Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pilkades Desa Kumpay; Asep Pulloh Serahkan Berkas Bakal Calon

H
Hadi MartadinataEditor: Indrawan Setiadi
|13:47 WIB
Bagikan:
Pilkades Desa Kumpay; Asep Pulloh Serahkan Berkas Bakal Calon
PILKADES: Asep Pulloh menyerahkan berkas sebagai bakal calon Kepala Desa Kumpay Kec. Jalancagak untuk periode 2027-2034.

SUBANG- Ada yang berbeda saat Asep Pulloh menyerahkan berkas sebagai bakal calon Kepala Desa Kumpay pada Pilkades Desa Kumpay Kecamatan Jalancagak untuk periode 2027-2034. Bukan sekadar datang membawa dokumen pencalonan, penampilannya justru mencuri perhatian.

Mengenakan iket putih, baju putih, dan celana putih, Asep tampil dengan busana khas yang mengingatkan pada sosok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dari penampilan itulah muncul panggilan unik untuk dirinya: Ki Bodas.

Namun di balik penampilan yang mencolok tersebut, ada satu hal yang lebih serius yang ingin dibawa Asep dalam pencalonannya. Ia ingin melanjutkan pekerjaan yang menurutnya belum seluruhnya tuntas selama memimpin Desa Kumpay.

Asep Pulloh merupakan putra kelahiran Desa Kumpay, 12 Maret 1975. Ia saat ini masih menjabat sebagai Kepala Desa Kumpay untuk periode 2019-2027.

Keputusannya untuk kembali mencalonkan diri bukan tanpa alasan. Ia melihat perjalanan selama delapan tahun terakhir sebagai sebuah proses panjang dalam membangun fondasi pembangunan desa.

Menurut Asep, sejak awal menjabat, pemerintah desa telah menyusun dan mendesain skema pembangunan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Dokumen tersebut menjadi pijakan dalam menerjemahkan visi dan misi pembangunan Desa Kumpay.

“2019 sampai 2027 kita sebagai incumbent sudah mencetak dan mendesain skema RPJMDes selama delapan tahun. Itu sudah dituangkan dan menjadi awal dari bentuk visi misi yang ada di Desa Kumpay,” kata Asep seusai menyerahkan berkasnya pada Jum'at (4/9/2026). 

Tetapi bagi Asep, pembangunan desa bukanlah pekerjaan yang selesai hanya karena satu periode kepemimpinan berakhir.

Ia mengakui, sejumlah program yang telah dituangkan dalam RPJMDes belum seluruhnya terealisasi 100 persen. Karena itu, ia ingin melanjutkan sejumlah program yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Dalam ungkapan Sunda, Asep menyebut prinsip tersebut dengan kalimat sederhana namun sarat makna: “Kapameng dilajeng, dilajengkeun.”
Artinya, apa yang sudah dimulai dan belum selesai, akan dilanjutkan.

Bagi Asep, keberlanjutan menjadi penting agar pembangunan yang telah dirancang tidak terputus hanya karena pergantian periode. Ia ingin apa yang sudah menjadi fondasi selama kepemimpinannya dapat terus dikembangkan pada periode berikutnya.

Gagasan itu kemudian berkaitan erat dengan sebuah motto yang telah dibangun sejak awal perjalanan politik dan kepemimpinannya di Desa Kumpay.

Asep mengatakan, motto tersebut berawal dari sebuah mimpi pada 2018. Mimpi itu kemudian dituangkan dalam visi dan misi hingga melahirkan sebuah inovasi yang menjadi identitas pembangunan Desa Kumpay.

Motto tersebut adalah Kumpay CEKAS.
CEKAS merupakan akronim dari Cageur, Endah, Kayungyun, Aman, Sabilulungan.

Lima kata tersebut bukan sekadar rangkaian slogan. Bagi Asep, CEKAS menjadi gambaran tentang arah yang ingin dibangun untuk Desa Kumpay: masyarakat yang sehat, lingkungan yang indah, kehidupan yang penuh rasa kebersamaan dan kepedulian, kondisi desa yang aman, serta pembangunan yang dilakukan secara gotong royong.

Kini, langkah Asep menuju periode 2027-2034 dimulai dengan penyerahan berkas bakal calon kepala desa.

Di tengah penampilannya dengan iket, baju dan celana serba putih sebagai Ki Bodas, Asep membawa pesan tentang keberlanjutan.
Ia tidak ingin pembangunan Desa Kumpay dimulai dari nol. Fondasi yang telah dibangun selama periode 2019-2027 ingin ia lanjutkan dengan visi Kumpay CEKAS.

Sebab bagi Ki Bodas, pembangunan desa bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang bagaimana sebuah mimpi yang sudah dirancang dapat terus diwujudkan secara bertahap.

“Kapameng dilajeng, dilajengkeun.”
Sebuah kalimat sederhana yang kini menjadi semangat Asep Pulloh untuk kembali menawarkan keberlanjutan pembangunan Desa Kumpay menuju periode 2027-2034.(hdi) 

Berita Terbaru

PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

Nasional13 menit lalu
5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

Lifestyle26 menit lalu
Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Lifestyle43 menit lalu
Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Nasional2 jam lalu
Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Headline2 jam lalu
Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Headline2 jam lalu
MUI Desak Presiden Tobat Nasuha Agar Serius Tangani Karhutla? Simak Berita Updatenya Disini!

MUI Desak Presiden Tobat Nasuha Agar Serius Tangani Karhutla? Simak Berita Updatenya Disini!

Nasional2 jam lalu
Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Nasional3 jam lalu
Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Olahraga4 jam lalu