kepala Dinkes Subang melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Indriati membenarkan adanya peningkatan kasus ISPA tersebut. Menurutnya, ada penambahan kasus sebanyak 6.579 kasus atau sekitar enam persen.

"Peningkatannya 6.579 kasus ISPA, hanya sekitar 6 persen," kata dr. Indriati.

Ia menyebut, peningkatan kasus ISPA dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utamanya yakni kualitas udara yang kurang baik akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Di musim kemarau, kondisi udara banyak mengandung debu sehingga dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.

“Banyak hal yang memengaruhi. Sekarang ini musim kering, udara memang debunya banyak, sehingga potensinya cukup besar untuk terjadinya ISPA,” paparnya.

Paparan debu yang tinggi serta buruknya kualitas udara dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan sehingga lebih rentan terinfeksi oleh kuman, bakteri maupun virus.

"Udara ini menyebabkan iritasi yang menimbulkan luka sehingga memudahkan terinfeksi kuman, bakteri dan virus," katanya.

Selain faktor lingkungan, perubahan cuaca serta kondisi daya tahan tubuh juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena ISPA.

Indriati mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan, terutama saat kondisi cuaca dan kualitas udara kurang mendukung di musim kemarau.

Untuk menekan risiko penularan dan peningkatan kasus, Dinkes Subang mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 

Masyarakat perlu memperhatikan etika batuk dan bersin serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. 

"Kalau sedang sakit, gunakan masker. Kemudian bagi masyarakat yang keluar rumah sebaiknya juga menggunakan masker, mengingat sekarang sedang musim kemarau,"

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi  serta mencukupi kebutuhan cairan dengan memperbanyak minum air putih.

Terkait angka kematian akibat ISPA, Dinkes Subang menyebut tidak memiliki catatan khusus mengenai angka kematian akibat ISPA karena tidak masuk dalam pencatatan program ISPA. 

"Tidak ada laporan ke kami, karena memang kami tidak mencatat laporan kematian karena ISPA kalau di program," pungkasnya.

(inm)

Berita Terbaru

Cakades Petahana Desa Rangdu Serahkan Aset Kendaraan Dinas

Cakades Petahana Desa Rangdu Serahkan Aset Kendaraan Dinas

Subang4 jam lalu
Subang Workplace Safety Forum 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Layanan Kecelakaan Kerja

Subang Workplace Safety Forum 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Layanan Kecelakaan Kerja

Subang4 jam lalu
Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Purwakarta5 jam lalu
Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Lifestyle7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional8 jam lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle8 jam lalu
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle9 jam lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional9 jam lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga9 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional10 jam lalu