Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mahasiswi POLSUB Ciptakan Plester Pereda Nyeri Haid dari Limbah Daun Nanas dan Jahe

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|18:22 WIB
Bagikan:
Mahasiswi POLSUB Ciptakan Plester Pereda Nyeri Haid dari Limbah Daun Nanas dan Jahe
Lima mahasiswi Program Studi D3 Keperawatan, Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Subang (POLSUB), menciptakan inovasi plester pereda nyeri menstruasi bernama MENSTRUA-PINE PATCH.

SUBANG-Lima mahasiswi Program Studi D3 Keperawatan, Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Subang (POLSUB), menciptakan inovasi plester pereda nyeri menstruasi bernama MENSTRUA-PINE PATCH. Produk ini memadukan serat limbah daun nanas dengan ekstrak jahe sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang praktis dan ramah lingkungan.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim yang diketuai Oca Salsa Dwi Nuraini, bersama empat anggota lainnya, yakni Azkca Siti Sucila, Azrina Shefyra, Mustika Mely Salamah, dan Ghaitsaa Refaulla Syifa. Pengembangan produk ini mendapat bimbingan dari dosen Jurusan Kesehatan POLSUB, Nessy Anggun Primasari.

Ketua tim, Oca Salsa Dwi Nuraini, menjelaskan bahwa MENSTRUA-PINE PATCH berangkat dari persoalan nyeri haid atau dismenorea yang kerap dialami remaja putri. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan rasa sakit, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi, aktivitas belajar, hingga produktivitas sehari-hari.

Menurutnya, data riset kesehatan yang menjadi rujukan tim menunjukkan bahwa 92,5 persen dari 362 responden remaja putri mengalami nyeri menstruasi dengan tingkat keparahan yang beragam. Dalam data tersebut, angka kejadian di Jawa Barat mencapai 98,8 persen, sedangkan di Jakarta sebesar 87,5 persen.

“Angka tersebut menjadi alasan perlunya pengelolaan nyeri yang praktis agar aktivitas belajar dan kualitas hidup remaja putri tetap terjaga. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi hangat lokal pada perut bagian bawah untuk membantu melancarkan aliran darah dan merelaksasi otot yang menegang,” jelasnya.

Keunikan MENSTRUA-PINE PATCH terletak pada penggunaan serat limbah daun nanas sebagai bahan dasar atau matriks plester. Bahan tersebut dipilih sebagai alternatif pengganti plastik sintetis sekali pakai, sekaligus memanfaatkan potensi limbah pertanian nanas yang melimpah di Kabupaten Subang.

Oca mengungkapkan, serat daun nanas memiliki kandungan selulosa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan biomaterial. Karakteristiknya yang kuat, ringan, fleksibel, serta berpotensi terurai secara alami menjadikan serat tersebut menarik untuk dikembangkan menjadi bahan plester topikal yang lebih ramah lingkungan.

“Selulosa pada serat limbah daun nanas memiliki karakteristik yang berpotensi mendukung pengembangan biomaterial, mulai dari kekuatan, fleksibilitas, hingga kemampuannya untuk terurai secara alami. Potensi ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk aplikasi kesehatan,” ungkapnya.

Selain memanfaatkan serat daun nanas, tim juga menggunakan ekstrak jahe sebagai bahan aktif yang memberikan sensasi hangat. 

Dosen pembimbing, Nessy Anggun Primasari, menerangkan bahwa jahe mengandung senyawa aktif, termasuk shogaol, yang diteliti memiliki aktivitas analgesik atau pereda nyeri serta antiinflamasi.

Menurut Nessy, formulasi dalam bentuk plester tempel dikembangkan agar pemanfaatan ekstrak jahe lebih praktis dibandingkan metode konvensional, seperti penggunaan kompres basah. Meski demikian, efektivitas klinis, keamanan penggunaan pada kulit, serta kemampuan produk dalam menghantarkan zat aktif masih perlu dipastikan melalui pengujian lebih lanjut sebelum dapat digunakan secara luas sebagai terapi nyeri haid.

“Melalui formulasi patch, kami berupaya menghadirkan cara penggunaan yang lebih praktis. Pengembangan ini juga menjadi bagian dari riset terapan mahasiswa untuk memanfaatkan bahan alam dan limbah lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” tuturnya.

Untuk memperkenalkan hasil pengembangan tersebut kepada masyarakat, tim MENSTRUA-PINE PATCH turut memamerkan produknya dalam bazar Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang digagas Unit Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPKK) POLSUB.

Kehadiran produk tersebut menarik perhatian pengunjung bazar, mulai dari kalangan akademisi hingga pelajar dan masyarakat umum. Inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pengujian dan penyempurnaan produk, sehingga berpeluang menjadi alternatif produk kesehatan yang terjangkau sekaligus membuka peluang hilirisasi limbah daun nanas sebagai komoditas bernilai tambah bagi Kabupaten Subang.(znl)

Zaenal Abidin Pasundan Ekspres 

Mahasiswi POLSUB Ciptakan Plester Pereda Nyeri Haid dari Limbah Daun Nanas dan Jahe

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline2 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat3 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta3 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang3 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle3 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang4 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta4 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta4 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang4 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang4 jam lalu