Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Datang Bawa Gelisah, Pulang Bawa Bahagia: Pesan Gubernur Jabar dari Kampung Adat Banceuy

H
Hadi MartadinataEditor: Indrawan Setiadi
|10:58 WIB
Bagikan:
Datang Bawa Gelisah, Pulang Bawa Bahagia: Pesan Gubernur Jabar dari Kampung Adat Banceuy
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri penutupan kegiatan SMA Labschool Jakarta di Kampung Adat Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Kamis (1/10/2026).

SUBANG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri penutupan kegiatan SMA Labschool Jakarta di Kampung Adat Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Kamis (1/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat menyoroti pentingnya menjaga karakter desa dan kampung adat di tengah perkembangan kawasan perkotaan serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang yang tenang dan nyaman.

Menurutnya, desa tidak boleh kehilangan karakter hanya karena mengikuti perkembangan zaman. Justru, nilai-nilai kehidupan desa dan kearifan leluhur harus dipertahankan agar tetap menjadi daya tarik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mencontohkan kawasan Puncak dan Ciater yang menurutnya harus ditata dengan memperhatikan kebersihan, kerapian bangunan dan tingkat kebisingan.

“Puncak, Ciater harus bersih, bangunannya harus tertata rapi, tidak boleh terlalu bising,” ujarnya.

Menurutnya, penataan kawasan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan estetika. Ada kebutuhan masyarakat yang lebih mendasar, yakni mencari tempat untuk mendapatkan ketenangan setelah menjalani kehidupan yang padat di perkotaan.

“Kenapa orang hari ini sangat merindukan keheningan? Ini penting,” katanya.

Selain ketenangan, ia juga menyoroti nilai kejujuran yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat desa. Menurutnya, masyarakat perkotaan datang ke desa bukan hanya untuk menikmati pemandangan, tetapi juga mencari suasana kehidupan yang berbeda.
Ia mengingatkan agar desa tidak kehilangan karakter tersebut akibat perubahan pola kehidupan.

“Untuk itu saya mengajak kepada semuanya yang di desa, mari kita rawat desa dengan baik dan jadikanlah desa tempat untuk orang datang membawa kegelisahan dan kembali membawa kebahagiaan,” katanya.

Gubernur juga mengaitkan keberadaan kawasan wisata dan desa di Jawa Barat dengan kebutuhan masyarakat Jakarta dan daerah perkotaan lainnya.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki posisi strategis sebagai tujuan masyarakat perkotaan untuk mencari suasana berbeda, khususnya pada akhir pekan.

“Jawa Barat harus memberikan dampak kebahagiaan bagi warga Jakarta,” katanya.

Ia mencontohkan sejumlah kawasan wisata seperti Puncak, Ciater, Lembang hingga Pangandaran yang banyak dikunjungi masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah menurutnya perlu memastikan akses menuju kawasan tersebut aman, nyaman dan tertata.

Ia menyebut pembangunan jalan, penerangan jalan umum (PJU) hingga penertiban kendaraan besar menjadi bagian dari upaya menciptakan kenyamanan bagi masyarakat.

“Saya sebagai gubernur harus merapikan jalan agar mulus, memasang PJU agar terang, menertibkan mobil-mobil besar agar tidak lewat ke daerah pegunungan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan pariwisata tidak boleh hanya ditujukan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi tinggi.

“Bukan hanya yang punya uang, yang tidak punya uang pun tetap bisa menikmati,” katanya.

Dalam kunjungannya, Gubernur juga menyoroti pentingnya mempelajari tata ruang dan arsitektur tradisional masyarakat Sunda.
Menurutnya, kampung adat tidak cukup hanya dipertahankan sebagai objek wisata. Nilai yang terkandung dalam tata ruang, bentuk rumah hingga pola kehidupan masyarakat perlu dipelajari sebagai bagian dari pengetahuan leluhur.

“Untuk itu saya mengajak kampung-kampung adat untuk mempelajari betul bagaimana tata arsitektur adat,” katanya.

Ia menyinggung penggunaan ijuk sebagai salah satu material yang identik dengan arsitektur tradisional Sunda. Menurutnya, material tersebut relatif ringan dan sesuai dengan konstruksi rumah yang menggunakan kayu serta bambu.
Selain itu, pola bangunan rumah yang tidak terlalu berdekatan juga dinilai memiliki nilai tersendiri.

Ia mengaitkan konsep tersebut dengan aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Setiap kampung dibatasi oleh sungai, setiap desa dibatasi oleh sungai, setiap kecamatan dibatasi oleh sungai. Sungai adalah pembatas,” katanya.

Menurutnya, pola ruang masyarakat leluhur tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menyimpan pengetahuan mengenai bagaimana masyarakat menjaga jarak dan lingkungan.

Ia mencontohkan pengalaman pandemi Covid-19 sebagai gambaran bahwa kepadatan permukiman dapat menjadi persoalan ketika terjadi penyebaran penyakit.

Karena itu, menurutnya, belajar dari leluhur bukan sekadar mempelajari bentuk bangunan atau cerita masa lalu, melainkan memahami pengetahuan yang terkandung di balik pola kehidupan masyarakat.

“Artinya belajar tentang leluhur bukan belajar tentang klinik, tapi kita belajar tentang kearifan pengetahuan yang ditulis dalam tulisan-tulisan yang hadir dalam cerita rakyat,” ujarnya.

Gubernur berharap Kampung Adat Banceuy dapat terus dipertahankan dan dikembangkan tanpa kehilangan karakter serta nilai budaya yang dimilikinya.

Ia menyebut pernah datang ke kawasan tersebut ketika masih menjadi anggota DPR. Menurutnya, ke depan perlu dirumuskan pola penataan kampung adat agar dapat berkembang secara baik sekaligus tetap mempertahankan identitasnya.

“Ke depan coba dirumuskan bagaimana menata kampung adat ini dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Barat Andhika Surya Gumilar turut memberikan perhatian terhadap kegiatan pendidikan yang digelar di Kampung Adat Banceuy.

Menurut Andhika, kunjungan pelajar ke kampung adat memiliki nilai penting karena proses pendidikan tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. 

"Para siswa dapat belajar secara langsung dari masyarakat, lingkungan, budaya dan tradisi yang masih dipertahankan, " Kata Andhika. 

Andhika menilai Kampung Adat Banceuy memiliki potensi sebagai ruang pembelajaran yang mempertemukan pendidikan formal dengan pengetahuan lokal.

Ia mendorong agar kegiatan seperti yang dilakukan SMA Labschool Jakarta tidak berhenti sebagai kunjungan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang berkelanjutan.

Menurutnya, generasi muda perlu mengenal kearifan lokal agar perkembangan teknologi dan modernisasi tidak membuat mereka kehilangan pemahaman terhadap akar budaya sendiri.

Andhika juga melihat pelestarian kampung adat perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Artinya, budaya dan lingkungan tetap dijaga, sementara masyarakat sekitar juga mendapatkan manfaat ekonomi dari keberadaan kawasan tersebut.

Ia berpandangan bahwa pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan masyarakat adat perlu membangun kolaborasi agar potensi Banceuy dapat dikembangkan tanpa menghilangkan identitas lokal.

"Kegiatan pendidikan di Banceuy menjadi momentum untuk mempertemukan generasi muda dengan masyarakat adat secara langsung. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap budaya, lingkungan dan pembangunan daerah, "pungkas Andhika.(hdi) 

Berita Terbaru

Sinopsis 100 Days of Deception, Kim You Jung jadi Mata-Mata

Sinopsis 100 Days of Deception, Kim You Jung jadi Mata-Mata

Lifestyle10 menit lalu
SPN Tunda Aksi di PT VinFast, Buka Ruang Dialog dengan Manajemen dan Kemenaker

SPN Tunda Aksi di PT VinFast, Buka Ruang Dialog dengan Manajemen dan Kemenaker

Subang2 jam lalu
Kapolsek Pagaden Ingatkan Warga Waspadai Judi Online, Pinjol hingga Miras dan Knalpot Brong

Kapolsek Pagaden Ingatkan Warga Waspadai Judi Online, Pinjol hingga Miras dan Knalpot Brong

Subang2 jam lalu
Kaki Patah Akibat Kecelakaan, Ma Tayem Tetap Berjuang Mencari Nafkah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan

Kaki Patah Akibat Kecelakaan, Ma Tayem Tetap Berjuang Mencari Nafkah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Hari Batik Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Alasan 2 Oktober Diperingati

Hari Batik Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Alasan 2 Oktober Diperingati

Nasional3 jam lalu
Profil dan Tugas Sekda Subang Setelah Dilantik, Apa yang Akan Dikerjakan?

Profil dan Tugas Sekda Subang Setelah Dilantik, Apa yang Akan Dikerjakan?

Subang3 jam lalu
UPTD BLK Himpun Minat Eks Pekerja PHK Subang, Formulir Sudah Tersedia

UPTD BLK Himpun Minat Eks Pekerja PHK Subang, Formulir Sudah Tersedia

Subang3 jam lalu
Berapa Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih per Bulan? Ini Rinciannya

Berapa Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih per Bulan? Ini Rinciannya

Nasional4 jam lalu
Dirjenpas Mashudi Mengundurkan Diri di Tengah Polemik Fasilitas Cibinong

Dirjenpas Mashudi Mengundurkan Diri di Tengah Polemik Fasilitas Cibinong

Nasional5 jam lalu
Bupati Komitmen Perbaikan Jalan di Subang Tuntas Tahun 2027, Kang Rey: Mohon Doanya

Bupati Komitmen Perbaikan Jalan di Subang Tuntas Tahun 2027, Kang Rey: Mohon Doanya

Subang5 jam lalu