Tanam 1000 Mangrove di Hari Mangrove Internasional, Upaya Pemuda PERSIS Cegah Abrasi di Subang

SUBANG - Pemuda PERSIS cegah abrasi di Subang dalam rangka memperingati Hari Mangrove Internasional. sekelompok orang dari berbagai latar komunitas menanam 1000 pohon mangrove di pesisir Pondok Bali, Kabupaten Subang, Kamis (30/7/2026). Aksi ini merupakan inisiasi PD Pemuda PERSIS Kabupaten Subang bersama PHE ONWJ Jabar, Pemerintah Daerah, Komunitas Mangrupiyah, dan Gusdurian.
Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan PP Pemuda PERSIS yaitu Andri Nurkamal selaku Wakil Sekretaris Umum, Ade Rahmat selaku Bidang Lingkungan Hidup, Ismail Insan Kamil selaku Sekbid Polkam, dan Khoerul Rizky selaku Anggota Lembaga Pengembangan Media. Penanaman mangrove dilakukan sebagai upaya menahan abrasi di pesisir utara Subang yang terus tergerus air laut.
Wakil Sekretaris Umum PP Pemuda PERSIS, Andri Nurkamal, menegaskan posisi organisasi dalam isu lingkungan. "Sebagai manusia dan penggerak dakwah, Pemuda PERSIS memiliki keberpihakan yang jelas dan nyata dalam menjaga lingkungan agar stabil terjaga untuk masa depan generasi," ujarnya.
Senada dengan itu, Kabid Lingkungan Hidup PP Pemuda PERSIS, Ade Rahmat, menyampaikan bahwa fokus bidangnya adalah menjaga ekosistem. "Di antara konsen bidang kami ialah terjaganya ekosistem lingkungan melalui implementasi eko-teologi yang serius, masif dan terukur," kata Ade.
Ketua Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Mayangan sekaligus Kabid LH PD Pemuda PERSIS Kab. Subang, Alvian Noor, mengatakan kolaborasi lintas komunitas membuat program di lapangan lebih mudah berjalan. "Kesempatan ini alhamdulillah bisa terlaksana karena kolaborasi bersama OKP Pemuda PERSIS dan Gusdurian. Sebagai warga lokal, kolaborasi ini meringankan setiap program yang akan kita laksanakan, sekarang maupun ke depan," kata Alvian di lokasi.
Dalam kesempatan yang sama, Alvian menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari "ibadah lingkungan". Menurutnya, Islam melarang kerusakan alam. "Alhamdulillah, terjalinnya kolaborasi ini menjadi langkah luar biasa untuk sama-sama menjadi penjaga semesta. Penanaman mangrove ini langkah besar untuk menyelamatkan tanah yang terus tergerus abrasi," ujarnya.
"Program Pertamina PHE ONWJ melalui KKPMPM ini, berkolaborasi dengan Pemuda PERSIS serta Gusdurian, menjadi modal besar ke depan untuk menjaga kelestarian alam dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir utara," tambahnya.
Alvian juga berharap kolaborasi serupa bisa diperluas. Ia menyebut kader Pemuda PERSIS tersebar di sepanjang pesisir utara, mulai Bekasi hingga Cirebon, dan siap menjadi mitra program lingkungan Pertamina.
Selain penanaman mangrove, program Alat Pemecah Ombak juga sudah dipasang di Desa Mayangan untuk menahan abrasi. Di desa yang sama, Masjid PJ PERSIS Al-Furqon yang berada di titik paling ujung disebut warga sebagai benteng terakhir. "Bukan hanya menahan abrasi tanah, tapi juga abrasi akidah dan akhlak masyarakat pesisir," kata Alvian.
Aksi penanaman 1000 mangrove ini menjadi salah satu program lingkungan terbesar Pemuda PERSIS Subang di tahun 2026.
