Jalan Sagalaherang-Ciater Subang Dihotmix, Warga Apresiasi Akses Wisata dan Ekonomi Makin Lancar

SUBANG – Peningkatan Jalan Sagalaherang-Ciater di Kabupaten Subang mendapat apresiasi karena dinilai memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan akses menuju kawasan wisata Ciater.
Proyek hotmix tersebut memiliki panjang 337 meter dengan lebar 4,5 meter dan anggaran Rp584,77 juta dari APBD Kabupaten Subang 2026.
Peningkatan Jalan Kabupaten ruas Sagalaherang-Ciater dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Subang selatan. Selain memperlancar mobilitas warga, jalan tersebut menjadi salah satu akses alternatif menuju kawasan wisata Ciater.
Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang, Ruskanto, ST, mengatakan proyek tersebut memiliki panjang penanganan 337 meter dengan lebar 4,5 meter menggunakan metode hotmix.
Berdasarkan nama paket pekerjaan, proyek tersebut merupakan Peningkatan Jalan Kabupaten Ruas Jalan Sagalaherang-Ciater (Hotmix), Desa Sagalaherang Kidul, Alun-alun sampai perbatasan Cicadas, Desa Sagalaherang.
Proyek peningkatan jalan tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp584.775.493,45 yang bersumber dari APBD Kabupaten Subang.
Ruskanto mengatakan peningkatan ruas jalan yang menghubungkan Sagalaherang dengan Ciater dapat memperlancar mobilitas masyarakat, memangkas waktu tempuh, serta mendukung akses menuju kawasan wisata.
Jalur tersebut juga dapat menjadi akses alternatif bagi masyarakat maupun wisatawan yang menuju kawasan wisata Ciater.
Sementara itu, Camat Sagalaherang Rahmat Hidayat menyampaikan apresiasi terhadap peningkatan jalan di wilayahnya.
Menurutnya, akses jalan yang lebih baik dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Perbaikan akses menuju Ciater dinilai membuka peluang bagi masyarakat untuk memasarkan produk UMKM, termasuk hasil karya ibu-ibu, ke kawasan wisata tersebut.
Selain itu, akses jalan yang lebih baik dapat memperlancar distribusi hasil bumi dan pertanian dari wilayah pedesaan menuju perkotaan.
Rahmat mengatakan kondisi jalan yang lebih baik juga memberikan efisiensi waktu dan biaya perjalanan, baik bagi angkutan barang maupun penumpang.
Kondisi tersebut dapat membantu menekan biaya operasional kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam melakukan perjalanan antarwilayah.
“Perbaikan jalan di wilayahnya yang menghubungkan ke lokasi objek wisata Ciater sangat meningkatkan ekonomi lokal. Membuka roda perekonomian warga sekitar, bisa menjual karya ibu-ibu UMKM ke lokasi wisata di daerah Ciater, juga memperlancar distribusi hasil bumi atau pertanian dari pedesaan ke perkotaan,” ucapnya.
Menurut Rahmat, peningkatan jalan juga memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan pegunungan Subang selatan.
Akses yang semakin baik diharapkan dapat mempermudah aktivitas harian masyarakat antardesa dan antarkecamatan dengan perjalanan yang lebih aman dan nyaman.(red)
