SSB Punaaska Gambarsari Asah Mimpi Pesepak Bola Kampung Menuju Panggung Nasional

PASUNDANEKSPRES.ID – Euforia sepak bola dunia usai Piala Dunia 2026 turut membakar semangat pembinaan pemain usia dini di Kabupaten Subang. Di Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, SSB Punaaska hadir sebagai wadah bagi anak-anak kampung untuk mengembangkan bakat sekaligus mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional.
SSB yang berdiri sejak 2024 itu mengusung nama **Punaaska** atau *Putra Nusantara Asli Anak Kampung*. Meski tergolong baru, sekolah sepak bola tersebut terus menunjukkan perkembangan dengan membina 54 pemain berusia 8 hingga 15 tahun melalui latihan rutin tiga kali dalam sepekan.
Kepala SSB Punaaska, Sopian, mengatakan pendirian sekolah sepak bola itu berawal dari kepeduliannya melihat banyak anak di Desa Gambarsari memiliki bakat bermain sepak bola yang belum terarah.
"Melihat potensi anak-anak cukup bagus, kami ingin memberikan pembinaan yang lebih terstruktur agar kemampuan mereka berkembang, baik teknik, fisik, maupun mental bertanding," ujar Sopian, yang juga berprofesi sebagai guru sekolah dasar.
Menurutnya, banyak bibit potensial ditemukan saat kegiatan olahraga di sekolah. Karena itu, anak-anak yang memiliki kemampuan bermain bola kemudian diarahkan bergabung ke SSB agar mendapat pembinaan yang lebih intensif.
Selain latihan teknik dasar dan fisik, para pemain juga rutin mengikuti laga uji coba serta berbagai turnamen sesuai kelompok usia. Pengalaman bertanding dinilai penting untuk meningkatkan mental dan jam terbang para pemain muda.
SSB Punaaska Mendapat Dukungan Dari Pemerintah Desa Gambarsari
Dalam perjalanannya, SSB Punaaska mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Gambarsari, Karang Taruna, hingga para orang tua yang aktif mendorong anak-anak mengikuti pembinaan sepak bola.
Pelatihan di SSB Punaaska dipimpin Coach Asep Suganda yang telah mengantongi lisensi kepelatihan nasional, dengan dukungan Official Support Asep Sarfulrohman.
Sopian berharap pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang dapat menembus tim Persikas Subang, binaan Askab PSSI Subang, hingga klub profesional Indonesia.
"Harapan kami, anak-anak ini punya kesempatan berkarier di sepak bola. Syukur-syukur ada yang bisa membela Persikas, Persib, bahkan suatu saat memperkuat tim nasional Indonesia," katanya.
Meski baru berdiri dua tahun, SSB Punaaska mulai menunjukkan prestasi. Salah satunya dengan meraih posisi runner up pada salah satu turnamen tingkat Kabupaten Subang. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus meningkatkan kemampuan dan membuktikan bahwa talenta sepak bola juga lahir dari kampung. (dan/ysp)
