SLB Negeri Trituna Ciheuleut Subang Bekali Siswa Keterampilan Vokasi

SUBANG-Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Trituna Ciheuleut Subang tidak hanya memberikan pembelajaran akademik bagi peserta didik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan vokasi yang dapat menjadi bekal untuk kehidupan sehari-hari maupun peluang usaha di masa depan.
Melalui tiga program unggulan, yakni STEAM, tata boga, dan cleaning service, para siswa dilatih untuk memiliki keterampilan praktis sesuai dengan kemampuan masing-masing. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun kemandirian siswa sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.
Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah keterampilan tata boga. Dalam kegiatan ini, siswa dilatih membuat berbagai produk makanan, salah satunya QQ Ball. Produk yang dibuat tidak hanya menjadi hasil pembelajaran, tetapi juga dapat dibawa pulang untuk diperlihatkan kepada orang tua maupun dipasarkan melalui kantin sekolah.
Pengasuh Kelas Tata Boga, Nur Baiti, mengatakan proses pembuatan produk dilakukan secara berulang agar siswa benar-benar memahami tahapan kerja dan mampu mempraktikkannya secara mandiri. "Menunya dibuat berulang-ulang sampai anak paham dan bisa membuatnya sendiri di rumah. Kalau sudah bisa, hasilnya juga bisa diperjualbelikan," ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk memanfaatkan keterampilan yang dimiliki secara produktif. Kegiatan tata boga dilaksanakan setiap Rabu hingga Jumat setelah siswa menyelesaikan aktivitas di lapangan.
Selain menghasilkan produk, proses pembelajaran juga mengenalkan siswa pada tahapan kerja yang dilakukan secara konsisten dan bertahap.
Waka Humas SLB Negeri Trituna, Heni Handayani, mengatakan keterampilan vokasi menjadi salah satu bekal penting bagi siswa ketika nantinya kembali ke lingkungan masyarakat. "Harapannya, ketika sudah lulus dari sekolah, mereka memiliki keterampilan sebagai penunjang masa depan dan bekal dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Tak hanya keterampilan produktif, sekolah juga memberikan pembiasaan yang mendukung kesiapan siswa dalam menjalani aktivitas secara mandiri. Kegiatan tersebut meliputi salat duha, senam, pembelajaran program khusus, hingga edukasi mengenai sex education dan bullying bagi siswa dewasa.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ina Wahyuni, menjelaskan bahwa pembentukan kemandirian juga dimulai dari kemampuan sederhana yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam program khusus yang digelar setiap Kamis pada minggu kedua dan keempat, siswa dilatih melakukan aktivitas bina diri, seperti memakai pakaian, kaus kaki dan sepatu, mengancingkan serta melepas pakaian, hingga melipat baju.
Kemampuan motorik halus juga dilatih secara bertahap. Salah satunya melalui kegiatan memindahkan pom-pom menggunakan capit. Setelah siswa mampu menyelesaikan tahap tersebut, tingkat kesulitan ditingkatkan dengan menggunakan sumpit.
Ada pula latihan meniup menggunakan media tisu, meronce, serta berbagai aktivitas lainnya. Guru mengamati perkembangan setiap siswa untuk mengetahui kemampuan yang sudah dikuasai maupun yang masih membutuhkan pendampingan. "Harapannya tidak muluk-muluk, siswa bisa mandiri dan mampu melakukan aktivitas sendiri tanpa selalu mengandalkan orang tua di rumah," tutur Ina.
Melalui pembelajaran berbasis keterampilan tersebut, SLB Negeri Trituna Ciheuleut Subang berupaya membangun kemandirian siswa secara bertahap. Dari kemampuan mengurus diri, menghasilkan sebuah produk, hingga mengenal proses kerja dan peluang untuk menjual hasil keterampilan, seluruhnya diarahkan agar siswa memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan setelah lulus sekolah.(edp/sep)
