BYD Denza Produksi Subang, Kendaraan MPV Listrik Premium

PASUNDANEKSPRES.ID - BYD Denza produksi subang siap dirilis. PT BYD Auto Indonesia terus memperkuat komitmennya di pasar otomotif nasional dengan membangun fasilitas manufaktur kendaraan listrik di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat.
Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 108 hektare tersebut dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp16 triliun dan dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi salah satu pabrik kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara. Seluruh lini produk BYD, termasuk submerek premium Denza, ditargetkan akan diproduksi secara lokal setelah fasilitas tersebut mulai beroperasi.
Saat ini, jajaran kendaraan listrik BYD yang dipasarkan di Indonesia meliputi BYD Dolphin, Atto 3, Seal, Sealion, M6, hingga Atto 1. Di segmen premium, BYD menghadirkan Denza D9, sedangkan untuk kendaraan plug-in hybrid (PHEV), BYD menawarkan M6 DM sebagai model pertamanya di Indonesia.
BYD Denza Produksi Subang Siap Dirakit
Denza merupakan merek kendaraan premium yang lahir dari kolaborasi BYD dan Mercedes-Benz. Di Indonesia, Denza memasarkan MPV premium bertenaga listrik penuh, Denza D9, yang kini menjadi salah satu model unggulan di kelasnya.
Produksi lokal Denza D9 di pabrik Subang diperkirakan akan semakin memperkuat posisi merek tersebut di pasar kendaraan premium sekaligus memperluas pilihan kendaraan listrik buatan dalam negeri.
Saat ini, Denza D9 dipasarkan dengan harga on the road sekitar Rp950 juta untuk wilayah Jakarta dan Rp977 juta untuk wilayah Jawa Barat. Harga tersebut dinilai kompetitif dibandingkan MPV premium bermesin konvensional maupun hybrid yang berada di kelas serupa.
Dimensi Besar dan Kabin Mewah
Sebagai MPV premium 7 penumpang, Denza D9 memiliki dimensi yang sangat besar dengan panjang 5.250 mm, lebar 1.960 mm, dan tinggi 1.920 mm. Jarak sumbu roda mencapai 3.110 mm sehingga menghasilkan ruang kabin yang lega untuk seluruh penumpang.
Kursi baris kedua menjadi salah satu daya tarik utama berkat pengaturan elektrik dengan ruang kaki yang lapang. Sementara penumpang baris ketiga tetap memperoleh kenyamanan berkat akses masuk yang luas dan legroom yang mencapai lebih dari satu meter.
Performa dan Jarak Tempuh
Denza D9 menggunakan BYD Blade Battery berkapasitas 103 kWh yang dikenal memiliki tingkat keamanan tinggi. Mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 600 kilometer dalam satu kali pengisian daya berdasarkan standar NEDC.
Pengisian cepat DC hingga 166 kW memungkinkan penambahan jarak tempuh sekitar 150 kilometer hanya dalam waktu 10 menit. Sementara pengisian AC mendukung daya hingga 11 kW.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 230 PS dengan torsi maksimum 360 Nm yang disalurkan ke roda depan. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dapat dicapai dalam waktu sekitar 9,5 detik.
BYD juga membekali Denza D9 dengan Intelligent Battery Temperature Management System untuk menjaga suhu baterai tetap optimal, Reservation Charging System, serta fitur Vehicle to Load (V2L) yang memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik portabel untuk berbagai kebutuhan.
Fitur Keselamatan dan Teknologi Lengkap
Denza D9 dibekali teknologi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang sangat lengkap. Berbagai fitur keselamatan aktif seperti Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Front Collision Warning, Blind Spot Detection, Lane Keeping Assist, Rear Cross Traffic Alert, Traffic Sign Recognition, hingga Lane Change Assistance hadir sebagai standar.
Selain itu tersedia pula kamera 360 derajat, sensor parkir depan dan belakang, Vehicle Stability Control, Electronic Brake Distribution, Brake Assist, kontrol traksi, TPMS, ISOFIX, enam airbag, hingga Electric Parking Brake.
Pada sisi kenyamanan, Denza D9 menawarkan berbagai fitur premium seperti head-up display, wireless charger, ventilated rear seats, automatic climate control, panoramic sunroof, memory seat, keyless entry, Apple CarPlay dan Android Auto, sistem navigasi, serta layar sentuh berukuran besar yang menjadi pusat kendali kendaraan.
Kehadiran pabrik BYD di Subang menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat basis produksi di Indonesia. Selain memenuhi permintaan pasar domestik, fasilitas tersebut juga berpotensi menjadi pusat produksi kendaraan listrik untuk pasar regional.
(ipa)
