Ini Dia Lokasi Pabrik BYD di Subang Smartpolitan, Fasilitas Produksi Kendaraan Listrik Terbesar

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia lokasi pabrik BYD di Subang Smartpolitan. PT BYD Auto Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan industri kendaraan listrik di Tanah Air melalui pembangunan fasilitas manufaktur di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Pabrik ini berlokasi di Jalan Raya Subang–Desa Sawangan, Kecamatan Cipeundeuy, dan menjadi bagian dari pengembangan Fase 2 kawasan industri tersebut.
BYD Motor Company Limited mulai merealisasikan pembangunan pabrik secara bertahap sejak Agustus 2024.
Dengan luas lahan lebih dari 108 hektare, fasilitas ini menjadi tenant terbesar pertama di Subang Smartpolitan sekaligus salah satu investasi industri kendaraan listrik terbesar yang masuk ke Indonesia.
Pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan listrik (electric vehicle/EV) setiap tahun.
Kapasitas tersebut menjadikannya sebagai salah satu fasilitas produksi EV terbesar di kawasan Asia Tenggara dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Lokasi Pabrik BYD di Subang Smartpolitan
Subang Smartpolitan merupakan kawasan industri modern yang menjadi bagian dari Proyek Pengembangan Metropolitan Rebana. Kawasan ini diluncurkan pada tahun 2020 sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Lokasinya berada sekitar 89 kilometer di sebelah timur Jakarta dengan konektivitas yang sangat baik. Kawasan ini terhubung langsung dengan Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, Jalan Tol Trans Jawa, jaringan kereta api penumpang dan logistik, serta direncanakan terintegrasi dengan jalur Kereta Cepat Jakarta–Surabaya.
Lokasi ini dikembangkan oleh PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk, di atas lahan seluas sekitar 2.700 hektare. Tahap pertama pengembangannya mencakup sekitar 400 hektare yang diperuntukkan bagi kawasan industri dan residensial.
Daya tarik kawasan ini juga didukung oleh keberadaan lebih dari 10.000 perusahaan manufaktur di sekitarnya serta potensi sekitar 800.000 tenaga kerja berkualitas dengan tingkat upah yang kompetitif.
Kombinasi infrastruktur, akses logistik, dan sumber daya manusia menjadikan kawasan ini sebagai salah satu kawasan industri paling prospektif di Indonesia.
(ipa)
