Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pemkab Subang Putar Strategi, Pemangkasan Anggaran TKD Tak Hentikan Pembangunan

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|15:00 WIB
Bagikan:
Pemkab Subang Putar Strategi, Pemangkasan Anggaran TKD Tak Hentikan Pembangunan
Foto: Bupati Subang, Reynaldy Putram saat menjadi narasumber dalam Podcast Bincang-bincang Pasundan di Kantor Bupati Subang, Rabu (2/9/2026). (Sumber: YouTube Pasundan Ekspres TV)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemangkasan anggaran TKD sekitar Rp350 miliar membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang harus lebih cermat menentukan prioritas pembangunan.

Bupati Subang, Reynaldy Putra, mengungkap kondisi tersebut dalam Podcast Bincang-bincang Pasundan bertajuk "Bupati Reynaldy Buka-bukaan: APBD Subang Rp2,8 Triliun, Bagaimana Digunakan untuk Pembangunan?" di Kantor Bupati Subang, Rabu (2/9/2026).

Menurut Reynaldy, besarnya APBD Kabupaten Subang yang mencapai sekitar Rp2,8 triliun tidak berarti seluruhnya bisa digunakan secara bebas untuk membiayai pembangunan.

Setelah memperhitungkan belanja pegawai dan berbagai anggaran yang telah memiliki peruntukan, ruang yang dapat diarahkan secara lebih fleksibel untuk pembangunan disebut hanya sekitar Rp400 miliar.

Angka tersebut harus dibagi untuk berbagai kebutuhan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Perbaikan jalan, renovasi ruang kelas, jembatan, irigasi, pelayanan kesehatan hingga pelayanan administrasi menjadi bagian dari pekerjaan yang harus tetap berjalan.

Kondisi itu membuat Pemkab Subang harus menentukan prioritas secara lebih ketat. Setiap program tidak cukup hanya dilihat dari besaran anggarannya, tetapi juga dari manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.

Pemangkasan Anggaran TKD Mengubah Rencana Pembangunan

Salah satu dampak paling terlihat berada pada sektor infrastruktur, terutama pembangunan jalan. Reynaldy menjelaskan, Pemkab Subang sebelumnya telah menyiapkan skema anggaran jalan secara bertahap.

Pada 2025, anggaran jalan berada di kisaran Rp250 miliar. Rencana awal untuk 2026 bahkan diproyeksikan mencapai sekitar Rp450 miliar. Rencana tersebut berubah setelah transfer ke daerah mengalami pengurangan. Anggaran pembangunan jalan pada 2026 akhirnya ditetapkan sekitar Rp175 miliar.

Meski jumlah tersebut lebih kecil dari rencana awal, perbaikan jalan tetap dipertahankan sebagai salah satu program prioritas.

Selama hampir dua tahun masa kepemimpinannya, Reynaldy menyebut sekitar 150 kilometer jalan telah diselesaikan. Capaian tersebut berasal dari sekitar 95 kilometer yang telah dikerjakan sebelumnya dan tambahan sekitar 55 kilometer pada 2026.

Bagi Pemkab Subang, infrastruktur menjadi fondasi penting untuk menggerakkan berbagai sektor. Jalan yang layak bukan hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga membuka akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat kerja dan pusat kegiatan ekonomi.

“Dengan infrastruktur yang baik, akses ke pelayanan kesehatan lebih mudah, perputaran ekonomi di desa bisa maksimal, akses pendidikan juga lebih mudah,” ungkap Reynaldy.

Ia menilai rencana menjadikan Subang sebagai kawasan industri, pariwisata maupun perikanan akan sulit berjalan maksimal apabila infrastruktur dasar masih mengalami kerusakan.

Berikut sejumlah sektor yang tetap menjadi perhatian Pemkab Subang meski ruang anggaran semakin terbatas.

1. Infrastruktur Tetap Mendapat Porsi Besa

Dari sekitar Rp400 miliar yang dinilai dapat diarahkan untuk pembangunan, kebutuhan PUPR saja disebut mencapai hampir Rp230 miliar. Anggaran tersebut bukan hanya untuk jalan, tetapi juga mencakup jembatan, irigasi dan TPT.

Khusus pembangunan jalan, alokasi tahun ini berada di angka Rp175 miliar.

Kebutuhan pemeliharaan juga menjadi persoalan tersendiri. Jalan yang sudah diperbaiki membutuhkan perawatan agar tidak cepat kembali rusak. Pemerintah daerah tahun ini mengalokasikan sekitar Rp15 miliar untuk pemeliharaan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa satu proyek infrastruktur tidak berhenti ketika pembangunan selesai. Drainase, irigasi dan pemeliharaan harus ikut diperhitungkan agar anggaran yang dikeluarkan tidak sia-sia.

2. Sekolah Rusak hingga Kesehatan Tetap Dikejar

Keterbatasan anggaran juga tidak membuat sektor pendidikan dan kesehatan dikesampingkan.Pemkab Subang memiliki target menyelesaikan ribuan ruang kelas yang mengalami kerusakan hingga 2029.

Keterbatasan APBD membuat pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan kas daerah. Komunikasi dengan kementerian dan anggota DPR RI dilakukan untuk mencari dukungan pembiayaan pembangunan sekolah.

Menurut Reynaldy, Subang sebelumnya memperoleh dukungan sekitar Rp25 miliar hingga Rp30 miliar melalui aspirasi DPR RI. Pelaksanaan program dilakukan langsung oleh pemerintah pusat berdasarkan usulan yang disampaikan daerah.

Sektor kesehatan juga tetap masuk dalam prioritas. Sekitar Rp81 miliar disiapkan untuk jaminan kesehatan masyarakat.

Kebijakan tersebut diarahkan agar warga kurang mampu tetap memperoleh pelayanan kesehatan, termasuk masyarakat yang belum memiliki BPJS.

Reynaldy juga mengungkap, ketika awal menjabat, pemerintah daerah memiliki utang sekitar Rp25 miliar kepada rumah sakit umum daerah terkait pelayanan masyarakat kurang mampu.

3. Efisiensi Jadi Cara Menghadapi Tekanan Anggaran

Menghadapi pemangkasan anggaran TKD, Pemkab Subang memilih memperketat belanja yang dianggap kurang prioritas.

Anggaran hibah yang tidak wajib dipangkas. Perjalanan dinas dan belanja operasional juga dievaluasi. Reynaldy bahkan mengaku memeriksa anggaran hingga tingkat DPA untuk memastikan tidak ada alokasi yang dianggap tidak penting.

PUPR menjadi salah satu dinas yang diperiksa secara detail karena memiliki anggaran besar. “Saya tidak ingin ada satu dinas pun yang mengalokasikan anggaran, bahkan Rp2 juta, untuk sesuatu yang tidak penting,” tegas Reynaldy.

Bagi Reynaldy, efisiensi bukan berarti pembangunan harus berhenti. Justru keterbatasan anggaran menjadi alasan pemerintah harus semakin selektif menentukan program.

Ia ingin setiap rupiah yang berasal dari masyarakat melalui pajak kembali dirasakan dalam bentuk pelayanan dan pembangunan.

Target Kabupaten Subang hingga 2029

Pemkab Subang kini memiliki sejumlah target yang ingin dikejar sampai 2029.

Perbaikan jalan, renovasi ruang kelas, peningkatan akses kesehatan, penurunan kemiskinan, pengurangan pengangguran serta peningkatan pelayanan publik menjadi bagian dari target tersebut.

Reynaldy ingin pembangunan yang dilakukan selama masa kepemimpinannya meninggalkan manfaat yang bisa dirasakan langsung masyarakat.

Pemangkasan anggaran TKD memang mempersempit ruang gerak pemerintah daerah. Namun bagi Pemkab Subang, kondisi tersebut bukan alasan untuk menghentikan pembangunan.

Strateginya adalah mengatur ulang prioritas, memangkas belanja yang tidak mendesak, mencari sumber pendanaan lain dan memastikan anggaran yang tersedia benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

(pm)

Berita Terbaru

Pembangunan Mal di Subang Bukan Cuma Soal Belanja, Ini Dampaknya bagi UMKM

Pembangunan Mal di Subang Bukan Cuma Soal Belanja, Ini Dampaknya bagi UMKM

Subang35 menit lalu
Kawasan Industri Suryacipta Subang Makin Berkembang, Peluang Usaha Ini Bisa Ikut Tumbuh

Kawasan Industri Suryacipta Subang Makin Berkembang, Peluang Usaha Ini Bisa Ikut Tumbuh

Lifestyle1 jam lalu
Jadwal dan Tempat Nonton Java United FC vs Persib Bandung, Pekan Kesembilan BRI Super League 2026/2027

Jadwal dan Tempat Nonton Java United FC vs Persib Bandung, Pekan Kesembilan BRI Super League 2026/2027

Olahraga4 jam lalu
Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 2026, Simak Syarat dan Langkah-Langkahnya

Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 2026, Simak Syarat dan Langkah-Langkahnya

Nasional5 jam lalu
Cetak Sejarah, Futsal Putri Kabupaten Subang Tembus Empat Besar Porprov XV Jabar

Cetak Sejarah, Futsal Putri Kabupaten Subang Tembus Empat Besar Porprov XV Jabar

Headline5 jam lalu
PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

Purwakarta5 jam lalu
Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Headline6 jam lalu
Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Lifestyle6 jam lalu
Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Lifestyle6 jam lalu
Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Jawa Barat8 jam lalu