Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mitos Vasektomi Bikin Disfungsi Ereksi, Benarkah? Ini Fakta yang Perlu Diketahui Pria Subang

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|11:46 WIB
Bagikan:
Mitos Vasektomi Bikin Disfungsi Ereksi, Benarkah? Ini Fakta yang Perlu Diketahui Pria Subang
Mitos Vasektomi Bikin Disfungsi Ereksi, Benarkah? Ini Fakta yang Perlu Diketahui Pria Subang - foto FaceBook

SUBANG – Vasektomi masih menjadi salah satu metode kontrasepsi yang memicu kekhawatiran di kalangan pria. Salah satu mitos yang paling sering beredar adalah anggapan bahwa prosedur ini bisa membuat laki-laki kehilangan gairah seksual, mengalami disfungsi ereksi, hingga tidak mampu memuaskan pasangan.

Padahal, vasektomi atau metode operasi pria (MOP) merupakan prosedur kontrasepsi yang dirancang untuk mencegah kehamilan, bukan untuk menghilangkan kemampuan seksual seorang pria.

Isu tersebut menjadi relevan di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) dalam meningkatkan partisipasi laki-laki pada program Keluarga Berencana (KB).

Pelayanan MOP kembali digelar di Klinik Pratama Kodim 0605/Subang, Kamis (22/10/2026). Program ini tidak hanya ditujukan untuk mengejar target pelayanan KB pria, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih memahami pilihan kontrasepsi bagi laki-laki.

Benarkah Vasektomi Bisa Menyebabkan Disfungsi Ereksi?

Anggapan bahwa vasektomi membuat pria mengalami disfungsi ereksi merupakan mitos yang perlu diluruskan.

Secara medis, vasektomi dilakukan dengan memotong atau menutup saluran vas deferens, yakni saluran yang membawa sperma dari testis. Dengan begitu, sperma tidak ikut keluar bersama cairan ejakulasi saat pria mencapai orgasme.

Prosedur ini tidak mengangkat testis dan tidak dirancang untuk menghentikan produksi hormon testosteron. Padahal, hormon tersebut berperan dalam mempertahankan gairah seksual serta sejumlah fungsi tubuh pria.

Karena itu, vasektomi pada umumnya tidak menyebabkan disfungsi ereksi, tidak menghilangkan libido, dan tidak membuat pria kehilangan kemampuan ereksi.

Pria yang menjalani vasektomi juga umumnya tetap bisa melakukan hubungan seksual dan mencapai orgasme seperti sebelumnya. Volume air mani pun biasanya tidak berubah secara berarti karena sperma hanya merupakan sebagian kecil dari cairan ejakulasi.

Meski demikian, kondisi setiap orang berbeda. Jika mengalami gangguan ereksi setelah tindakan, pria sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mencari penyebabnya, bukan langsung menganggap vasektomi sebagai penyebab utama.

Apakah Vasektomi Membuat Pria Kehilangan Kejantanan?

Mitos lain yang masih berkembang adalah anggapan bahwa pria yang menjalani vasektomi akan kehilangan kejantanan atau mengalami penurunan hormon laki-laki.

Faktanya, vasektomi tidak menghentikan produksi testosteron. Hormon tersebut tetap diproduksi oleh testis sehingga perubahan fisik yang berkaitan dengan hormon laki-laki bukanlah dampak yang diharapkan dari prosedur ini.

Vasektomi juga tidak membuat sperma berhenti diproduksi sepenuhnya. Sperma tetap dihasilkan, tetapi tidak dapat melewati saluran yang telah ditutup dan kemudian diserap kembali oleh tubuh.

Artinya, vasektomi berfokus pada fungsi reproduksi, bukan menghilangkan karakteristik seksual pria.

Tetap Ada Rasa Nyeri dan Risiko Setelah Operasi

Meski sejumlah mitos tidak sesuai dengan fakta medis, bukan berarti vasektomi bebas risiko.

Setelah tindakan, pasien dapat mengalami nyeri ringan, pembengkakan, memar, atau rasa tidak nyaman di sekitar skrotum. Dalam sebagian kecil kasus, nyeri dapat berlangsung lebih lama dan membutuhkan pemeriksaan medis.

Karena itu, calon peserta harus menjalani skrining kesehatan dan mendapatkan penjelasan mengenai prosedur, manfaat, risiko, serta perawatan setelah tindakan.

Vasektomi juga tidak langsung efektif mencegah kehamilan. Pasien masih harus menggunakan metode kontrasepsi lain sampai pemeriksaan air mani memastikan prosedur berhasil, sesuai arahan dokter.

Hal penting lainnya, vasektomi ditujukan sebagai kontrasepsi permanen. Upaya penyambungan kembali saluran sperma memang dapat dilakukan dalam kondisi tertentu, tetapi keberhasilannya tidak bisa dijamin. Oleh sebab itu, keputusan menjalani vasektomi perlu dipertimbangkan secara matang.

Vasektomi Justru Bisa Membuat Hubungan Suami Istri Lebih Tenang

Vasektomi Justru Bisa Membuat Hubungan Suami Istri Lebih Tenang

Bagi sebagian pasangan, kekhawatiran terhadap kehamilan yang tidak direncanakan dapat memengaruhi kenyamanan dalam hubungan intim. Setelah vasektomi dinyatakan berhasil melalui pemeriksaan, pasangan tidak perlu terlalu khawatir terhadap kehamilan.

Namun, manfaat tersebut tidak berarti vasektomi otomatis meningkatkan gairah seksual setiap orang. Pengalaman tiap pasangan bisa berbeda, bergantung pada kondisi kesehatan, kenyamanan psikologis, dan hubungan mereka.

Yang perlu dipahami, vasektomi tidak melindungi dari infeksi menular seksual. Penggunaan kondom tetap diperlukan jika terdapat risiko penularan.

Target 30 Peserta, Partisipasi Pria di Subang Masih Didorong

Di Kabupaten Subang, DP2KBP3A menetapkan target pelayanan MOP sebanyak 30 peserta sepanjang 2026.

Kepala Bidang Keluarga Berencana DP2KBP3A Subang, dr. Nadiyah Tariq Basharahil, MARS, mengatakan, pada putaran pertama sekitar April atau Mei, tercatat sembilan peserta. Sementara pada pelayanan Kamis (22/10/2026), terdapat 16 calon peserta berdasarkan data yang masuk.

Meski demikian, peserta yang terdaftar belum tentu seluruhnya dapat menjalani tindakan karena harus melewati pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

Nadiyah menjelaskan, keputusan mengikuti vasektomi juga harus didasarkan pada kesepakatan pasangan. Jika calon peserta memenuhi persyaratan medis, tetapi tidak mendapat persetujuan dari istrinya, tindakan dapat ditolak.

Menurutnya, perencanaan keluarga tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab perempuan. Laki-laki juga memiliki pilihan kontrasepsi yang dapat dipertimbangkan bersama pasangan.

Salah seorang peserta, Erik, Sekretaris Desa Cisaga berusia 41 tahun, mengaku memilih vasektomi setelah merasa cukup memiliki tiga anak.

Ia berharap semakin banyak laki-laki yang tidak takut mencari informasi mengenai KB pria.

Pengalaman serupa disampaikan Yusuf Supiadi, warga Cijambe. Ia mengikuti program MOP atas keputusan sendiri dengan dukungan sang istri.

Keduanya menjadi contoh bahwa keputusan mengikuti kontrasepsi pria dapat berangkat dari kesadaran untuk merencanakan masa depan keluarga.

Jangan Takut karena Mitos, tetapi Pahami Risikonya

Masih adanya anggapan bahwa vasektomi membuat pria tidak perkasa menjadi salah satu tantangan edukasi KB pria. Padahal, informasi dari National Institutes of Health Amerika Serikat menjelaskan bahwa vasektomi tidak menurunkan gairah seksual maupun mengganggu kemampuan ereksi karena prosedur ini tidak menghambat produksi testosteron. <Link url="https://www.nichd.nih.gov/health/topics/vasectomy/conditioninfo/sex-life" title="Baca penjelasan medis tentang vasektomi dan kehidupan seksual"/>.

Meski begitu, vasektomi bukan keputusan yang boleh diambil secara terburu-buru. Calon peserta perlu memahami bahwa metode ini ditujukan sebagai kontrasepsi permanen, memiliki risiko pascaoperasi, dan tidak langsung efektif mencegah kehamilan.

Konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah penting untuk memastikan calon peserta memahami manfaat, risiko, dan alternatif kontrasepsi yang tersedia.

Melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan tidak lagi mengambil keputusan berdasarkan mitos. Sebaliknya, pasangan dapat memilih metode KB dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan, jumlah anak yang diinginkan, dan kesepakatan bersama.

Kesimpulannya, vasektomi tidak terbukti menyebabkan disfungsi ereksi pada umumnya. Prosedur ini mencegah sperma keluar bersama air mani, tetapi tidak dirancang untuk menghilangkan hormon testosteron, gairah seksual, ataupun kemampuan ereksi pria

Berita Terbaru

Vasektomi di Subang melalui Program KB MOP di DP2KBP3A

Vasektomi di Subang melalui Program KB MOP di DP2KBP3A

Subang38 menit lalu
Mitos Vasektomi Bikin Disfungsi Ereksi, Benarkah? Ini Fakta yang Perlu Diketahui Pria Subang

Mitos Vasektomi Bikin Disfungsi Ereksi, Benarkah? Ini Fakta yang Perlu Diketahui Pria Subang

Subang1 jam lalu
Daftar Event di Subang Pekan Ini, Ada Dahana Run 2026 hingga Konser Musik

Daftar Event di Subang Pekan Ini, Ada Dahana Run 2026 hingga Konser Musik

Subang1 jam lalu
Rp31,8 Triliun Program Akhir Tahun Disiapkan, Ini Jadwal Bantuan Beras, BSU, dan Diskon Nataru

Rp31,8 Triliun Program Akhir Tahun Disiapkan, Ini Jadwal Bantuan Beras, BSU, dan Diskon Nataru

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
DP2KBP3A Terus Dorong KB Pria di Subang, Suami Diajak Ambil Peran Lindungi Kesehatan Istri

DP2KBP3A Terus Dorong KB Pria di Subang, Suami Diajak Ambil Peran Lindungi Kesehatan Istri

Subang1 jam lalu
AS Beri Rp 4 Miliar untuk Lindungi Bangkai Kapal USS Houston di Selat Sunda

AS Beri Rp 4 Miliar untuk Lindungi Bangkai Kapal USS Houston di Selat Sunda

Nasional1 jam lalu
Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun untuk Program Akhir Tahun, Ini Rincian Bantuan dan Diskon Nataru

Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun untuk Program Akhir Tahun, Ini Rincian Bantuan dan Diskon Nataru

Nasional2 jam lalu
Persija Jakarta Kena Sanksi, The Jakmania Dilarang Away Setengah Musim

Persija Jakarta Kena Sanksi, The Jakmania Dilarang Away Setengah Musim

Olahraga2 jam lalu
Kebijakan Wajib Halal Ditunda hingga 2028, Ini Produk yang Tenggatnya Diperpanjang

Kebijakan Wajib Halal Ditunda hingga 2028, Ini Produk yang Tenggatnya Diperpanjang

Nasional2 jam lalu
Kebakaran Kapal KMP Batumandi di Merak, Seluruh Penumpang Selamat, Ini Update Terbarunya!

Kebakaran Kapal KMP Batumandi di Merak, Seluruh Penumpang Selamat, Ini Update Terbarunya!

Nasional2 jam lalu