Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ratusan Nelayan Subang Tak Melaut, Solar Bersubsidi Sulit Didapat

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|10:19 WIB
Bagikan:
Ratusan Nelayan Subang Tak Melaut, Solar Bersubsidi Sulit Didapat
- Sejumlah kapal nelayan di Muara Ciasem, Subang, bersandar saat nelayan menghadapi kesulitan memperoleh solar bersubsidi untuk melaut. (Foto: detik.com)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kelangkaan solar bersubsidi mengganggu aktivitas nelayan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Muara Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ratusan nelayan dilaporkan terpaksa berhenti melaut karena kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk mengoperasikan kapal.

Kondisi tersebut terjadi di wilayah Desa Muara, Kecamatan Blanakan. Sejumlah kapal terlihat bersandar di dermaga karena pemiliknya tidak memperoleh solar yang dibutuhkan untuk melaut.

Ironisnya, aktivitas penangkapan ikan terganggu ketika hasil tangkapan disebut mulai membaik. Akibatnya, nelayan kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan harian dari hasil laut.

Nelayan Subang Kesulitan Mendapatkan Solar

Salah seorang nelayan setempat, Anwar, mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejumlah nelayan lain sudah tidak melaut hingga sekitar 10 hari akibat sulitnya mendapatkan solar.

Menurut Anwar, pasokan yang tersedia sangat terbatas sehingga tidak semua nelayan memperoleh bahan bakar. Sebagian nelayan terpaksa mengantre sambil membawa jeriken untuk mendapatkan sisa stok yang tersedia.

Situasi tersebut membuat aktivitas melaut terhenti bagi nelayan yang tidak kebagian solar.

Anwar berharap pasokan solar dapat segera ditambah agar nelayan kembali menjalankan aktivitasnya dan memperoleh penghasilan.

Kebutuhan Tinggi, Stok Solar Terbatas

Ketua KPL Mina Bahari Muara Ciasem, Ade Kardi, membenarkan adanya kesulitan memperoleh bahan bakar di kalangan nelayan.

Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan tingginya kebutuhan BBM dibandingkan stok yang tersedia. Ia berharap Pertamina menambah kuota solar bersubsidi untuk penyalur di wilayah Ciasem Hilir.

Penambahan pasokan dinilai penting agar nelayan tidak terus mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk melaut.

Tanpa pasokan yang memadai, kapal-kapal nelayan berisiko tetap bersandar dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir terganggu.

SPBN di TPI Mina Bahari Belum Beroperasi

Persoalan pasokan solar juga berkaitan dengan belum beroperasinya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan TPI KUD Mina Bahari.

Berdasarkan laporan media setempat, pengurus KUD masih mengurus proses perizinan kepada instansi terkait agar fasilitas tersebut dapat beroperasi dan melayani kebutuhan bahan bakar nelayan.

Keberadaan SPBN diharapkan dapat membantu mempermudah akses nelayan terhadap solar bersubsidi. Namun, selama fasilitas itu belum beroperasi, nelayan masih bergantung pada penyalur yang tersedia di sekitar wilayah mereka.

Meski demikian, belum beroperasinya SPBN dan keterbatasan stok di penyalur lain merupakan dua persoalan yang perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana keduanya memengaruhi distribusi solar di lapangan.

Pasokan Ikan dan Penghasilan Nelayan Terancam

Kelangkaan solar tidak hanya berdampak pada kegiatan melaut, tetapi juga berpotensi memengaruhi rantai ekonomi perikanan.

Ketika kapal tidak beroperasi, nelayan kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan. Aktivitas penjualan ikan di tempat pelelangan juga berpotensi terganggu apabila hasil tangkapan yang masuk berkurang.

Kondisi tersebut dapat berdampak pada pedagang ikan dan pelaku usaha lain yang bergantung pada aktivitas perikanan di kawasan pesisir.

Karena itu, nelayan berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengevaluasi kebutuhan serta distribusi solar bersubsidi agar pasokan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Nelayan Menunggu Solusi Pasokan Solar

Nelayan Muara Ciasem berharap persoalan pasokan solar segera mendapat penanganan dari pihak terkait, terutama melalui evaluasi kuota dan kelancaran distribusi.

Penambahan pasokan perlu didasarkan pada kebutuhan riil nelayan, jumlah kapal yang beroperasi, serta realisasi konsumsi BBM di wilayah tersebut.

Di sisi lain, penyelesaian proses perizinan SPBN juga diharapkan dapat memperluas akses pengisian bahan bakar khusus nelayan.

Bagi masyarakat pesisir Muara Ciasem, ketersediaan solar bukan sekadar persoalan distribusi BBM. Bahan bakar tersebut menjadi kebutuhan utama untuk melaut, memperoleh penghasilan, dan menjaga aktivitas ekonomi perikanan tetap berjalan.

Berita Terbaru

Breaking News! Eks Kapolri LSP Ditetapkan Tersangka Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Breaking News! Eks Kapolri LSP Ditetapkan Tersangka Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Headline58 menit lalu
Liga Pelajar Piala Kapolres Subang 2026 Resmi Ditutup, SMPN 1 Pamanukan dan SMKN 1 Cipunagara Raih Juara

Liga Pelajar Piala Kapolres Subang 2026 Resmi Ditutup, SMPN 1 Pamanukan dan SMKN 1 Cipunagara Raih Juara

Subang2 jam lalu
SK Dewan Pengupahan Belum Ditandatangani, SPSI Subang Desak Bupati Segera Bertindak

SK Dewan Pengupahan Belum Ditandatangani, SPSI Subang Desak Bupati Segera Bertindak

Subang2 jam lalu
Ungkap Kasus Curanmor, Satreskrim Polres Purwakarta Amankan 6 Terduga Pelaku

Ungkap Kasus Curanmor, Satreskrim Polres Purwakarta Amankan 6 Terduga Pelaku

Purwakarta2 jam lalu
ADVERTISEMENT
SIDALI Dirancang Dukung Penanganan Persoalan di Lingkungan

SIDALI Dirancang Dukung Penanganan Persoalan di Lingkungan

Purwakarta2 jam lalu
Wabup Agus Masykur Lepas Tim Sepak Bola Porprov Subang, Targetkan Medali Emas

Wabup Agus Masykur Lepas Tim Sepak Bola Porprov Subang, Targetkan Medali Emas

Subang2 jam lalu
Posisi Sekretaris DPD Golkar Purwakarta Jadi Rebutan

Posisi Sekretaris DPD Golkar Purwakarta Jadi Rebutan

Purwakarta2 jam lalu
Madrasah Aliyah Negeri 1 Subang Tanamkan Budaya Membaca Gencarkan Selasa Literasi

Madrasah Aliyah Negeri 1 Subang Tanamkan Budaya Membaca Gencarkan Selasa Literasi

Subang2 jam lalu
Hindari Gangguan Sistem, SMK Informatika Pasundan Pilih TKA Gelombang 2

Hindari Gangguan Sistem, SMK Informatika Pasundan Pilih TKA Gelombang 2

Purwakarta2 jam lalu
Swiss-Bellhotel Karawang Rayakan Halloween di Lantai 16

Swiss-Bellhotel Karawang Rayakan Halloween di Lantai 16

Karawang2 jam lalu