Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Lanud Raden Suryadi Suryadarma Subang Kembali Menggelar Pelatihan Survival Dasar dengan Sandi "Surya Sakti 2025" Melatih Ketangguhan di Tengah Alam Liar

E
EgiEditor: Egi
|19:36 WIB
Bagikan:
Lanud Raden Suryadi Suryadarma Subang Kembali Menggelar Pelatihan Survival Dasar dengan Sandi "Surya Sakti 2025" Melatih Ketangguhan di Tengah Alam Liar
Danlanud Raden Suryadi Suryadarma Subang, Marsekal Pertama TNI Sapuan saat mengecek kesiapan personel survival dasar.(Cindy Desita Putri/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Lanud Raden Suryadi Suryadarma kembali menggelar Pelatihan Survival Dasar dengan sandi "Surya Sakti 2025".  Kegiatan ini menjadi bagian dari program tahunan yang dirancang secara terencana untuk meningkatkan kesiapan para personel dalam menghadapi situasi darurat.
 
Di bawah komando Marsekal Pertama TNI Sapuan, pelatihan ini melibatkan sekitar 40 personel yang terdiri dari awak pesawat, kru, serta anggota Lanud lainnya. "Latihan ini bertujuan agar personel terbiasa dan siap bertahan hidup jika menghadapi kondisi darurat," ujar Marsekal Pertama TNI Sapuan. 

Dia menjelaskan, pelatihan ini terdiri dari tiga tahapan selama tiga hari. Hari pertama diisi dengan pemberian pengetahuan dasar dan teori, hari kedua aplikasi teori di lapangan, dan hari ketiga berupa pengalaman langsung bermalam di tengah hutan.

Para peserta memulai latihan dengan baris di lapangan, menyiapkan diri untuk menghadapi berbagai simulasi situasi darurat. Dalam pelatihan ini, mereka dilatih untuk menghadapi ancaman alam, mulai dari mencari makanan dan air, membangun tempat perlindungan, hingga membaca situasi lingkungan sekitar.

Latihan "Surya Sakti 2025" juga mengadopsi beberapa skenario nyata dari kasus kecelakaan pesawat di medan sulit. Hal ini dilakukan agar para peserta memiliki gambaran dan kesiapan yang lebih mendalam dalam menghadapi berbagai situasi ekstrem. "Kita ingin mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bertahan hidup di lapangan dengan kondisi apa pun," ungkapnya.

Selain menjadi program tahunan, pelatihan ini juga merupakan dasar untuk tingkat lanjutan, yaitu survival tempur. Dalam level tersebut, peserta akan menghadapi simulasi situasi perang dengan ancaman yang lebih kompleks.

Di hari terakhir, para peserta bermalam di tengah hutan sebagai puncak latihan. Pengalaman ini memberikan mereka kesempatan untuk benar-benar merasakan situasi darurat yang sebenarnya, seperti menghadapi suhu dingin malam, serangan serangga, hingga keterbatasan makanan.

Melalui Surya Sakti 2025, Lanud Raden Suryadi Suryadarma membuktikan komitmennya dalam mencetak personel yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi segala situasi darurat. "Pelatihan ini tidak hanya membekali mereka dengan keterampilan bertahan hidup, tetapi juga membangun mental baja yang menjadi ciri khas prajurit TNI Angkatan Udara," pungkas Marsekal Sapuan.(cdp/sep)

Berita Terbaru

Daftar Film Indonesia yang Tayang di Netflix Oktober 2026, Ada Jangan Buang Ibu

Daftar Film Indonesia yang Tayang di Netflix Oktober 2026, Ada Jangan Buang Ibu

HeadlineBaru saja
Revisi UU Pengadilan Militer, Anggota yang Terjerat Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum

Revisi UU Pengadilan Militer, Anggota yang Terjerat Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum

Headline4 jam lalu
10 Hal yang Harus Dipersiapkan Menjelang Musim Hujan

10 Hal yang Harus Dipersiapkan Menjelang Musim Hujan

Headline5 jam lalu
Kontroversi Hashim Djojohadikusumo, Adik Prabowo: Dana Kampanye hingga Proyek Migas Natuna

Kontroversi Hashim Djojohadikusumo, Adik Prabowo: Dana Kampanye hingga Proyek Migas Natuna

Nasional6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Subang untuk Liburan Oktober 2026

Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Subang untuk Liburan Oktober 2026

Subang7 jam lalu
Rekomendasi Nasi Uduk Favorit di Subang Kota, Ada yang Mulai Rp7 Ribu

Rekomendasi Nasi Uduk Favorit di Subang Kota, Ada yang Mulai Rp7 Ribu

Lifestyle8 jam lalu
PELATARAN Jadi Solusi Warga Urus Layanan Pertanahan di Akhir Pekan

PELATARAN Jadi Solusi Warga Urus Layanan Pertanahan di Akhir Pekan

Nasional8 jam lalu
Jelang SEA Games 2027, Indonesia Naturalisasi Petenis Rusia 19 Tahun

Jelang SEA Games 2027, Indonesia Naturalisasi Petenis Rusia 19 Tahun

Olahraga9 jam lalu
Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Olahraga12 jam lalu
Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Opini12 jam lalu