Fakta Unik Adat Kampung Banceuy di Subang 2026, Ada Larangan Menumbuk Padi di Hari Tertentu

PASUNDAN EKSPRES.ID — Fakta Unik Adat Kampung Banceuy di Subang, tepatnya Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, masih menjadi salah satu destinasi budaya yang paling menarik perhatian wisatawan pada tahun 2026.
Kampung ini dikenal karena masyarakatnya tetap menjaga tradisi Sunda secara turun-temurun, mulai dari upacara adat, pola hidup, hingga aturan sosial yang masih dipatuhi warga.
Informasi resmi dari Kementerian Pariwisata melalui Jaringan Desa Wisata (Jadesta) menyebutkan bahwa Desa Wisata Sanca atau Kampung Adat Banceuy berada di Kecamatan Ciater.
Dan menjadi bagian dari kawasan wisata budaya Subang yang lokasinya tidak jauh dari Gunung Tangkuban Parahu dan Sari Ater.
Salah satu tokoh adat Kampung Banceuy, Rohana Odang, dalam wawancara dengan tim wartawan menjelaskan asal-usul kampung tersebut pada tahun 2022 lalu.
“Nama Kampung itu awalnya bukan Kampung Banceuy melainkan Kampung Negla,” ujar Rohana Odang kepada wartawan saat menjelaskan sejarah kampung adat tersebut.
Ia juga menceritakan bahwa perubahan nama Banceuy berkaitan dengan peristiwa alam pada masa lampau yang kemudian menjadi bagian dari sejarah lisan masyarakat setempat.
Lokasi lengkap Kampung Adat Banceuy
Alamat: Kampung Adat Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41281.
Akses menuju lokasi sudah dapat dilalui kendaraan roda empat dan menjadi salah satu jalur wisata budaya yang cukup mudah dijangkau dari kawasan Ciater maupun Tangkuban Parahu.
Fakta unik adat Kampung Banceuy di Subang yang masih bertahan hingga 2026
1. Dulunya bernama Kampung Negla
Menurut penuturan Rohana Odang yang dikutip Detik Jabar, kampung ini pada awalnya dikenal dengan nama Kampung Negla.
Nama Banceuy muncul setelah terjadi bencana puting beliung yang merusak permukiman dan lahan pertanian warga. Cerita tersebut masih diwariskan secara lisan oleh para tetua adat hingga sekarang.
2. Tradisi Seren Taun masih dijaga
Kampung Banceuy dikenal memiliki hubungan kuat dengan tradisi Seren Taun, yaitu upacara syukur panen masyarakat Sunda. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap hasil pertanian dan keberlanjutan kehidupan masyarakat agraris.
Jadesta Kemenpar juga memasukkan aktivitas budaya dan tradisi masyarakat sebagai daya tarik utama Desa Wisata Kampung Adat Banceuy.
3. Memiliki aturan adat yang tidak biasa
Penelitian tentang eksistensi budaya Kampung Adat Banceuy mencatat adanya sejumlah larangan adat yang masih dikenal masyarakat, antara lain:
- tanggal 14 tidak boleh menumbuk padi (nutu),
- hari Senin tidak boleh nutu,
- Rebo Wekasan tidak boleh nutu,
- hari Jumat tidak boleh masuk ke kawasan hutan tertentu seperti Leuwi Lawang dan Curug Bentang,
- terdapat aturan khusus pada bulan-bulan tertentu yang disebut sebagai larangan bulan.
Aturan tersebut didokumentasikan dalam kajian mengenai kebudayaan Kampung Adat Banceuy dan menunjukkan kuatnya hubungan masyarakat dengan alam serta tradisi leluhur.
4. Rumah adat masih mempertahankan bentuk tradisional
Sebagian rumah warga masih menggunakan material kayu dan bambu dengan tata ruang yang mengikuti pola permukiman adat Sunda.
Keberadaan rumah-rumah tradisional ini menjadi salah satu alasan Kampung Banceuy sering dijadikan lokasi penelitian budaya dan pendidikan.
5. Diakui sebagai desa wisata budaya
Kajian akademik mengenai pengembangan wisata budaya Banceuy mencatat bahwa Kampung Adat Banceuy diresmikan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Subang pada tahun 2017, meskipun aktivitas kunjungan wisatawan sudah berlangsung sejak sekitar tahun 2005.
Daftar harga wisata Kampung Adat Banceuy tahun 2026
Berikut kisaran biaya yang berlaku di kawasan wisata budaya Kampung Adat Banceuy berdasarkan informasi pengelola wisata lokal dan paket kunjungan desa wisata tahun 2026:
- Tiket kunjungan umum | Rp10.000–Rp15.000
- Parkir motor: Rp3.000
- Parkir mobil: Rp5.000
- Paket edukasi budaya: Rp25.000–Rp50.000
- Homestay rumah warga: Rp75.000–Rp150.000 per malam
- Paket pertunjukan seni tradisional: Mulai Rp300.000 per rombongan
Harga dapat berubah tergantung kegiatan adat, jumlah peserta rombongan, dan kesepakatan dengan pengelola desa wisata.
Aktivitas Yang Bisa Dilakukan Pengunjung
Wisatawan yang datang ke Kampung Adat Banceuy biasanya mengikuti beberapa kegiatan berikut:
- melihat rumah adat Sunda,
- belajar menumbuk padi secara tradisional,
- menyaksikan kesenian celempung dan musik tradisional,
- mengikuti tur kampung bersama pemandu lokal,
- mengunjungi area persawahan dan hutan adat di sekitar kampung.
Dalam publikasi mengenai pengembangan wisata budaya Banceuy disebutkan bahwa masyarakat setempat berupaya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan aktivitas pariwisata agar identitas kampung tidak berubah akibat perkembangan wisata.
Kampung Adat Banceuy juga berada di lereng timur kawasan Tangkuban Parahu sehingga suasana pedesaan, persawahan, dan udara sejuk masih menjadi bagian penting dari pengalaman wisata budaya di wilayah Ciater, Subang.
