Revitalisasi Bahasa Daerah 2026, Disdikbud Subang Perkuat Pelestarian Bahasa Sunda di Era Digital

SUBANG- Disdikbud Subang perkuat pelestarian Bahasa Sunda. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang menggelar kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pelestarian Bahasa Sunda di lingkungan pendidikan.
Kegiatan yang diikuti oleh guru jenjang SD dan SMP ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme, pada Kamis (30/7/2026). Menghadirkan berbagai materi strategis terkait penguatan kurikulum muatan lokal hingga digitalisasi aksara Sunda.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, yakni Risnawati Ahmad, M.Pd. dan Dadan Sutisna, M.Pd., serta melibatkan MGMP Bahasa Sunda dan Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah Guru (FKKKG) SD Kabupaten Subang sebagai mitra pelaksana. Melalui kolaborasi tersebut, Disdikbud Subang berharap revitalisasi bahasa daerah dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Sebanyak 120 peserta dari jenjang SD dan SMP mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari peningkatan kapasitas pendidik dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Sunda di sekolah.
Suasana semakin semarak dengan penampilan seni budaya yang menjadi pembuka kegiatan. Siswa SMP Negeri 2 Pagaden menampilkan atraksi seni silat yang memukau, sementara siswa SDN Ciheuleut Subang mempersembahkan seni ngadongeng yang menunjukkan kekayaan tradisi lisan Sunda. Penampilan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa bahasa dan budaya daerah masih hidup serta berkembang di kalangan generasi muda.
Ketua pelaksana kegiatan yang juga Kepala Seksi Kurikulum SD Disdikbud Kabupaten Subang, Dinna Juliana Saptarini, S.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah diikuti oleh 120 peserta dari jenjang SD dan SMP.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi.
"Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk melestarikan bahasa daerah agar tetap digunakan, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi muda. Di era digital saat ini, pelestarian bahasa daerah menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, H. Heri Sopandi, S.Sos., M.M.Pd., yang diwakili oleh Kepala Bidang SD/SMP Leni, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Turut hadir Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Apud Setiawan, S.T., M.M., yang memberikan penguatan mengenai pentingnya menjaga dan membudayakan penggunaan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat Sunda.
Pada sesi inti, peserta memperoleh materi mengenai Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Sunda yang disampaikan oleh Risnawati Ahmad, M.Pd. Materi tersebut membahas strategi implementasi pembelajaran Bahasa Sunda yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini sekaligus memperkuat karakter peserta didik melalui pelestarian budaya lokal.
Selanjutnya, Dadan Sutisna, M.Pd. dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat memaparkan materi mengenai Digitalisasi Aksara Sunda, yang menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam menjaga keberlangsungan aksara Sunda di era modern.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Bedah Petunjuk Teknis Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang dipandu oleh MGMP Bahasa Sunda dan FKKKG SD Kabupaten Subang sebagai bekal pelaksanaan program di tingkat sekolah.
Seluruh rangkaian kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 berlangsung sesuai jadwal dan mendapat respons positif dari seluruh peserta.(znl)
