Warga Keluhkan Knalpot Brong, Kapolsek Pamanukan Buka Ruang Dialog Saat Subuh

SUBANG - Kapolsek Pamanukan, KOMPOL Jusdijachlan menggelar Subuh Keliling Kamis (Suling Amis) di Masjid Taufik Qurrohman, Desa Rancasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Kamis (8/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, polisi berdialog dengan jamaah untuk menyerap keluhan terkait gangguan kamtibmas. Warga pun menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka rasakan di lingkungan sekitar.
Salah satu keluhan yang mencuat adalah aktivitas kendaraan dengan knalpot brong yang dinilai mengganggu kenyamanan warga, terutama pada malam akhir pekan.
Selain itu, warga juga membahas kondisi kamtibmas menjelang pelaksanaan Pilkades serentak 2026.
Kapolsek Pamanukan KOMPOL Jusdijachlan menyampaikan, kegiatan Suling Amis tidak hanya menjadi sarana untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat, tetapi juga ruang untuk mendengar secara langsung persoalan kamtibmas yang berkembang di tengah warga.
“Melalui kegiatan Suling Amis ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan keresahan masyarakat. Setiap persoalan kamtibmas yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi kami,” ujarnya.
Dia menyebut, persoalan knalpot brong menjadi salah satu perhatian karena suara bising kendaraan dapat mengganggu ketenangan masyarakat. Karena itu, pihak kepolisian akan terus melakukan langkah pencegahan dan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku.
“Terkait knalpot brong, tentunya akan menjadi perhatian kami. Kami akan meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai ketentuan, terutama yang mengganggu kenyamanan masyarakat,” kata Jusdi.
Begitu pula dengan situasi menjelang Pilkades serentak. Jusdi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu gesekan.
“Menjelang Pilkades serentak, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Perbedaan pilihan merupakan hal yang biasa, tetapi jangan sampai menimbulkan perselisihan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Jusdi memastikan setiap masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut untuk menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat. (cdp/ysp)
