Program Kharisma SMK PGRI Subang, Strategi Cetak Lulusan Berkarakter dan Kompeten

PASUNDANEKSPRES.ID - SMK PGRI Subang terus melakukan inovasi dalam memperkuat karakter dan kompetensi peserta didik melalui program Kharisma. Program kokurikuler tersebut dirancang untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus membentuk profil lulusan yang memiliki karakter, kompetensi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Ketua Pokja Kharisma SMK PGRI Subang, Iman Rohimat, mengatakan Kharisma merupakan program kokurikuler yang menjadi bagian dari proses pendidikan di sekolah. Program tersebut melengkapi pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler dengan memberikan perhatian lebih terhadap penguatan karakter siswa.
"Kalau intrakurikuler kaitannya dengan kompetensi anak, baik skill maupun pengetahuan. Sedangkan kokurikuler ini menjadi pendukung untuk memperkuat intrakurikuler, tetapi titik beratnya kepada karakter siswa," ujarnya kepada Pasundan Ekspres, kemarin.
Menurutnya, program Kharisma hadir sebagai pengembangan dari program sebelumnya, yakni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam pelaksanaannya, Kharisma kini diarahkan untuk mengembangkan delapan dimensi profil lulusan serta tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
Ia menjelaskan, materi dalam program Kharisma dikemas melalui berbagai kegiatan yang berkaitan dengan ekologi, kewirausahaan, dunia pekerjaan, pendidikan jasmani dan kesehatan, serta penguatan karakter. Seluruh kegiatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan siswa SMK agar mereka memiliki bekal yang lebih lengkap setelah menyelesaikan pendidikan.
"Karena kita SMK, mereka harus siap memasuki dunia kerja. Nantinya kita juga akan melibatkan atau mengundang pihak industri untuk memberikan materi yang berkaitan dengan dunia pekerjaan," katanya.
Dalam pelaksanaannya, program Kharisma dilakukan secara terstruktur di ruang kelas. Siswa mengikuti pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan, sementara guru bertugas memberikan materi dan pendampingan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua jam pembelajaran setiap Jumat.
Untuk mengukur keberhasilan program, setiap guru diwajibkan menyusun rencana pembelajaran, materi, serta bentuk penilaian yang akan diberikan kepada siswa. Evaluasi dilakukan secara berkala, termasuk melalui asesmen terhadap kompetensi yang telah dipelajari peserta didik.
"Penilaiannya sama seperti pembelajaran biasa. Misalnya materi yang diberikan adalah menghafal ayat-ayat, maka siswa akan diuji apakah sudah kompeten atau belum. Jadi keberhasilannya tetap diukur melalui proses pembelajaran dan asesmen," jelasnya.
Memperkuat Karakter Seluruh Siswa SMK PGRI Subang
Ia berharap program Kharisma dapat semakin memperkuat karakter seluruh siswa SMK PGRI Subang sehingga mampu mencapai delapan dimensi profil lulusan yang ditetapkan pemerintah.
Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga beriman, mampu berwirausaha, siap bekerja, peduli terhadap lingkungan, memiliki kesehatan jasmani yang baik, serta melek teknologi.
"Maka dengan demikian, para alumni SMK PGRI diharapkan memiliki karakter kuat dan mampu memberikan kontribusi positif ketika terjun ke dunia kerja maupun masyarakat," pungkasnya.(znl/sep)
