Kadisdikbud Subang Heri Sopandi Minta Dikritik Kepala Sekolah

SUBANG – Ada yang berbeda dalam apel pembinaan perdana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang. Kadisdikbud Subang Heri Sopandi minta dikritik kepala sekolah. Heri Sopandi menantang ratusan kepala sekolah untuk mengkritik kepemimpinannya melalui secarik kertas tanpa mencantumkan identitas. Langkah itu dilakukan sebagai bahan evaluasi guna mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Subang.
Apel pembinaan perdana yang diikuti 182 kepala sekolah dilaksanakan di halaman Kantor Disdikbud Kabupaten Subang, Selasa (30/6/2026). Saat momen itu, setiap peserta diberikan secarik kertas untuk menuliskan kritik, saran, maupun masukan terhadap kepemimpinan Heri selama memimpin Disdikbud Subang.
Menariknya, seluruh kepala sekolah dipersilakan menyampaikan pendapat tanpa mencantumkan identitas sehingga dapat memberikan penilaian secara jujur dan objektif tanpa rasa sungkan.
"Kita ini seperti berada dalam sebuah kendaraan, saya adalah sopirnya. Jadi silakan sampaikan kritik dan saran kepada saya secara objektif dan berdasarkan fakta," ujar Heri.
Heri Sopandi Minta Dikritik Kepala Sekolah Tentang Kinerjanya
Menurutnya, kritik yang membangun merupakan bagian penting dalam memperbaiki tata kelola pendidikan. Keterbukaan antara pimpinan dan kepala sekolah diyakini akan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Subang.
"Kritik yang jujur merupakan bahan evaluasi bagi saya dan organisasi. Saya tidak ingin menutup ruang masukan dari para kepala sekolah yang menjadi mitra kerja dalam memajukan pendidikan," katanya.
Heri menjelaskan, apel pembinaan tersebut menjadi agenda perdana Disdikbud dan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai forum evaluasi, refleksi, serta penguatan kinerja kepala satuan pendidikan.
"Apel pembinaan ini menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. Harapannya, setiap bulan kita bisa melihat perkembangan dan perbaikan yang dilakukan," jelasnya.
Dalam arahannya, Heri juga mengingatkan pentingnya profesionalisme kepala sekolah dan tenaga pendidik. Menurutnya, seorang pemimpin pendidikan harus memiliki kompetensi kepribadian yang kuat, menjadi teladan, berakhlak mulia, arif, dewasa, serta memiliki wibawa.
Selain itu, seluruh kepala sekolah diminta menyusun roadmap kerja yang jelas, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program agar mampu menghasilkan perubahan nyata di sekolah masing-masing.
Terkait rotasi dan mutasi jabatan, Heri menegaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari evaluasi kinerja sekaligus strategi mempercepat kemajuan pendidikan, bukan sekadar pergantian posisi.
"Rotasi dan mutasi dilakukan untuk evaluasi serta mempercepat kemajuan pendidikan. Setelah dilakukan rotasi, harus terlihat apa yang sudah dikerjakan dan perubahan apa yang dihasilkan," tegasnya.
Di akhir arahannya, Heri memaparkan target pembangunan pendidikan di Kabupaten Subang. Pemerintah daerah menargetkan penyelesaian persoalan infrastruktur serta sarana dan prasarana pendidikan pada 2029.
Setelah kebutuhan dasar tersebut terpenuhi, mulai 2030 Disdikbud akan memfokuskan pembangunan pada peningkatan mutu pendidikan, kualitas pembelajaran, serta penguatan kompetensi tenaga pendidik.
"Target kita, persoalan infrastruktur dan sarana prasarana selesai pada 2029. Setelah itu, tahun 2030 kita fokus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan," pungkasnya. (znl/ysp)
