Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jalan Bobos-Rancadaka Subang Mulus, Ekonomi Warga Ikut Ngabret

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|08:00 WIB
Bagikan:
Jalan Bobos-Rancadaka Subang Mulus, Ekonomi Warga Ikut Ngabret
LEUCIR: Tampak atas kondisi Jalan Bobos-Rancadaka. Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

SUBANG–Perbaikan ruas Jalan Bobos–Rancadaka Subang mulai memberikan perubahan nyata bagi aktivitas masyarakat. Jalan tersebut menghubungkan Kecamatan Legonkulon dengan Pusakanagara. Jalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan karena rusak, kini perlahan berubah menjadi akses yang lebih nyaman dan mempercepat mobilitas warga.

Ruas jalan sepanjang 1.345 meter dengan lebar 4,5 meter tersebut dibangun dengan konstruksi beton oleh CV Sampana. Pembangunan menggunakan anggaran Rp4,874 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2026.

Bagi warga, manfaat pembangunan jalan tersebut tidak berhenti pada kondisi fisik jalan yang kini lebih baik. Dampaknya mulai dirasakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, terutama perdagangan, pertanian, pendidikan hingga kegiatan sosial masyarakat.

Warga Rancadaka, Fitri, mengaku bersyukur jalan yang menjadi akses utama masyarakat tersebut akhirnya diperbaiki.

“Alhamdulillah ada perbaikan jalan. Terima kasih banget, sudah bagus dan warga sudah bisa menikmati,” ujar Fitri kepada Pasundan Ekspres pada Rabu (10/9/2026) saat diwawancara langsung di lokasi. 

Manfaat paling terasa juga dirasakan para pelaku usaha kecil yang setiap hari mengandalkan akses jalan tersebut. Adnan, warga Bobos yang berprofesi sebagai penjual tempe keliling, mengatakan kondisi jalan yang sebelumnya rusak membuat waktu perjalanan menjadi lebih lama.

Terlebih ketika hujan turun, jalan yang licin membuat perjalanan semakin sulit dan berpotensi menghambat pengiriman tempe kepada pelanggan.

“Semenjak jalan ini bagus, kita jualan tempe juga berjualan lebih cepat, terus enggak telat dari pengiriman tempe juga. Dulu pas jalan jelek, lama perjalanan, terus kalau hujan licin,” ungkap Adnan.

Kini, kondisi jalan yang lebih baik membuat distribusi tempe menjadi lebih cepat. Bagi pedagang keliling, efisiensi waktu tersebut cukup penting karena berkaitan langsung dengan jumlah pelanggan yang dapat dilayani dalam satu hari.

Dampak lainnya dirasakan Yati. Ia menilai pembangunan jalan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.

“Sangat berterima kasih dengan jalan yang sudah bagus. Jadi bisa mempercepat dan mempermudah akses jalan. Seperti anak-anak ke sekolah, terus petani lebih mudah dan cepat, ekonomi bisa meningkat,” katanya.

Menurutnya, jalan yang baik memiliki dampak berantai. Ketika akses transportasi semakin mudah, anak-anak lebih nyaman berangkat sekolah, petani lebih mudah membawa hasil pertanian, sementara aktivitas ekonomi masyarakat juga menjadi lebih lancar.

Dari Jalan Rusak Menjadi Penggerak Ekonomi

Kepala Desa Rancadaka, H.M. Sueb, mengatakan pembangunan jalan tersebut memberikan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat. Selain mendukung kegiatan ekonomi, akses yang lebih baik juga membantu warga dalam aktivitas sosial dan kondisi darurat.

Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis maupun warga yang hendak menuju fasilitas pelayanan kesehatan kini memiliki akses yang lebih cepat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Subang Kang Reynaldy yang telah membangun jalan yang begitu luar biasa. Secara warga sudah membantu perekonomian, secara sosial baik yang melahirkan maupun yang sakit jadi cepat akses jalannya yang begitu leucir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bobos, Anwar Nurjali, menyebut kerusakan jalan tersebut bukan persoalan baru. Menurutnya, masyarakat telah merasakan kondisi jalan yang buruk selama puluhan tahun.

“Jalan sebelum saya lahir jelek banget, sudah puluhan tahun lah. Alhamdulillah dengan kepemimpinan Pak Reynaldy sebagai Bupati Subang, keluhan kita diperhatikan sampai ke Wanajaya, 2,5 kilometer sudah mulus, leucir,” kata Anwar.

Ia mengatakan, pembangunan jalan menjadi kabar baik bagi masyarakat karena ruas tersebut merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan Kecamatan Legonkulon dengan Kecamatan Pusakanagara.

“Banyak manfaat yang dirasakan oleh warga, terutama anak-anak sekolah, ekonomi masyarakat dan pertanian,” lanjutnya.

Bagi petani, jalan yang lebih baik berarti waktu tempuh menuju lahan maupun ketika mengangkut hasil pertanian menjadi lebih singkat. Kondisi tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan distribusi sekaligus membuat aktivitas ekonomi masyarakat semakin efisien.

Hal yang sama berlaku bagi masyarakat yang menjalankan usaha kecil. Kendaraan yang sebelumnya harus memperlambat laju akibat jalan rusak kini dapat melintas dengan lebih mudah.

Dengan demikian, pembangunan jalan tidak hanya dilihat sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga sebagai upaya membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah perdesaan.

Perbaikan ruas Bobos–Rancadaka menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Subang memperbaiki infrastruktur jalan kabupaten.

Dalam kegiatan Saba Desa di Kecamatan Legonkulon, Jumat (24/7/2026) lalu, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan jalan kabupaten.

Program tersebut diarahkan untuk mewujudkan target Subang Leucir 2027, dengan harapan seluruh masyarakat dapat menikmati akses jalan yang lebih baik.

“Targetnya 2027 ruas jalan Kabupaten se-Kabupaten Subang selesai,” kata Kang Rey.

Target tersebut menjadi harapan masyarakat yang selama bertahun-tahun harus beraktivitas melalui jalan rusak. Sebab, bagi warga desa, jalan bukan hanya jalur penghubung dari satu wilayah ke wilayah lain.

Perkuat Akses dan Mobilitas Warga

Kabid Jalan Dinas PUPR Kabupaten Subang, Ruskanto, mengatakan pembangunan ruas Jalan Bobos–Rancadaka merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.

Dengan panjang penanganan sekitar 1.345 meter dan lebar 4,5 meter, ruas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas pendidikan, pertanian, perdagangan dan kegiatan sosial.

“Perbaikan jalan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat. Tidak hanya untuk akses kendaraan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi warga, khususnya masyarakat yang bergerak di sektor pertanian dan perdagangan,” ujar Ruskanto.

Menurutnya, kondisi jalan yang baik akan memberikan dampak terhadap efisiensi waktu perjalanan masyarakat. Akses distribusi hasil pertanian maupun barang dagangan juga diharapkan menjadi lebih mudah dan cepat.

Ruskanto berharap masyarakat ikut menjaga jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Senada, Camat Legonkulon Bambang Edi menilai perbaikan ruas Jalan Bobos–Rancadaka memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Legonkulon.

Menurutnya, keberadaan jalan yang lebih baik menjadi salah satu faktor penting dalam memperlancar mobilitas warga, terutama bagi anak-anak yang berangkat sekolah, petani yang membawa hasil pertanian, serta masyarakat yang menjalankan aktivitas perdagangan.

“Dengan kondisi jalan yang lebih baik, tentu mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat. Dampaknya juga bisa dirasakan dalam aktivitas ekonomi, pendidikan maupun kegiatan sosial masyarakat,” ujar Bambang Edi.

Ia mengatakan, akses jalan yang lancar sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi penghubung antarwilayah. Sebelum dilakukan perbaikan, kondisi jalan yang rusak kerap membuat perjalanan warga menjadi kurang nyaman dan membutuhkan waktu lebih lama.

Bambang berharap masyarakat dapat memanfaatkan sekaligus menjaga infrastruktur yang telah dibangun tersebut. Perawatan dan kepedulian bersama dinilai penting agar kualitas jalan tetap terjaga dan tidak kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

“Harapannya tentu jalan ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Mari sama-sama menjaga dan merawatnya, sehingga pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah dapat bertahan dan manfaatnya dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional12 menit lalu
Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Subang14 menit lalu
Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Subang31 menit lalu
Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Subang34 menit lalu
ADVERTISEMENT
Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Jawa Barat44 menit lalu
Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen, Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi

Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen, Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi

Jawa Barat1 jam lalu
Airlangga Bantah Rencana Pembagian HP Gratis untuk Bansos, Rekening Massal Tetap Berjalan

Airlangga Bantah Rencana Pembagian HP Gratis untuk Bansos, Rekening Massal Tetap Berjalan

Nasional1 jam lalu
Ditahan Selama 8 Jam di Polda Metro Jaya, 6 Aktivis Greenpeace Akhirnya Dibebaskan

Ditahan Selama 8 Jam di Polda Metro Jaya, 6 Aktivis Greenpeace Akhirnya Dibebaskan

Nasional2 jam lalu
Saham HSC BEI Bisa Kembali Masuk Perhitungan IHSG, BEI Evaluasi Tiap 3 Bulan

Saham HSC BEI Bisa Kembali Masuk Perhitungan IHSG, BEI Evaluasi Tiap 3 Bulan

Nasional3 jam lalu
Bukan Sekadar Stok Habis, Ini Alasan Obat BPJS di Subang Bisa Lama Diberikan

Bukan Sekadar Stok Habis, Ini Alasan Obat BPJS di Subang Bisa Lama Diberikan

Subang3 jam lalu