Dari Sekolah hingga Lulusan, Roadmap Pendidikan di Subang Sudah Sampai Mana?

PASUNDANEKSPRES.ID - Roadmap pendidikan di Subang sudah mulai dijalankan, tetapi perjalanan menuju perubahan yang diharapkan ternyata masih cukup panjang.
Sejumlah program sudah disiapkan dan mulai diarahkan ke sekolah, sementara beberapa pekerjaan besar masih menunggu proses serta dukungan anggaran.
Gambaran itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, H. Heri Sopandi, S.Sos., M.M.Pd., dalam podcast Bincang-bincang Pasundan bertajuk “Implementasi Roadmap Pendidikan di Subang Sudah Sejauh Mana?”
Pembahasan tersebut tidak hanya mengulas target pendidikan dalam beberapa tahun ke depan, tetapi juga melihat pekerjaan yang sudah dimulai, kendala yang masih dihadapi, serta pihak-pihak yang akan menentukan berhasil atau tidaknya program tersebut.
Menurut Heri, persoalan pendidikan di Subang cukup kompleks. Karena itu, dibutuhkan petunjuk yang bisa menjadi pegangan bersama agar program di tingkat dinas maupun sekolah tidak berjalan ke arah masing-masing.
“Memang Dinas Pendidikan ini cukup rumit karena masalahnya juga banyak. Makanya kita buatkan roadmap,” ujar Heri.
Roadmap Pendidikan di Subang
Roadmap pendidikan di Subang tersebut disusun melalui tiga fokus utama.
Pertama, perubahan lingkungan pembelajaran. Kedua, pemerataan akses layanan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan. Ketiga, capaian profil lulusan. Namun, penerapannya tidak langsung sampai pada hasil akhir.
Dinas Pendidikan terlebih dahulu melakukan analisis terhadap berbagai persoalan yang ada di lapangan, kemudian menentukan program strategis yang dinilai paling mendesak.
Program yang telah dirumuskan juga mulai disosialisasikan kepada satuan pendidikan. Langkah tersebut diperlukan supaya kebijakan yang dibuat di tingkat kabupaten dapat dipahami dan diterjemahkan secara seragam di sekolah.
Heri menjelaskan, roadmap itu juga mengadopsi arah kebijakan dari pemerintah pusat dan provinsi serta menyesuaikannya dengan visi-misi kepala daerah.
Artinya, sekolah tidak hanya menerima daftar program, tetapi diharapkan memahami alasan dan tujuan di balik program tersebut.
Pelaksanaan roadmap juga dirancang bertahap hingga 2029. Kondisi anggaran menjadi salah satu alasan mengapa berbagai target tidak mungkin dikerjakan sekaligus.
Pembenahan Sekolah Masih Jadi Pekerjaan Besar
Salah satu persoalan yang langsung berkaitan dengan kenyamanan siswa adalah kondisi lingkungan sekolah.
Dalam pembahasan podcast, disebutkan masih ada sekitar 2.000 ruang kelas SD dan SMP yang mengalami kerusakan.
Jumlah tersebut membuat perbaikan harus dilakukan bertahap sesuai tingkat kerusakan. Ruang kelas yang kondisinya paling berat menjadi prioritas, sementara dana BOS turut diarahkan untuk membantu pembenahan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Kepala sekolah juga diminta aktif memantau kondisi lingkungan sekolah sehingga kerusakan yang membutuhkan penanganan dapat segera diketahui.
Perubahan di Ruang Kelas Juga Mulai Dikejar
Dinas Pendidikan juga menyoroti rapor pendidikan, terutama literasi dan numerasi yang disebut mengalami penurunan.
Karena itu, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan pembelajaran mendalam atau deep learning menjadi salah satu prioritas, yang membutuhkan anggaran sekitar Rp16 miliar.
Fokusnya bukan hanya membuat sekolah lebih baik secara fisik, tetapi juga mendorong perubahan di ruang kelas. Guru perlu semakin siap dalam merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi pembelajaran.
Pemanfaatan perangkat pendukung belajar juga terus didorong. Bantuan yang sudah diterima sekolah diharapkan benar-benar digunakan untuk menunjang pembelajaran, bukan sekadar menjadi inventaris.
Untuk itu, pemahaman guru dalam memanfaatkan perangkat dan sumber belajar ikut diperkuat.
Bagaimana dengan Kualitas Lulusan?
Pilar ketiga mengarah pada capaian profil lulusan, yang hasilnya tentu membutuhkan waktu untuk terlihat.
Ukurannya bukan hanya nilai akademik, tetapi juga karakter, budi pekerti, kesehatan, dan kemampuan belajar siswa.
Heri menjelaskan, kualitas lulusan menjadi hasil dari perbaikan lingkungan belajar dan layanan pendidikan. Karena itu, guru perlu menjalankan pembelajaran secara terencana, mulai dari menentukan tujuan, memilih metode, hingga melakukan evaluasi.
Keberhasilan roadmap pun nantinya bukan sekadar dilihat dari banyaknya program yang berjalan, tetapi dari perubahan yang benar-benar dirasakan siswa dalam proses belajar.
Kepala Sekolah Jadi Salah Satu Penentu
Implementasi roadmap juga membutuhkan peran aktif kepala sekolah. Mereka diharapkan tidak hanya mengurus administrasi, tetapi ikut memantau kondisi lingkungan, proses pembelajaran, serta kebutuhan guru dan siswa.
Heri mendorong kepala sekolah membuat inovasi sesuai kondisi masing-masing sekolah dan memastikan gagasan tersebut benar-benar diterapkan.
“Yang saya harapkan, inovasi ini bukan sekadar membuat inovasi, tapi implementasikan,” tutur Heri.
Untuk memperkuat pelaksanaannya, Dinas Pendidikan membentuk tim akselerasi peningkatan mutu pendidikan yang melibatkan dinas, pengawas, guru, dan kepala sekolah.
Bekas kantor korwil juga direncanakan menjadi pusat kegiatan untuk mendukung berbagai program peningkatan mutu pendidikan.
Roadmap Pendidikan di Subang Sudah Sampai Mana?
Kalau melihat penjelasan Kepala Dinas Pendidikan, roadmap pendidikan di Kabupaten Subang sudah melewati tahap penyusunan arah dan mulai masuk ke tahap implementasi program.
Namun, masih terlalu dini menyebut seluruh target sudah tercapai. Perbaikan infrastruktur masih bertahap. Peningkatan kompetensi guru masih terus dilakukan. Pemanfaatan perangkat pembelajaran perlu diperkuat.
Literasi dan numerasi masih menjadi perhatian. Sementara hasil akhir berupa profil lulusan berkualitas membutuhkan proses yang lebih panjang.
Jadi, roadmap pendidikan di Kabupaten Subang saat ini bisa dibilang sedang berada pada fase membangun fondasi dan mempercepat pelaksanaan.
Tiga pilarnya sudah ditetapkan, sejumlah program sudah mulai diarahkan, dan tim percepatan telah dibentuk. Tantangannya sekarang adalah memastikan semua itu benar-benar sampai ke sekolah.
Sebab ukuran keberhasilannya bukan seberapa sering roadmap dibicarakan, melainkan seberapa terasa perubahan di ruang kelas.
(pm)
