Polsub Jalin Sinergi Strategis dengan UPM Malaysia, Dorong Internasionalisasi dan Peningkatan Mutu Pendidikan Vokasi

SUBANG-Semangat internasionalisasi dan peningkatan mutu pendidikan vokasi terus didorong Politeknik Negeri Subang (Polsub). Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Polsub melalui Jurusan Pertanian melakukan lawatan kerja sekaligus benchmarking strategis ke Universiti Putra Malaysia (UPM), salah satu perguruan tinggi terkemuka di Asia yang memiliki keunggulan di bidang pertanian dan riset.
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda kunjungan institusional, tetapi diarahkan untuk menggali praktik terbaik dalam pengembangan pendidikan vokasi, penelitian, hingga inovasi ketahanan pangan. Delegasi POLSUB dipimpin langsung oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Polsub, Wiwik Endah Rahayu.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi secara khusus menyambangi dua unit utama UPM yang menjadi rujukan dalam pengembangan akademik dan riset pertanian, yakni Faculty of Agriculture (Fakultas Pertanian) dan Institute of Tropical Agriculture and Food Security (ITAFoS).
Turut dalam rombongan, Ketua Jurusan Pertanian Polsub, Laras Sirly Safitri, S.K.PM., M.Si., bersama sejumlah dosen dan staf. Setibanya di Faculty of Agriculture UPM, rombongan disambut oleh pakar Agribusiness Supply Chain Management sekaligus Head of Department of Agribusiness and Bioresource Economics UPM, Assoc. Prof. Dr. Nolila Mohd Nawi.
Pada agenda tersebut, delegasi Polsub menggali berbagai informasi mengenai ekosistem pendidikan tinggi pertanian yang terpadu, termasuk strategi penyusunan kurikulum pertanian modern mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral. "Kami saling bertukar ilmu mengenai pengembangan pembelajaran praktik lapangan berbasis kompetensi, hingga pengelolaan program pertukaran mahasiswa dan kolaborasi pengajaran," ungkap Laras dalam sesi diskusi, Kamis (27/8/2026).
Pertukaran gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai peluang kerja sama yang lebih konkret antara Polsub dan UPM. Sejumlah program yang dijajaki antara lain penyelarasan kurikulum terapan di bidang agroindustri dan pertanian, menghadirkan dosen tamu internasional, serta program pertukaran mahasiswa vokasi atau student mobility. "Dari sini, kami berdiskusi untuk membahas peluang sinergi berupa penyelarasan kurikulum terapan di bidang agroindustri dan pertanian, kesempatan menghadirkan guest lecturer atau dosen tamu internasional, serta program pertukaran mahasiswa vokasi (student mobility) antara kedua institusi," jelas Wiwik.
Agenda strategis kemudian berlanjut ke ITAFoS, lembaga riset multidisiplin yang fokus pada pertanian tropis dan ketahanan pangan. Di lembaga tersebut, rombongan Polsub disambut oleh Dr. Mamat Hamidi bin Kamalludin, Head of the Laboratory of Sustainable Animal Production and Biodiversity ITAFoS UPM.
Pertemuan dengan ITAFoS memberikan wawasan baru bagi Polsub mengenai pengelolaan pusat riset multidisiplin dalam menghasilkan inovasi yang memiliki dampak nyata. Dalam diskusi tersebut, kedua institusi bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan laboratorium, riset terintegrasi, hingga hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian di bidang inovasi agrokomoditas. "Kami juga membuka peluang kolaborasi riset terapan dan publikasi ilmiah bersama, pengembangan teknologi biochar, tata kelola limbah pertanian, inovasi ketahanan pangan, serta peningkatan kapasitas peneliti dan laboratorium di Polsub," katanya.
Hasil benchmarking dan serap praktik baik atau best practices tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi, tetapi menjadi pijakan penting dalam merumuskan arah strategis pengembangan Jurusan Pertanian Polsub ke depan.
Laras menegaskan, kerja sama dengan UPM menjadi salah satu langkah strategis Polsub dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar mampu bersaing di tingkat global. "Kolaborasi ini merupakan salah satu langkah yang sejalan dengan komitmen Polsub untuk terus melahirkan lulusan yang berdaya saing global serta menghasilkan karya inovasi terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia industri agrokomoditas," tegasnya.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana interaktif tersebut ditutup dengan pertukaran cenderamata serta pembahasan tindak lanjut kerja sama. Saat ini, Polsub dan UPM tengah melakukan penjajakan kerja sama formal melalui penyusunan Naskah Kesepahaman (MoU/MoA).
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan program pendidikan, penelitian bersama, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta pengembangan inovasi di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Dengan demikian, sinergi Polsub dan UPM tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang berstandar global dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta industri agrokomoditas.(znl/sep)
