Pabrik Mobil Nasional di Subang Mulai Dikembangkan, Target Produksi Capai 300 Ribu Unit per Tahun

PASUNDANEKSPRES.ID - Pabrik mobil nasional di Subang resmi memasuki tahap pengembangan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat industri otomotif dalam negeri.
Proyek strategis yang digarap PT Pindad ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat manufaktur kendaraan nasional dengan kapasitas produksi hingga 300 ribu unit per tahun pada tahap pengembangan penuh.
Pembangunan kawasan industri otomotif tersebut berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pada tahap awal, fasilitas manufaktur dibangun di atas lahan sekitar 60 hektare dengan target produksi mencapai 50 ribu unit kendaraan per tahun. Ke depan, kawasan ini akan berkembang menjadi ekosistem manufaktur terintegrasi seluas sekitar 539 hektare.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah meninjau langsung perkembangan proyek tersebut untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Pindad memaparkan bahwa pengembangan dilakukan secara bertahap guna membangun rantai pasok industri otomotif nasional yang lebih kuat.
Selain meningkatkan kapasitas produksi kendaraan nasional, proyek ini juga diharapkan mampu memperkuat tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Pemerintah menargetkan mobil nasional yang diproduksi nantinya memiliki kandungan lokal lebih tinggi sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap komponen impor.
Dari sisi ekonomi, keberadaan pabrik mobil nasional di Subang diproyeksikan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kawasan industri ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja secara langsung, sekaligus mendorong tumbuhnya industri pendukung seperti produsen komponen otomotif, logistik, hingga jasa manufaktur.
Subang dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki posisi strategis di kawasan industri Jawa Barat serta didukung infrastruktur yang terus berkembang.
Kehadiran sejumlah investasi otomotif di wilayah tersebut dinilai dapat membentuk ekosistem industri kendaraan yang saling terintegrasi dan meningkatkan daya saing Indonesia di sektor manufaktur otomotif.
Pemerintah berharap proyek mobil nasional ini tidak hanya menjadi simbol kemandirian industri, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan industri otomotif berbasis teknologi dalam negeri.
Jika seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target, kawasan manufaktur di Subang diperkirakan menjadi salah satu pusat produksi kendaraan terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
