Polres Subang Kerahkan 675 Personel Amankan Pilkades Serentak di 165 Desa

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepolisian Resor (Polres) Subang menyiapkan ratusan personel untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sebanyak 675 personel disiapkan untuk mengawal seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto mengatakan, pengamanan Pilkades serentak menjadi salah satu program prioritas sejak dirinya menjabat sebagai Kapolres Subang.
Polres Subang Kerahkan 675 Personel Amankan Pilkades Serentak di 165 Desa
Menurutnya, Pilkades kali ini memiliki skala besar karena melibatkan 165 desa yang tersebar di 28 kecamatan. Tercatat ada sekitar 630 tempat pemungutan suara (TPS) dengan 544 calon kepala desa yang akan berkompetisi.
"Untuk pelaksanaan Pilkades, kebetulan saya sudah hampir tiga bulan menjabat sebagai Kapolres Subang. Selama kami bertugas, ini menjadi program prioritas kami, khususnya untuk mengamankan suksesnya pelaksanaan Pilkades serentak," ujar Andi dikutip dari YouTube Pasundan Ekspres TV dalam program Bincang-Bincang Pasundan.
Ia menjelaskan, pengamanan telah dipersiapkan sejak tahapan awal, mulai dari pendaftaran bakal calon, pengundian nomor urut, deklarasi damai, hingga proses pemungutan suara dan pelantikan kepala desa terpilih.
Dari total kekuatan personel yang dimiliki Polres Subang, sebanyak 675 personel telah disiapkan untuk mendukung pengamanan. Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kedekatan wilayah dan potensi kerawanan di masing-masing desa.
Polres Subang juga membuka kemungkinan meminta bantuan personel dari TNI, Satpol PP, serta melibatkan Linmas apabila perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) membutuhkan tambahan kekuatan.
Petakan Wilayah Rawan Konflik
Selain menyiapkan personel, Polres Subang telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah yang dinilai berpotensi mengalami gesekan selama tahapan Pilkades.
Andi mengatakan, langkah antisipasi dilakukan melalui pendekatan langsung kepada para calon kepala desa, tim sukses, tokoh masyarakat, hingga perangkat pemerintahan di tingkat desa.
Polisi juga mengoptimalkan program sambang melalui kegiatan Sapa RT dan Sapa RW. Patroli bersama TNI serta koordinasi dengan tiga pilar desa turut dilakukan untuk menyampaikan imbauan agar masyarakat menjaga situasi tetap kondusif.
Menurut Andi, salah satu kejadian yang sempat menjadi perhatian terjadi saat pengundian nomor urut calon kepala desa di wilayah Patimban. Ketika itu, sempat muncul keributan antara pendukung calon.
Namun, persoalan tersebut berhasil diselesaikan setelah Kapolsek dan unsur TNI setempat turun tangan. Peristiwa itu menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kita sudah memetakan beberapa lokasi yang kami rasa rawan gesekan. Kami berusaha terus menyampaikan bahwa siapa pun yang melakukan tindak kejahatan akan diproses sesuai aturan," katanya.
Ia menegaskan, perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan hal yang wajar. Namun, masyarakat diminta tidak menjadikan perbedaan dukungan sebagai alasan untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Pengamanan hingga Pelantikan
Kapolres Subang menekankan bahwa keberhasilan pengamanan Pilkades tidak hanya diukur dari kelancaran hari pemungutan suara.
Menurutnya, seluruh tahapan harus berjalan aman dan tertib, termasuk ketika hasil pemilihan diumumkan hingga pelantikan kepala desa terpilih.
Ada tiga indikator utama keberhasilan yang menjadi perhatian Polres Subang, yakni seluruh tahapan berjalan lancar, masyarakat dapat menerima hasil pemilihan, serta seluruh pihak kembali bersatu untuk mendukung pembangunan desa setelah pelantikan.
Andi juga menegaskan, tugas pengamanan tidak langsung berakhir setelah proses pemungutan suara selesai. Polisi tetap akan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi gangguan pascapemilihan.
Ia berharap pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Subang dapat menjadi contoh penyelenggaraan demokrasi tingkat desa yang aman dan kondusif.
"Kalau kita pecah, kita tidak bisa membangun. Tidak ada kemajuan yang lahir dari perselisihan, tetapi ada kekuatan yang lebih besar daripada kebersamaan," pungkasnya.
(ipa)
