Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Festival Rakyat Kasomalang Wetan Jadi Ruang Gotong Royong Warga dan Mahasiswa

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|05:20 WIB
Bagikan:
Festival Rakyat Kasomalang Wetan Jadi Ruang Gotong Royong Warga dan Mahasiswa
Warga mengikuti rangkaian Festival Rakyat Dusun III Desa Kasomalang Wetan yang menggabungkan kegiatan olahraga, seni, budaya dan keagamaan.(Hadi MArtadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kegiatan warga di Kampung Cileutik, Desa Kasomalang Wetan, tidak sekadar diisi perlombaan dan hiburan. Festival Rakyat Dusun III yang digelar selama lima hari menjadi ruang kolaborasi masyarakat bersama mahasiswa KKM STAI Al-Falah Cicalengka untuk memperkuat gotong royong, menghidupkan kesenian lokal, sekaligus mempererat nilai keagamaan.

Festival tersebut berlangsung 25 hingga 29 Agustus 2026. Kegiatan dikemas dengan berbagai aktivitas olahraga, perlombaan, seni, hiburan rakyat hingga kegiatan keagamaan dalam rangka memeriahkan bulan kemerdekaan sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kolaborasi antara masyarakat dan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STAI Al-Falah Cicalengka menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi turut terlibat dalam rangkaian kegiatan bersama masyarakat.

Ketua Pelaksana Festival Rakyat Dusun III, M. Tafta Zani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi.

Festival Rakyat untuk Menggali Kreativitas Masyarakat

Menurutnya, Festival Rakyat juga diarahkan untuk menggali kreativitas masyarakat, menumbuhkan semangat gotong royong serta menjaga tradisi dan budaya yang berkembang di lingkungan warga.

“Festival ini kami laksanakan sebagai bentuk kebersamaan warga. Kami ingin masyarakat bisa menikmati berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, perlombaan, seni hingga kegiatan keagamaan. Terlebih kegiatan ini juga berkolaborasi dengan teman-teman KKM STAI Al-Falah Cicalengka,” ujar M. Tafta Zani, Minggu (30/8/2026).

Sejumlah kegiatan digelar dalam rangkaian festival, mulai dari turnamen sepak bola, perlombaan Agustusan, gebyar senam hingga pentas seni dan kreasi masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan ruang kepada warga untuk berpartisipasi sekaligus menunjukkan bakat dan kreativitas.

Unsur budaya lokal turut menjadi bagian dalam festival melalui penampilan Seni Jaipong dan Seni Sisingaan. Keduanya merupakan kesenian tradisional Sunda yang masih hidup di tengah masyarakat.

Kehadiran kesenian tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat, termasuk generasi muda yang terlibat dalam kegiatan.

Selain kegiatan olahraga dan seni, festival juga diisi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tausiyah disampaikan Ustadz Reva Prima Farhan.

Rangkaian tersebut mempertemukan kegiatan sosial kemasyarakatan, budaya dan keagamaan dalam satu agenda warga.

M. Tafta Zani berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau hiburan semata. Menurutnya, nilai yang ingin dibangun melalui festival adalah kebersamaan dan kekompakan masyarakat.

“Harapan kami, festival ini bukan hanya selesai sebagai sebuah acara, tetapi bisa meninggalkan semangat kebersamaan. Melalui kegiatan seperti ini, warga bisa semakin kompak, budaya tetap terjaga, dan nilai-nilai keagamaan juga semakin kuat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Kolaborasi masyarakat dan mahasiswa dalam Festival Rakyat Dusun III menunjukkan bahwa kegiatan berbasis warga dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat hubungan sosial, sekaligus memberikan tempat bagi budaya lokal dan kegiatan keagamaan untuk tetap hadir di tengah masyarakat. (hdi/ysp)

Berita Terbaru

Indonesia Peringkat Pertama Negara dengan Ketidakpercayaan Publik terhadap Polisi Tertinggi pada 2026

Indonesia Peringkat Pertama Negara dengan Ketidakpercayaan Publik terhadap Polisi Tertinggi pada 2026

Nasional7 menit lalu
Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Diperluas, Kelompok Desil 7-8 Bakal Ditanggung Pemerintah

Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Diperluas, Kelompok Desil 7-8 Bakal Ditanggung Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sejumlah Desa di Kecamatan Bojong, Pohon Tumbang Putus Jaringan Listrik

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sejumlah Desa di Kecamatan Bojong, Pohon Tumbang Putus Jaringan Listrik

Purwakarta1 jam lalu
Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Riset dan Inovasi2 jam lalu
Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Riset dan Inovasi2 jam lalu
Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Nasional2 jam lalu
Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Olahraga3 jam lalu
Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Headline3 jam lalu
DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

Headline3 jam lalu