Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Warga Khawatir Lahan Eks Galian C di Subang Berdampak Buruk, Berharap Ada Perhatian Pemerintah

Y
Yusup SuparmanEditor: Egi
|05:40 WIB
Bagikan:
Warga Khawatir Lahan Eks Galian C di Subang Berdampak Buruk, Berharap Ada Perhatian Pemerintah
Kondisi lahan bekas tambang yang dibiarkan begitu saja dinilai bisa menimbulkan risiko baru. Lubang-lubang dalam yang menyerupai kolam dikhawatirkan menjadi bahaya tersembunyi.(Dok Pasundan Ekspres)

SUBANG-Bekas lokasi penambangan Galian C di wilayah Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, kini terlihat tidak ada aktivitas penambangan. 

Dari pantauan di lapangan pada Rabu (30/7/2025), area bekas galian tersebut tampak tidak lagi digunakan untuk aktivitas tambang.

Lahan sedalam kurang lebih 10 meter itu kini dipenuhi rumput liar yang tumbuh subur, membentuk cekungan menyerupai kolam atau balong besar.

Pantauan Pasundan Ekspres menunjukkan tidak ada lagi alat berat atau pekerja tambang di lokasi tersebut. Bekas jalur truk pengangkut material pun mulai tertutup semak belukar.

Area yang sebelumnya penuh kendaraan pengangkut batu dan tanah itu kini sepi dan tak terurus.

Kondisi ini memunculkan beragam tanggapan dari warga sekitar. Sebagian besar masyarakat mengaku senang dengan berhentinya aktivitas penambangan, karena selama bertahun-tahun mereka merasa terganggu oleh debu, kebisingan, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan.

"Sudah beberapa bulan ini memang tidak ada lagi yang datang. Dulu mah tiap hari lewat truk gede-gede, sekarang mah sepi, enak," ujar Dedi (49), pekerja buruh sawit.

Namun di sisi lain, kondisi lahan bekas tambang yang dibiarkan begitu saja dinilai bisa menimbulkan risiko baru. Lubang-lubang dalam yang menyerupai kolam dikhawatirkan menjadi bahaya tersembunyi, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar area tersebut.

Tidak adanya pagar pengaman atau papan peringatan juga membuat masyarakat was-was.

"Kalau musim hujan datang, itu bisa jadi genangan besar. Bahaya kalau ada yang jatuh ke sana," tambahnya.

Sejumlah tokoh masyarakat pun berharap ada langkah serius dari pemerintah daerah untuk menangani kondisi ini, baik dengan penutupan resmi lahan bekas tambang, reklamasi, atau dijadikan ruang terbuka hijau.(ijl/hdi/sep) 

Berita Terbaru

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Nasional3 jam lalu
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Nasional3 jam lalu
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Nasional3 jam lalu
Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang5 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat5 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang6 jam lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle7 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle7 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle8 jam lalu