Bukan Sekadar Membaca, Program TPBIS Perpustakaan Subang Dorong Warga Ciptakan Produk UMKM Desa

PASUNDAN EKSPRES.ID — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Subang terus mendorong pemaknaan literasi yang lebih luas di tengah masyarakat melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Program ini bertujuan mengubah wawasan dari bahan bacaan di perpustakaan subang menjadi keterampilan praktis yang menghasilkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa bernilai ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan warga.
Pustakawan Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang, Tami, menjelaskan bahwa literasi sejati tidak hanya terbatas pada aktivitas membaca dan menulis.
Menurutnya, literasi mencakup kemampuan memahami informasi hingga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
"TPBIS merupakan bentuk implementasi nyata dari buku yang kita baca. Dari sekadar membaca, masyarakat dipandu untuk mempraktikkannya secara langsung hingga menghasilkan sebuah produk bernilai guna," ujar Tami dalam program talk show LEKAT di LPPL Radio Benpas Subang ynag tayang 22/09 lalu.
Menggali Potensi Lokal Desa dan Peran PKK Lewat Literasi di Perpustakaan Subang
Dalam pelaksanaannya, Disarpus Subang melalui jaringan perpustakaan desa menggali potensi unik yang dimiliki oleh masing-masing wilayah dengan menyediakan bahan bacaan terapan.
Sebagai contoh, bagi wilayah yang kaya akan hasil pertanian nanas, perpustakaan desa memfasilitasi buku panduan pengolahan nanas. Sementara itu, bagi wilayah perikanan, bahan bacaan yang disiapkan berfokus pada teknik olahan hasil laut dan perairan.
Program pemberdayaan ini secara khusus merangkul masyarakat desa, terutama kelompok perempuan dan kader PKK. Dibandingkan sekadar berkumpul tanpa kegiatan terarah, warga diajak memanfaatkan perpustakaan untuk mempelajari resep hingga pengemasan produk makanan seperti aneka keripik.
"Tujuan utama TPBIS adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari hasil latihan mempraktikkan isi buku, produk yang dihasilkan dapat dipasarkan untuk menambah penghasilan keluarga," jelas Tami.
Pameran Produk TPBIS di Festival Literasi Subang 2026
Karya dan produk UMKM hasil binaan TPBIS dari berbagai desa tersebut dipastikan bakal dipamerkan secara khusus dalam ajang Festival Literasi Kabupaten Subang 2026.
Perhelatan jilid kedua ini rencananya digelar selama tiga hari berturut-turut pada akhir Oktober 2026 di Gedung Perpustakaan Subang.
Dalam festival tersebut, panitia menyediakan stan khusus pameran TPBIS yang bersanding dengan bazar UMKM umum serta bazar buku.
Langkah ini menjadi wadah apresiasi sekaligus sarana promosi agar produk olahan warga desa dapat dikenal oleh khalayak luas.
Upaya penguatan literasi berbasis inklusi sosial ini juga diharapkan mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Subang.
Meskipun Kabupaten Subang berhasil meraih peringkat pertama Tingkat Gemar Membaca (TKM) se-Jawa Barat pada tahun 2025, ketersediaan perpustakaan di tingkat desa masih perlu terus diperluas agar IPLM dapat meningkat signifikan.
Mengusung semangat "Literasi untuk Kesejahteraan", Disarpus Subang berkomitmen membuktikan bahwa perpustakaan subang bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat kegiatan masyarakat yang mampu menggerakkan roda perekonomian dari tingkat desa.
