Jadi Tuan Rumah FWD1, Politeknik Negeri Subang Perkuat Daya Saing Global Pendidikan Vokasi

SUBANG-Politeknik Negeri Subang (POLSUB) menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Forum Wakil Direktur Bidang Akademik (FWD1) Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri se-Indonesia. Kegiatan berskala nasional ini berlangsung selama empat hari, mulai 12 hingga 15 Oktober 2026, di Sari Ater Hotel & Resort, Kabupaten Subang.
Mengusung tema "Transformasi Akademik Politeknik Negeri melalui Kolaborasi, Inovasi, dan Penguatan Daya Saing Global", forum tersebut menjadi ajang bagi para pimpinan pendidikan vokasi dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan kebijakan akademik, serta merumuskan strategi pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Direktur Politeknik Negeri Subang, Oyok Yudyanti, menyambut kedatangan para delegasi sekaligus menekankan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi vokasi dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. "Selamat datang di Subang. Forum ini merupakan momen penting untuk menyatukan visi dan kolaborasi dalam pengembangan pendidikan vokasi nasional. Semoga kita bisa menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi dan sinergi, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk memajukan kampus kita masing-masing melalui diskusi dan kolaborasi bersama," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Forum Komunikasi Wakil Direktur Akademik Politeknik se-Indonesia sekaligus Wakil Direktur Akademik Politeknik Negeri Batam, Ir. Ahmad Riyad Firdaus, mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi wadah konsolidasi untuk memperkuat hubungan antarperguruan tinggi sekaligus menyelaraskan kebijakan akademik dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi para wakil direktur bidang akademik, khususnya pejabat yang baru menjabat, untuk membangun komunikasi dan memperluas kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. "Kami berharap rapat koordinasi ini bisa menjadi wadah silaturahmi, terutama bagi para Wadir Akademik yang baru, untuk berkolaborasi dan bersinergi. Bapak dan Ibu semuanya, marilah kita manfaatkan koordinasi ini sebaik-baiknya untuk menatap ke depan dalam memajukan kampus politeknik. Tidak hanya menjadi semakin dikenal, namun juga bisa berdaya saing global," ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, rapat koordinasi FWD1 menghadirkan sejumlah diskusi panel dan sesi berbagi praktik baik (best practices) yang membahas berbagai agenda strategis pendidikan vokasi. Salah satu pembahasannya adalah optimalisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Konsorsium yang disampaikan oleh Prof. Dr. Tuatul Mahfud, dari Politeknik Negeri Balikpapan.
Sesi tersebut berfokus pada evaluasi capaian PMB 2025 serta penyusunan strategi untuk meningkatkan jumlah mahasiswa dan minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi. Selain itu, forum membahas pengembangan teaching factory dan kolaborasi berbasis industri dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari Politeknik Negeri Jember, Politeknik Negeri Lampung, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, dan Politeknik Negeri Manado.
Agenda lainnya mencakup inovasi pembelajaran melalui pendekatan lab-based learning dan CDIO project-based learning. Pembahasan ini menghadirkan pakar dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Batam, Politeknik Negeri Bandung, serta Polman Bandung untuk berbagi pengalaman dalam mengembangkan metode pembelajaran yang mendukung kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan dunia kerja.
Forum tersebut juga membahas peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU), penguatan kerja sama antarperguruan tinggi, serta strategi pencapaian akreditasi internasional untuk bidang teknik maupun nonteknik. Pembahasan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan, memperkuat pengakuan internasional, dan meningkatkan daya saing lulusan politeknik Indonesia.
Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama POLSUB, Wiwik Endah Rahayu, menegaskan POLSUB tidak hanya berperan sebagai penyelenggara, tetapi juga turut berpartisipasi aktif dalam pertukaran gagasan dan perumusan strategi pengembangan pendidikan vokasi nasional. "Ini merupakan kegiatan penting kami untuk membahas bersama mengenai penguatan kurikulum, penjaminan mutu melalui berbagi best practices, serta pengelolaan inovasi pendidikan vokasi. Kami berharap kolaborasi strategis antara politeknik dan akademi komunitas negeri ini bisa semakin erat dan maju," tuturnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, POLSUB bersama seluruh Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri se-Indonesia diharapkan dapat memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi persaingan global. "Sinergi antarlembaga pendidikan vokasi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemenuhan kebutuhan industri dan pembangunan nasional," pungkasnya.(znl/sep)
