FTBI Tingkat Kabupaten Subang Wadah Pelestarian Bahasa dan Budaya Sunda, Diikuti 413 Pelajar dari 55 Sekolah

SUBANG-FTBI tingkat Kabupaten Subang kembali digelar sebagai bagian dari upaya melestarikan bahasa, sastra, dan budaya daerah di kalangan generasi muda. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang bekerja sama dengan Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru (FKKKG) Kabupaten Subang yang digelar di Balai Desa Ciater, Selasa (22/9/2026) lalu.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Subang, Leni Lesmawati, mengatakan pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) diawali dengan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD). Dalam program tersebut, Disdikbud menghadirkan narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat untuk memberikan pembinaan kepada para guru. "Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang berkomitmen mendukung program revitalisasi bahasa daerah sehingga diharapkan semakin banyak penutur bahasa daerah dari generasi muda," ujarnya.
Menurutnya, FTBI menjadi muara dari pelaksanaan program RBD sekaligus wadah bagi para pelajar untuk mengekspresikan kemampuan mereka dalam menggunakan bahasa dan sastra daerah. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Dengan adanya FTBI, para peserta diharapkan semakin mencintai bahasa dan budaya daerah. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa bahasa dan budaya Sunda tetap relevan di tengah perkembangan zaman. "Pelaksanaan FTBI yang merupakan muara dari pelaksanaan RBD diharapkan menjadi wadah ekspresi budaya dan memperkenalkan budaya daerah ke khalayak ramai sehingga para murid semakin mencintai bahasa dan budaya daerah," katanya.
Pada pelaksanaan FTBI tingkat Kabupaten Subang tahun ini, tercatat sebanyak 413 peserta dari 55 sekolah yang berasal dari 30 kecamatan. Mereka mengikuti tujuh mata lomba yang mengangkat berbagai aspek bahasa, sastra, dan seni tradisional Sunda.
Ketujuh mata lomba tersebut meliputi nembang pupuh dengan 60 peserta, maca sajak 60 peserta, maca jeung tulis aksara Sunda 60 peserta, ngadongeng 59 peserta, biantara 59 peserta, tulis carita pondok 58 peserta, serta ngabodor sorangan sebanyak 57 peserta.
Leni menilai FTBI menjadi salah satu sarana strategis dalam revitalisasi bahasa daerah di kalangan pelajar. Beragam kategori lomba membuat bahasa daerah tidak hanya dipelajari secara formal, tetapi juga dikemas secara kreatif dan menarik bagi generasi muda. "FTBI terbukti sangat efektif dan strategis sebagai sarana revitalisasi bahasa daerah di kalangan pelajar Subang karena mampu mengubah persepsi bahasa daerah menjadi lebih modern dan inklusif melalui mata lomba kreatif seperti ngabodor sorangan atau komedi tunggal," jelasnya.
Selain itu, lomba aksara Sunda, ngadongeng, maca sajak, hingga nembang pupuh dinilai mampu menghidupkan kembali literasi tradisi sekaligus menumbuhkan rasa bangga atau reueus terhadap identitas budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
Untuk mempersiapkan peserta, Disdikbud Kabupaten Subang melakukan sejumlah tahapan secara berjenjang. Persiapan dimulai melalui program Revitalisasi Bahasa Daerah jenjang SD untuk mencetak guru utama tingkat Kabupaten Subang, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan dan sosialisasi petunjuk teknis perlombaan.
Seleksi peserta juga dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah hingga kecamatan. Para peserta terbaik dari masing-masing kecamatan kemudian dipersiapkan untuk mengikuti FTBI tingkat kabupaten melalui pembinaan intensif di sekolah, termasuk penguatan materi dan mental bertanding. "Pelaksanaan pembinaan intensif di sekolah dilakukan guna menampilkan para peserta terbaik di setiap mata lomba serta melatih mental bertanding para siswa sebelum berlaga di tingkat kabupaten," tuturnya.
Bagi peserta yang berhasil meraih juara pertama di tingkat Kabupaten Subang, perjuangan belum berakhir. Disdikbud akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) penetapan pemenang, kemudian para juara pertama akan mengikuti pelatihan dan pembinaan untuk menghadapi FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat.
Pembinaan tersebut akan dilakukan oleh guru utama Kabupaten Subang bekerja sama dengan FKKKG Kabupaten Subang. Materi, performa, dan mental bertanding para peserta akan kembali dimatangkan agar mereka siap membawa nama Kabupaten Subang di tingkat provinsi. Disdikbud Subang juga memberikan uang pembinaan kepada para juara pertama dari setiap mata lomba.(znl/sep)
