Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Disdukcapil Subang Kejar Kepemilikan KIA, Layanan Kini Hadir di Sekolah dan Kecamatan

Z
Zaenal AbidinEditor: Yusup Suparman
|05:00 WIB
Bagikan:
Disdukcapil Subang Kejar Kepemilikan KIA, Layanan Kini Hadir di Sekolah dan Kecamatan
Kepala Bidang Pencatatan Sipil Disdukcapil Kabupaten Subang, Enung Yati Nurhayati, mengatakan pihaknya terus menggencarkan sosialisasi KIA.(Zaenal Abidin/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID –  Kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Subang masih menjadi pekerjaan rumah. Meski kesadaran masyarakat untuk memiliki identitas resmi bagi anak terus meningkat, belum semua anak memiliki KIA. Kondisi tersebut mendorong Disdukcapil Subang memperluas pelayanan dengan sistem jemput bola ke sekolah-sekolah dan sejumlah kecamatan.

Kepala Bidang Pencatatan Sipil Disdukcapil Kabupaten Subang, Enung Yati Nurhayati, mengatakan pihaknya terus menggencarkan sosialisasi KIA melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama. Sosialisasi dilakukan langsung kepada guru, orang tua, hingga peserta didik agar masyarakat memahami pentingnya KIA sebagai identitas resmi anak.

"Melalui sekolah, informasi tentang KIA lebih mudah diterima orang tua. Harapannya kepemilikan KIA di Kabupaten Subang terus meningkat," ujarnya.

Menurut Enung, meningkatnya kesadaran masyarakat sempat membuat permohonan pembuatan KIA melonjak. Akibatnya, pelayanan di kantor Disdukcapil menjadi lebih padat karena banyak warga datang mengurus dokumen secara bersamaan.

Disdukcapil Subang Mengubah Pola Pelayanan

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Disdukcapil Subang mengubah pola pelayanan dengan membuka titik layanan di sejumlah kecamatan serta memaksimalkan pelayanan kolektif melalui sekolah. Langkah itu dilakukan agar masyarakat dapat mengurus KIA lebih mudah tanpa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil.

Ia menjelaskan, KIA merupakan identitas resmi bagi anak yang dapat digunakan dalam berbagai keperluan administrasi. Berbeda dengan akta kelahiran yang umumnya disimpan di rumah, KIA dirancang lebih praktis untuk dibawa sebagai kartu identitas hingga anak berusia 17 tahun dan memiliki KTP elektronik.

Selain mendekatkan pelayanan, Disdukcapil juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak swasta agar pemegang KIA memperoleh nilai tambah. Salah satu program yang sedang difinalisasi adalah pemberian potongan harga di sejumlah pusat perbelanjaan bagi anak yang memiliki KIA.

Menurut Enung, berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat mengurus dokumen kependudukan anak sejak dini.

"Kami ingin masyarakat semakin sadar bahwa KIA bukan hanya kartu identitas, tetapi juga dokumen penting yang memudahkan berbagai layanan administrasi bagi anak. Dengan pelayanan yang lebih dekat dan mudah diakses, kami optimistis kepemilikan KIA di Subang akan terus meningkat," pungkasnya. (znl/ysp)

Berita Terbaru

Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Nasional2 menit lalu
Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Nasional51 menit lalu
Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Olahraga2 jam lalu
Cara Dapat Diskon Sari Ater Hot Springs Ciater Khusus Peserta Trail Race 2026

Cara Dapat Diskon Sari Ater Hot Springs Ciater Khusus Peserta Trail Race 2026

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Nasional3 jam lalu
Ditemukan Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Turun Tangan

Ditemukan Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Turun Tangan

Nasional3 jam lalu
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla, Tiga Pemasok APP

Singapura Bongkar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla, Tiga Pemasok APP

Nasional4 jam lalu
Sumpah Pemuda dengan Konteks Kekinian (Versi Modern)

Sumpah Pemuda dengan Konteks Kekinian (Versi Modern)

Opini4 jam lalu
Demonstrasi Ekonomi di Lima Negara Eropa Berujung Kerusuhan, Biaya Hidup Mencekik

Demonstrasi Ekonomi di Lima Negara Eropa Berujung Kerusuhan, Biaya Hidup Mencekik

Nasional4 jam lalu
Pojokan 327: Akhir Kritisisme

Pojokan 327: Akhir Kritisisme

Opini4 jam lalu