Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Wilayah Subang Selatan Diduga Terdampak Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

H
Hadi MartadinataEditor: Indrawan Setiadi
|09:42 WIB
Bagikan:
Wilayah Subang Selatan Diduga Terdampak Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Dok: BPBD Subang

SUBANG- Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai memberikan dampak hingga wilayah Jawa Barat. Abu vulkanik gunung anak krakatau yang terbawa angin dilaporkan telah mencapai sejumlah wilayah di Kabupaten Subang, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap gangguan pernapasan dan aktivitas di luar rumah.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, A. Sudrajat, mengatakan berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik berada di kawasan Subang selatan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ciater, Sagalaherang, Serangpanjang dan Jalancagak.

“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap abu vulkanik yang terbawa angin,” ujar A. Sudrajat pada Senin (7/9/2026). 

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Badan Geologi mencatat Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Sejak 2 Juli 2026, aktivitas gunung api tersebut berada pada level tersebut dan erupsi terus berlangsung. 

Badan Geologi juga melaporkan bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, sebagian Jawa Barat dan DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu. Arah sebaran abu sangat dipengaruhi kondisi angin dan atmosfer sehingga wilayah terdampak dapat berubah.

Bagi masyarakat Subang, khususnya wilayah yang berada di jalur sebaran abu, kondisi ini perlu diantisipasi. Abu vulkanik yang masuk ke saluran pernapasan dapat mengganggu kesehatan, terlebih bagi warga yang memiliki sensitivitas terhadap debu.

BPBD Jawa Barat juga telah mengimbau masyarakat di wilayah yang mengalami hujan abu untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Warga juga dianjurkan memakai kacamata atau pelindung mata serta mengurangi aktivitas di luar rumah selama hujan abu berlangsung.

Masyarakat juga diminta berhati-hati ketika berkendara. Abu vulkanik yang mengganggu jarak pandang dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Selain itu, apabila abu mulai masuk ke permukiman, warga dianjurkan menutup pintu, jendela dan ventilasi rumah untuk mengurangi masuknya abu ke dalam ruangan. Saat membersihkan abu, masyarakat juga diminta melakukannya secara hati-hati agar abu tidak kembali beterbangan dan terhirup.

A. Sudrajat mengingatkan masyarakat agar tidak panik, namun tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan sebaran abu vulkanik,” katanya.

Erupsi Gunung Anak Krakatau sendiri mendapat perhatian luas setelah aktivitas vulkanik meningkat sejak beberapa hari terakhir. BMKG saat ini terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi dan dampaknya terhadap atmosfer. Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu (6/9/2026), sebaran abu vulkanik teridentifikasi mencakup wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Dengan kondisi tersebut, warga Subang, khususnya masyarakat di Ciater, Sagalaherang, Serangpanjang dan Jalancagak, diminta tidak menganggap remeh paparan abu vulkanik.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan segera menggunakan masker, melindungi mata, membatasi aktivitas di luar rumah dan memantau informasi dari BPBD, BMKG maupun Badan Geologi.

Kewaspadaan menjadi langkah penting agar dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan maupun gangguan aktivitas masyarakat di Kabupaten Subang.(hdi) 

Berita Terbaru

Cara Merawat Kasur Spring Bed agar Awet dan Nyaman

Cara Merawat Kasur Spring Bed agar Awet dan Nyaman

Lifestyle11 menit lalu
Kapolsek Subang Ingatkan Pelajar SMK Pasundan Jauhi Geng Motor, Narkoba dan Pergaulan Bebas

Kapolsek Subang Ingatkan Pelajar SMK Pasundan Jauhi Geng Motor, Narkoba dan Pergaulan Bebas

Subang25 menit lalu
66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

Nasional28 menit lalu
Nilai Batas Wajar Gratifikasi 2026 Berubah, Cek Aturan Baru KPK yang Berlaku

Nilai Batas Wajar Gratifikasi 2026 Berubah, Cek Aturan Baru KPK yang Berlaku

Nasional38 menit lalu
ADVERTISEMENT
Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Laga Krusial Menuju Final

Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Laga Krusial Menuju Final

Olahraga1 jam lalu
Cara Menjaga Kesehatan di Musim Kemarau Agar Tetap Fit

Cara Menjaga Kesehatan di Musim Kemarau Agar Tetap Fit

Lifestyle1 jam lalu
Cara Mengurus Surat Pindah dalam Satu Kabupaten Subang Terbaru, Bisa Online dan Offline

Cara Mengurus Surat Pindah dalam Satu Kabupaten Subang Terbaru, Bisa Online dan Offline

Lifestyle1 jam lalu
Perumda TRS dan Perumdam Tirta Tarum Karawang Jajaki Kerja Sama Penjualan Air Curah

Perumda TRS dan Perumdam Tirta Tarum Karawang Jajaki Kerja Sama Penjualan Air Curah

Jawa Barat2 jam lalu
September 2026! Kontroversi Data Center Al Jabar di Jatiluhur dan Respons Pihak Terkait

September 2026! Kontroversi Data Center Al Jabar di Jatiluhur dan Respons Pihak Terkait

Jawa Barat2 jam lalu
Menuju Sekda Subang: Rona Mairansyah Rangkul Semua Unsur Menjadi Prioritas

Menuju Sekda Subang: Rona Mairansyah Rangkul Semua Unsur Menjadi Prioritas

Subang2 jam lalu