Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kekeringan Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, BPBD Subang Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih

E
EgiEditor: Asep
|18:59 WIB
Bagikan:
Kekeringan Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, BPBD Subang Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih
BPBD Kabupaten Subang mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - BPBD Subang terus melakukan penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD juga melakukan pompanisasi untuk membantu areal persawahan yang terdampak kekurangan air.

Sekretaris Badan (Sekban) BPBD Kabupaten Subang, A Sudrajat, mengatakan penanganan tersebut dilakukan seiring dengan ditetapkannya status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Status siaga darurat tersebut mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat tanggal 10 Juni 2026 Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.

Kemudian, Pemerintah Kabupaten Subang juga menetapkan status siaga darurat melalui keputusan Bupati Subang tanggal 3 Juli 2026. Selain itu, Bupati Subang mengeluarkan surat edaran pada 27 Juli 2026 terkait siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla di wilayah Kabupaten Subang. 

"BPBD dan instansi terkait terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan, koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa dan instansi terkait, serta melakukan upaya-upaya penanganan," ujar A Sudrajat saat di wawancara Pasundan Ekspres pada Kamis (20/8/2026). 

Untuk sektor pertanian, BPBD bersama instansi terkait melakukan pompanisasi di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Pusakanagara, Compreng dan Cipunagara. Pompanisasi dilakukan untuk membantu areal persawahan yang masih memiliki sumber air dan memungkinkan untuk dilakukan penyedotan. 

Di Pusakanagara, misalnya, sumber air diambil dari Kali Kuara. Sementara di Jatimulya, Kecamatan Compreng, air diambil dari resapan Sungai Cigadung. Sedangkan di wilayah Cipunagara, sumber air untuk pompanisasi berasal dari Sungai Cilamatan.

"Bagi area persawahan yang membutuhkan air untuk pompanisasi tetapi tidak ada sumber airnya, kita tidak bisa membantu. Jadi memang harus ada sumber air yang bisa disedot," jelasnya.

Sementara untuk kebutuhan air bersih, BPBD telah menyalurkan bantuan air ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan dan kebutuhan masyarakat melalui pemerintah desa.

Beberapa wilayah yang telah mendapatkan suplai air bersih antara lain Desa Neglasari, Kecamatan Pagaden sebanyak sekitar 20.000 liter, Desa Legon Kulon sekitar 25.000 liter, Desa Jati, Kecamatan Cipunagara sekitar 20.000 liter, wilayah Pusakajaya sekitar 15.000 liter, serta Desa Palasari, Kecamatan Ciater sekitar 20.000 liter.

Selain itu, BPBD juga mencatat penyaluran sekitar 20.000 liter air bersih di Desa Munjul, Kecamatan Pagaden Barat. Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, BPBD memprediksi kebutuhan air bersih masyarakat berpotensi terus meningkat. Berdasarkan informasi dari BMKG dan instansi terkait, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober 2026. 


"Prediksi kemarau ini akan sampai dengan bulan Oktober. Tentunya kami akan terus mengantisipasi lonjakan permintaan air bersih masyarakat terhadap BPBD," katanya.

Sudrajat menjelaskan, masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat menyampaikan permintaan bantuan melalui pemerintah desa. Kepala desa nantinya mengajukan surat permohonan kepada BPBD untuk mendapatkan suplai air bersih. 

"Jadi masyarakat bisa menghubungi pemerintah desa di mana mereka berada. Kepala desa nanti bersurat kepada BPBD, kemudian BPBD akan menyuplai kebutuhan air bersihnya," ungkapnya.

BPBD Subang Juga Mengingatkan Masyarakat

Di tengah kondisi kemarau panjang, BPBD Subang juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak. Masyarakat diminta tidak melakukan pemborosan karena ketersediaan air diperkirakan masih menghadapi tekanan hingga beberapa bulan ke depan.

Selain kekeringan, ancaman kebakaran hutan dan lahan juga menjadi perhatian. BPBD mencatat sekitar 100 kejadian kebakaran selama status siaga darurat berlangsung, baik kebakaran dalam skala kecil maupun besar.
Sejumlah kejadian kebakaran besar di antaranya terjadi di kawasan pembuangan sampah Panembong, Ecoaper, serta Jalupang. 

Sementara kebakaran lahan dengan skala lebih kecil terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Subang Selatan dan beberapa kecamatan seperti Cibogo, Wanareja, Purwadadi dan Cisalak. 

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menjaga lingkungan. Terutama bagi mereka yang punya kebiasaan merokok, jangan membuang puntung rokok sembarangan," tegas Sudrajat.

Masyarakat juga diminta berhati-hati ketika melakukan pembakaran sampah. Api yang tidak benar-benar dipastikan padam dikhawatirkan merembet ke lahan sekitar yang kondisinya saat ini kering dan mudah terbakar. 

"Lahan-lahan sekarang rumputnya mengalami pengeringan, jadi mudah terbakar. Seandainya terjadi kebakaran segera hubungi kami ataupun pemadam kebakaran," ujarnya.

BPBD sendiri mengaku terus memperkuat respons terhadap setiap laporan kebakaran. Setiap laporan yang masuk akan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pelapor untuk memastikan lokasi dan kondisi kejadian.

BPBD kemudian berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap laporan yang masuk benar-benar diverifikasi sehingga petugas dapat segera bergerak ke lokasi yang membutuhkan penanganan.

Musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober, BPBD Subang mengajak masyarakat, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, menghemat penggunaan air, serta mencegah potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.(hdi/sep) 

Berita Terbaru

Cakades Petahana Desa Rangdu Serahkan Aset Kendaraan Dinas

Cakades Petahana Desa Rangdu Serahkan Aset Kendaraan Dinas

Subang1 jam lalu
Subang Workplace Safety Forum 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Layanan Kecelakaan Kerja

Subang Workplace Safety Forum 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Layanan Kecelakaan Kerja

Subang1 jam lalu
Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Purwakarta1 jam lalu
Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Lifestyle4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional5 jam lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle5 jam lalu
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle5 jam lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional5 jam lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga6 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional6 jam lalu