Muhammad Wishal, Researcher Asal Subang Raih Apresiasi Resmi NASA

PASUNDANEKSPRES.ID - Di era digital saat ini, keamanan siber menjadi salah satu aspek yang sangat penting. Berbagai institusi, baik pemerintah maupun perusahaan, terus berupaya melindungi sistem mereka dari ancaman siber. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui program Vulnerability Disclosure Program (VDP), yaitu program resmi yang memungkinkan para peneliti keamanan siber untuk melaporkan celah keamanan secara legal dan bertanggung jawab.
Salah satu peneliti keamanan siber asal Indonesia yang aktif berkontribusi dalam bidang ini adalah Muhammad Wishal, seorang Independent Security Researcher asal Subang, Jawa Barat.
Apa itu NASA Vulnerability Disclosure Program (VDP)?
NASA memiliki program resmi bernama Vulnerability Disclosure Program (VDP) yang mengundang peneliti keamanan siber dari seluruh dunia untuk membantu menemukan dan melaporkan celah keamanan pada sistem maupun situs web milik NASA.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan sistem NASA melalui kolaborasi dengan komunitas keamanan siber. Setiap laporan yang valid akan ditinjau oleh tim keamanan NASA dan, apabila memenuhi kriteria, peneliti akan memperoleh apresiasi resmi.
Hall of Fame dan Letter of Recognition
Peneliti yang berhasil menemukan serta melaporkan kerentanan keamanan yang valid kepada NASA berhak memperoleh dua bentuk penghargaan, yaitu:
- Hall of Fame, yaitu pengakuan publik berupa pencantuman nama peneliti sebagai kontributor yang membantu meningkatkan keamanan sistem NASA.
- Letter of Recognition, yaitu surat penghargaan resmi dari NASA sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi yang diberikan melalui program VDP.
Kedua bentuk apresiasi tersebut diberikan kepada peneliti yang melaporkan kerentanan secara legal, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan program.
Berhasil Mendapatkan 11 Pengakuan dari NASA
Melalui kontribusinya dalam program VDP NASA, Muhammad Wishal telah berhasil menemukan dan melaporkan 11 celah keamanan yang dinyatakan valid.
Atas pencapaian tersebut, ia memperoleh:
- 11 Hall of Fame
- 11 Letter of Recognition
Prestasi ini menunjukkan konsistensi dan dedikasinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem digital milik salah satu lembaga antariksa terbesar di dunia.

Apresiasi dari Berbagai Instansi
Selain memperoleh pengakuan dari NASA, Muhammad Wishal juga menerima apresiasi dari berbagai institusi pemerintah maupun media di Indonesia dan luar negeri, di antaranya:
- U.S. Department of Defense
- Pusat Siber TNI Angkatan Darat
- Kementerian Pekerjaan Umum
- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
- Diskominfotik DKI Jakarta
- Diskominfo Daerah Istimewa Yogyakarta
- Diskominfotik Provinsi Bali
- Diskominfo Kota Bandung
- Diskominfo Kota Tangerang Selatan
- Detik.com
- Kompas Gramedia (KG)
- TheFork
- serta berbagai institusi lainnya.
Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa kontribusi seorang peneliti keamanan siber dapat memberikan dampak nyata bagi keamanan sistem informasi di berbagai sektor.
Menjaga Keamanan Digital Melalui Riset
Sebagai seorang Independent Security Researcher, Muhammad Wishal memandang bahwa keamanan siber bukan hanya tentang menemukan kelemahan suatu sistem, tetapi juga membantu memperbaikinya sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baginya, setiap sistem yang digunakan masyarakat selalu memiliki peluang untuk ditingkatkan keamanannya. Oleh karena itu, proses menemukan dan melaporkan kerentanan bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman.
"Menjadi independent security researcher mengubah cara saya memandang teknologi. Di balik setiap sistem yang kita gunakan, selalu ada ruang untuk belajar, memperbaiki, dan melindungi. Bagi saya, menemukan kerentanan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk membantu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman." ucap Muhammad Wishal.(hba)
