Inovasi Digital dari Subang untuk Nusantara: JTIK POLSUB Pamerkan Puluhan Solusi Teknologi di Project dan Kewirausahaan Days 2026

PASUNDANEKSPRES - Perkembangan teknologi tidak lagi sekadar menjadi teori di dalam ruang kelas. Mahasiswa Politeknik Negeri Subang (POLSUB) membuktikan bahwa mereka siap menjadi garda terdepan dalam menghadirkan solusi digital bagi masyarakat dengan Inovasi Digital dari Subang. Melalui Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer (JTIK), POLSUB sukses menggelar perhelatan akbar bertajuk Project dan Kewirausahaan Days 2026 pada Kamis, 2 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi panggungutama bagi seluruh mahasiswa dari Program Studi Diploma Tiga (D3) Sistem Informasi dan Sarjana Terapan TeknologiRekayasa Perangkat Lunak. Mereka unjuk gigi memamerkanproduk teknologi, inovasi perangkat lunak, serta menggelarbazar kewirausahaan yang merupakan hasil langsung darimetode pembelajaran Project-Based Learning (PBL) selamasatu semester penuh.
Acara ini bukan sekadar pameran tugas kuliah biasa. Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama POLSUB, Wiwik, mengungkapkan bahwa Project dan Kewirausahaan Days adalah agenda tahunan yang krusialuntuk mengimplementasikan ilmu mahasiswa ke dalam dunia nyata.
"Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasi Jurusan untuk memamerkan hasil produk mahasiswa yang telah dikerjakan selama satu semester. Harapannya, ini bisa membangkitkan semangat mahasiswa dalam berwirausaha dan mengimplementasikan karya mereka nantinya, supaya bisa memberikan manfaat untuk semua," jelas Wiwik dalam sambutan pembukaannya.
Melalui pendekatan ini, POLSUB tidak hanya mencetaklulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki insting wirausaha dan kepekaan terhadap kebutuhan industrimasa kini.
Membangun Aplikasi Berdasarkan Masalah Nyata di Masyarakat
Senada dengan Wiwik, Ketua Jurusan TIK, Dwi Vernanda, menekankan nilai guna dari setiap karya yang dipamerkan. Menurutnya, produk-produk digital yang dirancang oleh mahasiswa lahir dari hasil riset mendalam terhadap berbagaipersoalan riil di masyarakat.
"Kami tidak hanya ingin mahasiswa membuat sistem saja, namun salah satu tujuannya supaya bisa digunakan oleh beberapa mitra ataupun masyarakat yang membutuhkandigitalisasi," tegas Dwi.
Untuk memastikan bahwa sistem yang dibangun benar-benaraplikatif, JTIK POLSUB turut mengundang langsung para mitra kerja sama dan masyarakat umum ke lokasi pameran.
"Selain untuk menampilkan karya-karya inovatif mahasiswadan menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkunganJurusan, kami juga mengundang mitra dan masyarakat umumsupaya mahasiswa POLSUB mengetahui bahwa mereka bisamembuat produk yang bermanfaat," tambahnya. Langkah inimenjadi bukti nyata bahwa produk teknologi buatanmahasiswa POLSUB memiliki kualitas yang siap pakai di dunia industri.
Deretan Karya Inovatif Mahasiswa JTIK POLSUB
Karya yang ditampilkan mahasiswa sangat beragam dan menyentuh hampir seluruh sektor krusial di masyarakat. Alih-alih sekadar sistem administrasi biasa, mahasiswa POLSUB berinovasi menggunakan Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Geographic Information System (GIS).
Berikut adalah ragam inovasi mahasiswa yang dikelompokkan berdasarkan sektor penerapannya:
Kesehatan Masyarakat & Medis: AIDIA (Artificial Intelligence for Diabetes Awareness), WEAR (Web-Based ARV Adherence Tracker), Sistem Edukasi & Skrining Risiko HIV Anonim, Wandermed Digital Map, Nutribase (Platform Distribusi Makanan Bergizi Gratis), dan Sistem InformasiPraktik Bidan & Homecare terintegrasi.
Pertanian Pintar (Smart Agro) & IoT: Smart Vineyard Management (Sensor NPK, pH, dan image processing untuk40 varietas anggur), Smart Hydroponic System IoT (T-Farm), SmartBovine (Monitoring & Geolokasi Ternak untuk deteksidini penyakit), dan V.I.S.I.O.N (Visual Intelligence System for IoT & Optimized Nutrition).
Pertanian Pintar (Smart Agro) & IoT: Smart Vineyard Management (Sensor NPK, pH, dan image processing untuk40 varietas anggur), Smart Hydroponic System IoT (T-Farm), SmartBovine (Monitoring & Geolokasi Ternak untuk deteksidini penyakit), dan V.I.S.I.O.N (Visual Intelligence System for IoT & Optimized Nutrition).
Pemerintahan & Pelayanan Publik (E-Gov): SADESA (Sahabat Digital Desa), SIPAKDES (Sistem PersuratanAdministrasi Kantor Desa), Lifeline (Sistem InformasiManajemen Operasional Basarnas), dan Aplikasi Bank Sampah Digital Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang.
Pariwisata & Pelestarian Budaya: SIGANTARA (SistemInformasi Sisingaan Alan Group Nusantara), Tiketing WisataReligi Taman Surga, Sistem Informasi Pariwisata KabupatenSubang, dan Sanggar Seni Goong Prasasti.
UMKM, Manajemen Bisnis & E-Commerce: Smart-Stay (Sistem Smart Gate & Access Logger dengan AI Facial Access untuk Kos), Sistem Penjualan Jamur Tiram, Art-Hub (Manajemen Event Terintegrasi), Digitalisasi PencatatanKura-kura Laundry, serta puluhan sistem inventory dan kasiruntuk UMKM lokal.
Melihat dari kualitas dan kompleksitas aplikasi yang dipamerkan, dari mulai sistem pendataan gizi, pelacakanmedis dengan AI, hingga otomasi pertanian presisi, PoliteknikNegeri Subang membuktikan diri sebagai institusi pendidikanvokasi yang visioner.
Bagi calon mahasiswa yang bermimpi untuk menciptakan teknologi yang berdampak langsung pada kehidupan manusia, JTIK POLSUB adalah kawah candradimuka yang tepat. Sementara itu, bagi instansi pemerintah, UMKM, maupun perusahaan swasta yang tengah mencari solusi digitalisasi, mahasiswa dan lulusan POLSUB telah membuktikan bahwa karya mereka sangat layak untuk menjadi andalan.
