Fakta Unik Desa Rawamekar Kecamatan Blanakan Subang, Kampung Gerabah yang Tembus Pasar Luar Daerah

SUBANG - Desa Rawamekar, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, mungkin belum sepopuler sejumlah desa wisata di Jawa Barat. Namun, desa yang berada di kawasan utara Subang ini menyimpan sejumlah fakta unik yang menarik untuk diketahui.
Desa Rawamekar merupakan salah satu dari sembilan desa yang berada di Kecamatan Blanakan. Data BPS mencatat Rawamekar memiliki luas sekitar 7,24 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 4.920 jiwa berdasarkan data tahun 2021.
Fakta Unik Desa Rawamekar Kecamatan Blanakan Subang
1. Berawal dari pemekaran Desa Rawameneng
Salah satu fakta menarik dari Rawamekar adalah sejarah terbentuknya desa tersebut.
Berdasarkan profil desa yang tersedia, Rawamekar merupakan hasil pemekaran dari Desa Rawameneng pada 1983. Pada masa awal berdirinya, wilayah Rawamekar masih berada dalam Kecamatan Ciasem sebelum kemudian masuk ke Kecamatan Blanakan.
Administrasi pemekaran desa disebut selesai pada 1986. Kepala desa pertama Rawamekar adalah H. Karsa, yang memimpin sejak 1983 hingga 1995.
Saat ini, batas dan wilayah Desa Rawamekar juga telah ditegaskan melalui Peraturan Bupati Subang Nomor 173 Tahun 2022 tentang Batas Desa Rawamekar Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang.
2. Punya tiga dusun dengan nama yang khas
Rawamekar terbagi menjadi tiga wilayah dusun, yakni Dusun Tegal Panjang Tengah, Dusun Tegal Panjang Timur, dan Dusun Tegal Koneng.
Nama-nama wilayah tersebut menjadi bagian dari identitas masyarakat Rawamekar yang berkembang dari kawasan pedesaan di utara Kabupaten Subang.
3. Ada Kampung Getak yang dikenal sebagai sentra gerabah
Ini bisa dibilang sebagai salah satu fakta paling menarik dari Rawamekar.
Di Kampung Getak, Dusun Tegal Panjang Tengah, terdapat masyarakat yang menekuni kerajinan gerabah. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Subang pernah secara khusus mengunjungi para pengrajin gerabah di kawasan tersebut.
Pada 2021, Pemkab Subang menyebut banyak warga Kampung Getak yang menggantungkan mata pencaharian sebagai pengrajin gerabah. Salah satu kelompok yang disebut adalah Gema Barokah.
4. Gerabah Rawamekar ternyata sudah keluar Subang
Yang tak kalah menarik, produk gerabah dari Rawamekar tidak hanya beredar di sekitar desa.
Pemkab Subang menyebut kerajinan gerabah Rawamekar telah dipasarkan hingga Bekasi, Bogor, Karawang dan daerah lainnya.
Artinya, keterampilan yang berkembang dari sebuah kampung di Kecamatan Blanakan tersebut ternyata mampu menembus pasar di luar Kabupaten Subang.
5. Pengrajin masih menghadapi tantangan bahan baku
Di balik keunikan gerabah Rawamekar, terdapat perjuangan para pengrajinnya.
Dalam kunjungan Pemkab Subang pada 2021, pengrajin menyampaikan bahwa bahan baku tanah harus diperoleh dari Desa Rawameneng. Mereka juga membutuhkan peralatan yang lebih modern untuk meningkatkan proses produksi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan sentra gerabah Rawamekar bukan hanya soal kerajinan tradisional, tetapi juga berkaitan dengan ekonomi masyarakat dan keberlangsungan mata pencaharian warga.
6. Memiliki lumbung pangan masyarakat
Rawamekar juga tercatat memiliki Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Subur Tani.
Data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang mencatat LPM Subur Tani berada di Desa Rawamekar dan dibangun melalui dukungan APBD Provinsi Jawa Barat pada 2014.
Keberadaan lumbung pangan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa aktivitas masyarakat Rawamekar tidak hanya bertumpu pada sektor kerajinan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan ketahanan pangan dan sektor pertanian.
7. Rawamekar punya posisi strategis di Kecamatan Blanakan
Secara administratif, Rawamekar merupakan salah satu dari sembilan desa di Kecamatan Blanakan bersama Cilamaya Hilir, Cilamaya Girang, Rawameneng, Jayamukti, Blanakan, Langensari, Muara dan Tanjungtiga.
Dengan luas 7,24 kilometer persegi dan kepadatan sekitar 680 jiwa per kilometer persegi berdasarkan data BPS 2021, Rawamekar memiliki karakter sebagai kawasan pedesaan dengan aktivitas masyarakat yang cukup beragam.
Bukan Sekadar Desa di Utara Subang
Desa Rawamekar menunjukkan bahwa potensi sebuah desa tidak selalu terlihat dari tempat wisatanya.
Dari sejarah pemekaran, kehidupan pertanian, keberadaan lumbung pangan hingga tradisi membuat gerabah di Kampung Getak, Rawamekar memiliki cerita tersendiri.
Yang paling menarik, gerabah buatan tangan warga Rawamekar ternyata mampu menembus pasar hingga Bekasi, Bogor dan Karawang. Fakta inilah yang membuat Rawamekar layak disebut sebagai salah satu desa dengan potensi ekonomi kreatif yang menarik di Kecamatan Blanakan, Subang.
