Peserta BCKS Subang Apresiasi Dukungan Bupati, Setelah Empat Tahun Menanti Akhirnya Bisa Ikuti Pelatihan

SUBANG – Para peserta Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kabupaten Subang menyampaikan apresiasi kepada Bupati Reynaldy Putra Andita atas dukungan dan fasilitasi program pelatihan BCKS tahun 2026. Program tersebut menjadi kesempatan bagi para calon kepala sekolah setelah sekitar empat tahun tertunda akibat sejumlah kendala, termasuk keterbatasan anggaran.
Apresiasi itu disampaikan Luspala, perwakilan peserta dari SDN Boreas, Kecamatan Kalijati. Ia berharap pelaksanaan BCKS dapat membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Subang, terutama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah dan pelayanan kepada peserta didik.
“Kami mewakili para peserta BCKS Kabupaten Subang mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah memfasilitasi kegiatan BCKS tahun 2026 ini,” ujar Luspala.
Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan, para calon kepala sekolah dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk membawa sekolah masing-masing menjadi lebih baik.
“Harapannya, setelah dilaksanakannya BCKS ini, penerapan di sekolah-sekolah menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih difokuskan kepada peserta didik,” ungkapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Hendra Nugraha dari SMPN 1 Purwadadi. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program tersebut dan berharap materi yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pengelolaan sekolah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang melepas 170 peserta BCKS dalam apel pagi di kantor Disdikbud, Rabu (4/11/2026). Peserta terdiri dari dua orang dari jenjang TK, 157 orang SD, dan 11 orang SMP. Program berlangsung selama 10 hari, mulai 7 hingga 16 November 2026.
Kepala Disdikbud Subang Heri Sopandi mengatakan, apel tersebut merupakan kegiatan rutin bulanan yang kali ini sekaligus menjadi momentum pelepasan peserta BCKS. Menurutnya, para calon kepala sekolah telah menunggu kesempatan mengikuti program tersebut selama sekitar empat tahun.
Ia menjelaskan, salah satu kendala pelaksanaan sebelumnya adalah keterbatasan anggaran. Namun, pada 2026 pemerintah daerah melalui persetujuan Bupati Reynaldy mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan tersebut. Biaya yang disiapkan sekitar Rp7 juta untuk setiap peserta.
Heri berharap pelatihan BCKS tidak sekadar menjadi pemenuhan persyaratan administratif atau menghasilkan sertifikat. Lebih dari itu, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas kepemimpinan dan membawa perubahan nyata di sekolah masing-masing.
Disdikbud, lanjutnya, akan melakukan pemantauan terhadap kondisi sekolah sebelum dan setelah peserta mengikuti program tersebut untuk melihat dampak pelatihan terhadap peningkatan mutu pendidikan.(znl/ysp)
