Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sekda Kabupaten Subang 2026: Visi Pembangunan dan Birokrasi

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:03 WIB
Bagikan:
Sekda Kabupaten Subang 2026: Visi Pembangunan dan Birokrasi
Dua calon Sekda Kabupaten Subang 2026, yaitu Iwan Syahrul dan Rahmat Effendi (Image From: Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Dua gagasan pada Sekda Kabupaten Subang 2026. Pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang 2026 tidak hanya mempertemukan sejumlah nama calon pejabat. Di balik proses seleksi tersebut, muncul berbagai gagasan mengenai bagaimana birokrasi dan pembangunan Subang akan dikelola dalam beberapa tahun ke depan.

Dua Gagasan pada Sekda Kabupaten Subang 2026: Rahmat Effendi dan Iwan Syahrul 

Dua gagasan yang muncul dalam tahapan pemaparan visi dan misi datang dari Rahmat Effendi dan Iwan Syahrul Anwar.

Rahmat membawa pendekatan yang menitikberatkan pada pembiayaan pembangunan, sementara Iwan menawarkan pendekatan yang berfokus pada integrasi kinerja birokrasi.

Keduanya berangkat dari persoalan yang berbeda, tetapi memiliki titik temu yang sama: bagaimana pemerintah daerah dapat bergerak lebih efektif untuk mengejar target pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Rahmat: Mencari Ruang Pembiayaan di Tengah Keterbatasan Fiskal

Bagi Rahmat, salah satu persoalan penting yang harus dijawab Subang adalah keterbatasan kemampuan fiskal.

Kondisi tersebut menjadi semakin penting ketika daerah sedang memasuki fase pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan Pelabuhan Patimban dan kawasan industri.

Pertumbuhan investasi membutuhkan dukungan infrastruktur, pelayanan publik dan berbagai fasilitas pendukung. Sementara itu, kemampuan APBD memiliki batas.

Karena itu, Rahmat menawarkan konsep creative financing sebagai salah satu pendekatan untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan.

Gagasan tersebut tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi mencoba mengoptimalkan berbagai sumber daya yang dimiliki Subang.

Lima skema yang menjadi bagian dari gagasan tersebut meliputi:

  • Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek tertentu yang membutuhkan pembiayaan dan investasi besar.
  • Bangun Guna Serah dan kerja sama pemanfaatan aset untuk mengoptimalkan aset pemerintah daerah.
  • Penguatan BUMD agar dapat mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang tumbuh di kawasan industri.
  • Sinkronisasi CSR perusahaan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
  • Penguatan peran BAZNAS untuk mendukung program sosial seperti beasiswa, pemberdayaan UMKM dan perlindungan masyarakat kurang mampu.

Dalam pendekatan ini, Sekda tidak hanya ditempatkan sebagai koordinator administrasi pemerintahan. Posisi tersebut juga dipandang memiliki peran dalam mengonsolidasikan kebijakan anggaran dan memastikan program pembangunan memiliki dukungan pembiayaan.

Iwan: Membuat Birokrasi Bergerak dalam Satu Arah

Sementara itu, Iwan melihat persoalan dari sisi berbeda.

Tantangan yang disorot bukan terutama mengenai sumber pembiayaan, melainkan bagaimana mesin birokrasi bekerja.

Menurut gagasan yang disampaikannya dalam proses seleksi, pemerintah daerah membutuhkan sistem yang mampu menghubungkan pekerjaan setiap perangkat daerah dan ASN dengan target pembangunan secara lebih terukur.

Untuk itu, Iwan menawarkan model integratif yang menghubungkan tiga sistem yang telah digunakan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, yaitu SIPD, Singa Breade dan Sajati.

Ketiga sistem tersebut diarahkan menjadi bagian dari pusat kendali kinerja birokrasi.

Konsep ini bertujuan agar data perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kinerja tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan integrasi tersebut, setiap perangkat daerah diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai target dan pekerjaan yang harus diselesaikan.

Keduanya memperlihatkan bahwa tantangan Subang ke depan memiliki lebih dari satu dimensi. Pembangunan membutuhkan sumber daya, sementara sumber daya tersebut membutuhkan birokrasi yang mampu mengelolanya.

Pada akhirnya, efektivitas pemerintahan daerah akan sangat ditentukan oleh bagaimana gagasan-gagasan tersebut diterjemahkan menjadi program, dilaksanakan secara konsisten, dan diukur berdasarkan dampaknya terhadap pelayanan serta kebutuhan masyarakat.

(ipa) 

Berita Terbaru

Peringati 1 Tahun Pasar Sasagaran, Bupati Purwakarta Dorong Desa jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Peringati 1 Tahun Pasar Sasagaran, Bupati Purwakarta Dorong Desa jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Purwakarta5 menit lalu
Nama SMAN 1 Pagaden Terseret Video Viral, Pihak Sekolah Akhirnya Buka Suara

Nama SMAN 1 Pagaden Terseret Video Viral, Pihak Sekolah Akhirnya Buka Suara

Jawa Barat12 menit lalu
Guru Diduga Rekam Bagian Dalam Rok Siswa di Pagaden Subang? Simak Berita Updatenya Disini!

Guru Diduga Rekam Bagian Dalam Rok Siswa di Pagaden Subang? Simak Berita Updatenya Disini!

Subang16 menit lalu
Daerah Jadi Rumah Industri, Andhika Soroti Keadilan Pembagian Manfaat Ekonomi

Daerah Jadi Rumah Industri, Andhika Soroti Keadilan Pembagian Manfaat Ekonomi

Jawa Barat26 menit lalu
ADVERTISEMENT
379.373 Ribu Anak Jabar Tidak Sekolah, Andhika Dorong SADA Jabar Jadi Senjata Pemerataan Pendidikan

379.373 Ribu Anak Jabar Tidak Sekolah, Andhika Dorong SADA Jabar Jadi Senjata Pemerataan Pendidikan

Jawa Barat30 menit lalu
Agenda Besar Pemkab Bandung Barat Tangani 15.279 Rutilahu, Baru 367 Rumah Tercover APBD

Agenda Besar Pemkab Bandung Barat Tangani 15.279 Rutilahu, Baru 367 Rumah Tercover APBD

Bandung Barat45 menit lalu
Karhutla Subang Capai 91 Hektare, Gunung Kujang Terbakar Hampir Sepekan

Karhutla Subang Capai 91 Hektare, Gunung Kujang Terbakar Hampir Sepekan

Subang59 menit lalu
Komplotan Curanmor di Karawang Ditangkap, Polisi Sita 7 Motor Hasil Curian

Komplotan Curanmor di Karawang Ditangkap, Polisi Sita 7 Motor Hasil Curian

Karawang1 jam lalu
Kapolsek Subang Ingatkan Pelajar SMK Pasundan Jauhi Geng Motor, Narkoba dan Pergaulan Bebas

Kapolsek Subang Ingatkan Pelajar SMK Pasundan Jauhi Geng Motor, Narkoba dan Pergaulan Bebas

Subang1 jam lalu
Sekda Kabupaten Subang 2026: Visi Pembangunan dan Birokrasi

Sekda Kabupaten Subang 2026: Visi Pembangunan dan Birokrasi

Subang1 jam lalu