ELOC Inovasi Siswa SMPN 3 Blanakan, Ubah Tanaman Gulma jadi Produk Bernilai Ekonomi

SUBANG-Berawal dari keresahan petani tambak terhadap tanaman cattail atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai embet, siswa SMPN 3 Blanakan berhasil melahirkan inovasi yang mengubah tanaman pengganggu menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi tersebut diberi nama ELOC (Ekonomi Lestari Olahan Cattail) dan berhasil meraih juara 3 kategori pelajar SMP dalam ajang SIF 2026 tingkat Kabupaten Subang.
Cattail selama ini menjadi salah satu persoalan bagi petani tambak di wilayah Blanakan karena pertumbuhannya dapat menyebabkan pendangkalan tambak. Penanganannya pun umumnya hanya dilakukan dengan cara dibabat kemudian dibakar, tanpa pemanfaatan lebih lanjut.
Melihat persoalan tersebut, pihak sekolah kemudian menantang siswa untuk mencari solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai guna. Dari proses tersebut lahirlah inovasi ELOC.
Melalui ELOC, hampir seluruh bagian tanaman cattail dimanfaatkan menjadi berbagai produk kerajinan. Bagian daun dapat diolah menjadi kertas estetis, anyaman tikar, hingga berbagai kerajinan lainnya. Sementara batangnya dapat dimanfaatkan sebagai kerangka lampion, sedangkan bagian bunganya dapat digunakan sebagai isian boneka.
Pemanfaatan tersebut menjadikan cattail yang sebelumnya dianggap sebagai tanaman pengganggu memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi. "Latar belakang inovasi kami adalah keresahan para petani tambak di daerah kami. Banyak tanaman cattail yang mengakibatkan pendangkalan tambak, sementara selama ini hanya dibabat dan dibakar tanpa mengetahui manfaat dari tanaman tersebut," ujar Guru Pembimbing SMPN 3 Blanakan, Tedi kurnia wirawan kepada Pasundan Ekspres, Kamis (24/9/2026).
Menariknya, keikutsertaan SMPN 3 Blanakan dalam SIF 2026 merupakan pengalaman pertama bagi para siswa. Meski demikian, inovasi ELOC mampu membawa nama sekolah meraih posisi tiga pada kategori pelajar SMP.
Pihak sekolah juga memberikan dukungan penuh kepada tim ELOC selama proses pengembangan hingga mengikuti kompetisi. Bahkan, inovasi tersebut terbuka untuk direplikasi oleh pihak lain yang tertarik mengembangkan pemanfaatan cattail di wilayahnya.
Tak hanya ELOC, SMPN 3 Blanakan turut mengirimkan satu inovasi lainnya dalam kategori unit kerja. Inovasi tersebut berhasil meraih juara 1 sekaligus juara umum SIF 2026.
Dua capaian tersebut menjadi gambaran bahwa inovasi di lingkungan sekolah tidak selalu lahir dari persoalan besar. Permasalahan yang ditemui di sekitar masyarakat pun dapat menjadi sumber ide untuk menciptakan solusi yang memiliki manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang nilai tambah.
Melalui ELOC, SMPN 3 Blanakan menunjukkan bahwa tanaman yang selama ini dianggap mengganggu dapat dilihat dari sudut pandang berbeda: bukan sekadar limbah atau gulma, tetapi bahan baku yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.(edp/sep)
