Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|10:34 WIB
Bagikan:
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
- Kemarau panjang masih melanda Subang. Kekeringan berdampak pada ribuan hektare sawah, sementara kondisi lahan kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. (Foto: detik.com)

PASUNDANEKSPRES.ID - Musim kemarau di Kabupaten Subang belum sepenuhnya berakhir. Kondisi lahan yang semakin kering membuat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan masih perlu diwaspadai masyarakat.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Subang, Jajang Abdul Muhaimin, mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Menurut Jajang, wilayah Subang bagian tengah dan utara saat ini memiliki banyak lahan yang mengering. Kondisi tersebut membuat api berpotensi cepat menjalar apabila terjadi kebakaran.

“Sedikit saja api langsung menyambar,” ujar Jajang, seraya mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di lahan kering.

Puntung Rokok hingga Pembakaran Sampah Bisa Picu Api

Ancaman karhutla tidak selalu berasal dari kebakaran besar. Kelalaian sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah dapat menjadi pemicu ketika kondisi lingkungan sangat kering.

Tagana Subang meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api. Penanganan sejak dini diperlukan agar kebakaran tidak meluas dan mengancam lahan pertanian maupun permukiman.

Sebelumnya, pada 23 September 2026, terjadi enam titik kebakaran di wilayah Subang dalam satu hari. Lokasinya antara lain Gunung Kujang di Kecamatan Cijambe, Pasir Bilik di perbatasan Jalancagak-Cijambe, Cimerta, kawasan belakang Pasar Cipeundeuy, serta wilayah Pamanukan.

Petugas gabungan dari Damkar, Tagana, BPBD, TNI/Polri dan masyarakat terlibat dalam proses pemadaman. Kondisi angin kencang dan lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam menjadi salah satu kendala penanganan.

Kekeringan Sudah Berdampak ke 27 Kecamatan

Selain ancaman kebakaran lahan, kemarau panjang juga telah berdampak terhadap sektor pertanian.

BPBD Kabupaten Subang mencatat hingga September 2026, kekeringan lahan pertanian telah berdampak pada 27 kecamatan dan 144 desa.

Luas sawah yang terdampak mencapai sekitar 9.351 hektare. Kekurangan air tersebut berpotensi menurunkan produktivitas pertanian hingga menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena Subang merupakan salah satu daerah sentra produksi pangan. Kekeringan tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.

Kemarau Subang Diperkirakan Masih Berlangsung

Kondisi tersebut sejalan dengan prakiraan BMKG yang menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami kondisi kering pada awal Oktober 2026.

BMKG mencatat 1.869 titik mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori ekstrem panjang hingga akhir September. Pada Dasarian I Oktober, sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian.

BMKG juga menyebut El Niño dengan intensitas sangat kuat masih bertahan di kawasan Samudra Pasifik ekuatorial. Kondisi tersebut, ditambah fase positif Indian Ocean Dipole (IOD), membuat atmosfer di sejumlah wilayah Indonesia masih relatif kering.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan serta karhutla. Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar.

Warga Subang Diminta Tidak Meremehkan Titik Api

Dengan kondisi lahan yang semakin kering, masyarakat Subang diminta tidak menganggap remeh api sekecil apa pun.

Apabila menemukan titik api atau kepulan asap, warga dapat segera melakukan penanganan awal jika aman dilakukan dan melaporkannya kepada perangkat lingkungan, pemerintah desa, Babinsa, Tagana, BPBD maupun petugas pemadam kebakaran.

Kewaspadaan masyarakat menjadi penting karena kebakaran di lahan kering dapat berkembang dengan cepat, terutama ketika disertai angin.

Di sisi lain, penghematan air juga perlu dilakukan selama kondisi kemarau masih berlangsung. Pemerintah dan masyarakat perlu menjaga sumber air yang tersedia agar kebutuhan rumah tangga dan sektor pertanian tetap dapat dipenuhi.

Dengan ancaman kekeringan dan karhutla yang masih berjalan bersamaan, kemarau Subang belum bisa dianggap selesai. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah dampaknya semakin meluas.

Berita Terbaru

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini4 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat6 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta6 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta6 jam lalu
Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang8 jam lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline8 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline8 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline9 jam lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle10 jam lalu