SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SUBANG-SMK PGRI Subang mulai memfokuskan program penyiapan tenaga kerja ke luar negeri sebagai salah satu upaya membuka peluang karier bagi para siswanya. Program tersebut dirancang untuk membekali peserta didik dengan kemampuan bahasa, pemahaman budaya, serta kesiapan mental sebelum memasuki dunia kerja internasional.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK PGRI Subang, Wahyu Sunandar, mengungkapkan bahwa pihak sekolah tengah melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah lembaga untuk mendukung penyaluran lulusan ke luar negeri. "Untuk tahun sekarang, insyaallah kami akan lebih fokus pada pekerjaan ke luar negeri. Kami sudah memiliki wadah melalui sejumlah lembaga yang siap membantu, sehingga anak-anak nantinya mempunyai kesempatan untuk bekerja di luar negeri," ungkapnya.
Menurutnya, persiapan tidak dilakukan secara mendadak ketika siswa lulus. Sekolah berencana memulai pembekalan sejak kelas X agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk mengembangkan kemampuan dan memahami persyaratan yang dibutuhkan di negara tujuan.
Saat ini, sekitar 300 siswa dari kelas X dan XI telah tergabung dalam grup komunikasi khusus. Mereka merupakan siswa yang menyatakan minat untuk bekerja ke luar negeri dan telah mendapatkan dukungan dari orang tua masing-masing.
Ia menjelaskan, tahapan awal akan mencakup pelatihan bahasa, pengenalan budaya negara tujuan, serta informasi mengenai mekanisme dan persyaratan bekerja di luar negeri. Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu siswa lebih percaya diri ketika menghadapi proses seleksi.
Selain itu, pihak sekolah tidak akan mengarahkan siswa hanya kepada satu lembaga tertentu. Sekolah berupaya memberikan informasi mengenai beberapa pilihan agar siswa dan orang tua dapat mempertimbangkan program yang paling sesuai dengan kebutuhan serta kriteria masing-masing.
"Kemampuan bahasa menjadi salah satu bekal penting yang harus disiapkan sejak dini. Dengan mengenalkan bahasa asing secara bertahap, siswa diharapkan tidak merasa asing atau takut ketika harus mengikuti pelatihan lanjutan maupun menghadapi lingkungan kerja yang berbeda," jelasnya.
Program tersebut juga masih dalam tahap penjajakan dan persiapan untuk pelaksanaan yang lebih terarah pada tahun mendatang. Sekolah berharap pelaksanaannya dapat menjadi percontohan bagi pengembangan program serupa di lingkungan SMK PGRI Subang.
Ia menilai, keberadaan berbagai industri yang terus berkembang di Subang seharusnya menjadi peluang bagi lulusan SMK untuk mengambil peran, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Karena itu, sekolah berupaya menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan dan keberanian untuk bersaing.
"Dengan banyaknya industri yang masuk ke Subang, masa kita hanya menjadi penonton di rumah sendiri? Kami ingin anak-anak bisa menjadi pelaku, memiliki kemampuan, dan berani mengambil kesempatan yang ada," pungkasnya.(znl/sep)
