Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Vasektomi di Subang melalui Program KB MOP di DP2KBP3A

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|12:10 WIB
Bagikan:
Vasektomi di Subang melalui Program KB MOP di DP2KBP3A
Vasektomi di Subang menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam program Keluarga Berencana (KB).

PASUNDANEKSPRES.ID - Vasektomi di Subang menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam program Keluarga Berencana (KB).

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, pemerintah daerah terus mendorong masyarakat agar memahami bahwa perencanaan keluarga merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelayanan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi yang dilaksanakan di Klinik Pratama Kodim 0605/Subang, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pelayanan KB pria tahun 2026 sekaligus langkah untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pilihan kontrasepsi bagi laki-laki.

Selama ini, penggunaan alat kontrasepsi masih kerap dianggap sebagai tanggung jawab perempuan. Padahal, keterlibatan suami dalam program KB dapat menjadi alternatif bagi pasangan yang telah sepakat untuk tidak menambah anak.

DP2KBP3A Subang Dorong Peningkatan Partisipasi KB Pria

Kepala Bidang Keluarga Berencana DP2KBP3A Kabupaten Subang, dr. Nadiyah Tariq Basharahil, MARS, menjelaskan bahwa pemerintah daerah menargetkan sebanyak 30 peserta pelayanan MOP sepanjang 2026.

Pada pelaksanaan putaran pertama sekitar April atau Mei, tercatat sembilan peserta mengikuti pelayanan. Sementara itu, pada kegiatan putaran kedua, terdapat 16 calon peserta yang telah masuk dalam data pendaftaran.

Menurut Nadiyah, jumlah tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai target pelayanan KB pria yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Meski demikian, calon peserta tidak otomatis dapat menjalani tindakan setelah mendaftar. Setiap peserta harus melalui pemeriksaan dan skrining kesehatan untuk memastikan kesesuaian kondisi medis sebelum tindakan dilakukan.

Pendaftaran program vasektomi di Subang dapat dilakukan melalui petugas lapangan KB, unit pelaksana teknis (UPT), maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia.

Dengan mekanisme tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi dan pendampingan sebelum memutuskan mengikuti program KB MOP.

Mengubah Pandangan Masyarakat tentang Vasektomi

Salah satu tantangan dalam meningkatkan partisipasi KB pria adalah masih adanya keraguan di kalangan laki-laki terhadap metode kontrasepsi permanen.

Penyuluh KB Kecamatan Cijambe, Yunengsih, mengatakan bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas penerimaan program vasektomi.

Menurutnya, sebagian pasangan mulai mempertimbangkan KB pria ketika istri mengalami kendala dalam menggunakan kontrasepsi tertentu, termasuk karena kondisi kesehatan atau riwayat persalinan melalui operasi sesar berulang.

Dalam situasi tersebut, vasektomi dapat menjadi salah satu pilihan yang dibicarakan bersama pasangan, sepanjang sesuai dengan kondisi medis dan keputusan kedua belah pihak.

Pada kegiatan kali ini, Kecamatan Cijambe mengikutsertakan dua peserta yang berasal dari Desa Cijambe dan Desa Gunung Tua.

Yunengsih menilai, pemahaman masyarakat perlu terus ditingkatkan agar laki-laki tidak lagi menganggap program KB sebagai urusan perempuan semata.

Edukasi yang tepat juga diperlukan untuk membantu masyarakat memahami sifat permanen vasektomi, proses pemeriksaan sebelum tindakan, serta pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Kesepakatan Suami dan Istri Menjadi Hal Penting

Dalam pelaksanaan program KB MOP di Subang, persetujuan pasangan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan.

Nadiyah menjelaskan bahwa calon peserta perlu memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, termasuk mempertimbangkan usia, jumlah anak, dan usia anak terkecil.

Sasaran program antara lain pria yang telah memiliki cukup anak dan berusia di atas 35 tahun, dengan usia di atas 40 tahun dinilai lebih sesuai.

Anak terkecil juga disarankan telah berusia lebih dari dua tahun. Namun, kelayakan mengikuti tindakan tetap perlu ditentukan melalui proses pemeriksaan dan penilaian tenaga kesehatan.

Selain persyaratan tersebut, keputusan mengikuti vasektomi perlu dibicarakan secara terbuka bersama istri.

Prinsip ini penting karena kontrasepsi permanen berkaitan dengan rencana reproduksi jangka panjang. Pasangan perlu memahami manfaat, risiko, dan konsekuensi tindakan sebelum mengambil keputusan.

Melalui pendekatan tersebut, DP2KBP3A Subang berupaya memastikan bahwa program KB tidak hanya berorientasi pada pencapaian target peserta, tetapi juga pada pemahaman dan kesiapan keluarga.

Peserta Vasektomi di Subang Berangkat dari Kesadaran Pribadi

Keterlibatan laki-laki dalam program KB juga terlihat dari pengalaman peserta yang mengikuti pelayanan MOP di Subang.

Erik, Sekretaris Desa Cisaga berusia 41 tahun, mengaku memutuskan mengikuti vasektomi setelah memiliki tiga anak. Ia menilai jumlah anak yang dimiliki sudah sesuai dengan rencana keluarganya.

Erik berharap semakin banyak laki-laki yang bersedia mencari informasi mengenai KB pria dan tidak merasa takut untuk mempertimbangkan metode tersebut.

Menurutnya, keterlibatan suami dalam perencanaan keluarga merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap pasangan dan masa depan anak-anak.

Hal serupa disampaikan Yusuf Supiadi, warga Cijambe, yang mengikuti program MOP atas keputusan pribadi dan mendapat dukungan dari istrinya.

Pengalaman kedua peserta tersebut memperlihatkan bahwa keputusan mengikuti KB pria dapat berangkat dari kesadaran mengenai kebutuhan keluarga, bukan semata-mata karena adanya program pemerintah.

Meski demikian, pengalaman seseorang tidak dapat dijadikan gambaran untuk semua peserta. Setiap calon peserta tetap perlu mendapatkan penjelasan medis dan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur.

Pelayanan MOP Menjadi Bagian dari Program TMMD ke-130

Pelayanan vasektomi di Subang kali ini juga menjadi bagian dari rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026.

Sebelumnya, pelayanan KB di Desa Cupunagara mencakup empat peserta MOP dan 20 peserta implan. Kegiatan tersebut menunjukkan adanya upaya memperluas akses pelayanan kontrasepsi melalui kerja sama berbagai pihak.

Dari sisi alokasi program, Subang memperoleh tambahan pelayanan MOP melalui hibah tingkat provinsi pada 2025. Saat itu, alokasi awal sebanyak 42 peserta mendapat tambahan 38 peserta sehingga totalnya mencapai 80 orang.

Sementara pada 2026, tidak terdapat tambahan hibah seperti tahun sebelumnya. Pelayanan pun dilaksanakan berdasarkan target tahunan yang telah ditetapkan.

Kondisi ini membuat edukasi, pendampingan calon peserta, dan koordinasi dengan petugas lapangan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program.

KB Pria untuk Mendukung Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga

Melalui program vasektomi di Subang, DP2KBP3A berharap semakin banyak pasangan yang membicarakan perencanaan keluarga secara seimbang.

KB pria bukan sekadar pilihan kontrasepsi, tetapi juga bagian dari upaya membangun komunikasi antara suami dan istri mengenai jumlah anak, kondisi kesehatan, serta kesiapan ekonomi dan pengasuhan.

Vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen bagi pria. Karena itu, keputusan untuk menjalaninya perlu dibuat secara sadar setelah calon peserta memperoleh informasi yang memadai dari tenaga kesehatan.

Masyarakat yang berminat mengikuti program KB MOP dapat mencari informasi melalui petugas lapangan KB, UPT, atau fasilitas kesehatan setempat untuk mengetahui persyaratan, jadwal pelayanan, serta tahapan pemeriksaan.

Dengan edukasi yang berkelanjutan dan dukungan pasangan, DP2KBP3A Kabupaten Subang berharap partisipasi laki-laki dalam program KB semakin meningkat.

Tujuannya agar perencanaan keluarga tidak hanya dibebankan kepada perempuan, melainkan menjadi komitmen bersama demi kesehatan dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

Berita Terbaru

Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting Meluas, Api Kian Dekat ke Area Pakan Orangutan

Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting Meluas, Api Kian Dekat ke Area Pakan Orangutan

Nasional2 menit lalu
2 Prajurit Aktif Diduga Terlibat Kasus Korupsi BNPB, KPK Surati Panglima TNI

2 Prajurit Aktif Diduga Terlibat Kasus Korupsi BNPB, KPK Surati Panglima TNI

Nasional10 menit lalu
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Kang Rey Tekankan Peran Santri dalam Membangun Negeri

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Kang Rey Tekankan Peran Santri dalam Membangun Negeri

Subang12 menit lalu
Vasektomi di Subang melalui Program KB MOP di DP2KBP3A

Vasektomi di Subang melalui Program KB MOP di DP2KBP3A

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Mitos Vasektomi Bikin Disfungsi Ereksi, Benarkah? Ini Fakta yang Perlu Diketahui Pria Subang

Mitos Vasektomi Bikin Disfungsi Ereksi, Benarkah? Ini Fakta yang Perlu Diketahui Pria Subang

Subang1 jam lalu
Daftar Event di Subang Pekan Ini, Ada Dahana Run 2026 hingga Konser Musik

Daftar Event di Subang Pekan Ini, Ada Dahana Run 2026 hingga Konser Musik

Subang1 jam lalu
Rp31,8 Triliun Program Akhir Tahun Disiapkan, Ini Jadwal Bantuan Beras, BSU, dan Diskon Nataru

Rp31,8 Triliun Program Akhir Tahun Disiapkan, Ini Jadwal Bantuan Beras, BSU, dan Diskon Nataru

Nasional1 jam lalu
DP2KBP3A Terus Dorong KB Pria di Subang, Suami Diajak Ambil Peran Lindungi Kesehatan Istri

DP2KBP3A Terus Dorong KB Pria di Subang, Suami Diajak Ambil Peran Lindungi Kesehatan Istri

Subang2 jam lalu
AS Beri Rp 4 Miliar untuk Lindungi Bangkai Kapal USS Houston di Selat Sunda

AS Beri Rp 4 Miliar untuk Lindungi Bangkai Kapal USS Houston di Selat Sunda

Nasional2 jam lalu
Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun untuk Program Akhir Tahun, Ini Rincian Bantuan dan Diskon Nataru

Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun untuk Program Akhir Tahun, Ini Rincian Bantuan dan Diskon Nataru

Nasional2 jam lalu