Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Fakta Unik Desa Rawameneng Blanakan Subang yang Jarang Diketahui, Ternyata Begini Asal-usulnya

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|21:26 WIB
Bagikan:
Fakta Unik Desa Rawameneng Blanakan Subang yang Jarang Diketahui, Ternyata Begini Asal-usulnya
Fakta Unik Desa Rawameneng Blanakan Subang yang Jarang Diketahui, Ternyata Begini Asal-usulnya

PASUNDAN EKSPRES.ID – Ada sejumlah fakta unik Desa Rawameneng yang menarik untuk diketahui masyarakat, terutama karena desa ini memiliki cerita asal-usul nama yang cukup khas dan menjadi bagian dari Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang.

Pada 2026, Rawameneng tercatat sebagai salah satu dari sembilan desa yang berada di Kecamatan Blanakan.

Desa Rawameneng juga mempunyai posisi administratif yang sudah memiliki dasar hukum.

Berdasarkan Peraturan Bupati Subang Nomor 169 Tahun 2022, pemerintah daerah secara resmi menetapkan dan menegaskan batas Desa Rawameneng Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang.

Peraturan tersebut ditetapkan pada 25 Mei 2022 dan hingga kini berstatus berlaku.

Fakta Unik Desa Rawameneng dan Sejarahnya

Asal-usul nama Rawameneng

Salah satu fakta unik Desa Rawameneng terdapat pada asal-usul namanya. Dalam profil resmi Desa Rawameneng, disebutkan bahwa nama Rawameneng berasal dari kondisi rawa yang tenang. Nama tersebut berkaitan dengan karakter wilayah pada masa lalu sebelum kawasan berkembang seperti sekarang.

Profil desa juga menyebut Rawameneng merupakan hasil pemekaran dari Ciasem. Penduduk yang kemudian mendiami wilayah tersebut berasal antara lain dari Indramayu, Cirebon dan Sumedang. Informasi tersebut tercantum dalam laman resmi Desa Rawameneng mengenai sejarah desa.

Cerita tersebut membuat sejarah lokal Rawameneng cukup menarik, karena nama desa tidak hanya menjadi penanda administratif, tetapi juga berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perpindahan penduduk dari sejumlah wilayah di Jawa Barat dan sekitarnya.

Rawameneng sudah menjadi bagian Kecamatan Blanakan sejak pembentukan kecamatan

Fakta unik berikutnya berkaitan dengan sejarah Kecamatan Blanakan. Pemerintah menetapkan pembentukan Kecamatan Blanakan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1986.

Dalam aturan tersebut, Kecamatan Blanakan dibentuk dengan wilayah yang meliputi Desa Blanakan, Cilamayagirang, Cilamayahilir, Rawameneng, Rawamekar, Jayamukti, Muara, Tanjungtiga dan Langensari. Sebelum Kecamatan Blanakan dibentuk, wilayah tersebut merupakan bagian dari Kecamatan Ciasem.

Artinya, keberadaan Rawameneng sebagai bagian dari Blanakan mempunyai dasar sejarah pemerintahan yang cukup panjang. Desa ini tidak berdiri sendiri dalam perkembangan wilayah pesisir Subang, tetapi menjadi bagian dari perubahan struktur pemerintahan daerah pada 1980-an.

Luas Desa Rawameneng tidak terlalu besar

Data wilayah yang dipublikasikan dalam dokumen pemerintah menunjukkan Desa Rawameneng memiliki luas sekitar 37,95 hektare.

Angka tersebut tercantum dalam dokumen yang memuat data luas desa di Jawa Barat.

Jika dibandingkan dengan desa-desa lain di Kecamatan Blanakan, ukuran wilayah Rawameneng tergolong kecil. Data Pemerintah Kabupaten Subang mencatat Kecamatan Blanakan mempunyai luas sekitar **97,15 kilometer persegi** dan terdiri dari sembilan desa. Salah satunya adalah Rawameneng.

Data penduduk Desa Rawameneng

Laman resmi Desa Rawameneng juga menyediakan data kependudukan. Dalam data yang tersedia, jumlah penduduk berdasarkan agama tercatat sebanyak 10.775 orang, dengan rincian penganut Islam sebanyak 10.769 orang dan Kristen enam orang.

Sementara berdasarkan data jenis kelamin yang ditampilkan pada laman desa, tercatat 5.219 laki-laki dan 5.326 perempuan, dengan total 10.545 orang. Perbedaan angka total antarbagian data tersebut menunjukkan data pada laman desa perlu dibaca sesuai kategori dan waktu pemutakhiran masing-masing.

Dari sisi pekerjaan, laman desa mencatat adanya petani, buruh tani, peternak, nelayan, karyawan perusahaan swasta dan pedagang. Jumlah yang ditampilkan masing-masing adalah 56 petani, 492 buruh tani, 25 peternak, 25 nelayan, 164 karyawan perusahaan swasta serta 201 pedagang.

Ada aktivitas perikanan di kawasan Rawameneng

Kawasan Rawameneng juga berkaitan dengan aktivitas perikanan di pesisir utara Subang. Data statistik pengolahan dan pemasaran hasil perikanan Kabupaten Subang yang diterbitkan melalui PPID Kemendagri mencantumkan masyarakat dari Desa Rawameneng dalam data sektor perikanan.

Di sekitar kawasan tersebut juga terdapat PPI Rawameneng yang tercatat sebagai pasar ikan. Lokasinya berada di kawasan Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang. PPI Rawameneng

Selain itu, terdapat kawasan Kali Gangga Rawameneng yang tercatat sebagai tujuan wisata di Desa Rawameneng. Lokasinya berada di Rawameneng, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41259. Kali Gangga rawameneng

Alamat lengkap Desa Rawameneng

Berdasarkan laman resmi Desa Rawameneng, wilayah administratifnya berada di:

Desa Rawameneng, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Kode Pos 41259.

Untuk lokasi kantor desa, laman resmi yang tersedia mencantumkan informasi wilayah desa dan kontak, tetapi tidak memberikan nomor jalan kantor secara lengkap. Karena itu, alamat jalan yang tidak tercantum dalam sumber resmi tidak ditambahkan dalam artikel ini.

Bagi kamu yang ingin mengenal lebih jauh mengenai fakta unik Desa Rawameneng, informasi tentang sejarah desa, data penduduk dan perkembangan wilayah dapat menjadi pintu masuk untuk melihat bagaimana sebuah desa di pesisir Subang berkembang dari kawasan rawa hingga menjadi bagian dari wilayah administratif Kecamatan Blanakan seperti sekarang.

Berita Terbaru

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

LifestyleBaru saja
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle21 menit lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional37 menit lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga52 menit lalu
ADVERTISEMENT
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional1 jam lalu
Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Subang1 jam lalu
Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Subang1 jam lalu
Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Subang1 jam lalu
Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Jawa Barat1 jam lalu
Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen, Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi

Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen, Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi

Jawa Barat2 jam lalu