Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Disnaker Bandung Barat Gencarkan Pembinaan Perusahaan, Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Dilaporkan ke Provinsi

I
Ijang Samsu RijalEditor: Yusup Suparman
|05:00 WIB
Bagikan:
Disnaker Bandung Barat Gencarkan Pembinaan Perusahaan, Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Dilaporkan ke Provinsi
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat, Yoppie Indrawan.

BANDUNG BARAT – Disnaker Bandung Barat menggencarkan pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan di wilayah Kabupaten Bandung Barat untuk memastikan kepatuhan terhadap norma ketenagakerjaan.

Pembinaan tersebut mencakup kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, penerapan Upah Minimum Kabupaten (UMK), hingga pemenuhan hak-hak pekerja. Jika ditemukan dugaan pelanggaran, hasil pembinaan akan dilaporkan kepada Disnakertrans Provinsi Jawa Barat untuk ditindaklanjuti.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat, Yoppie Indrawan, mengatakan pembinaan sebenarnya telah berjalan sebelum inspeksi mendadak (sidak) Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke sejumlah perusahaan pengolahan batu kapur di Kecamatan Cipatat.

"Kita sedang berjalan di lapangan, terjun langsung untuk menggencarkan pembinaan. Sebenarnya sebelum ada sidak Pak Gubernur, Pak Bupati sudah memberikan instruksi dan sedang kita jalankan," ujarnya.

Menurut Yoppie, pembinaan dilakukan untuk memastikan perusahaan mematuhi seluruh norma ketenagakerjaan, mulai dari status hubungan kerja, jam kerja, sistem pengupahan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), perlindungan tenaga kerja, hingga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menyebut, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu perhatian utama karena masih banyak pekerja yang belum memperoleh perlindungan jaminan sosial.

"Betul, termasuk status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang kemarin juga menjadi salah satu temuan Bapak Gubernur. Kami di Disnaker KBB sangat mendukung langkah Bapak Gubernur demi kesejahteraan pekerja ke depannya," katanya.

Saat ini, cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja penerima upah di Kabupaten Bandung Barat baru mencapai sekitar 58 persen. Karena itu, Disnaker Bandung Barat terus melakukan pembinaan secara berkala agar perusahaan memenuhi kewajibannya.

"Pak Bupati juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait Jamsostek. Jadi kejadian di perusahaan kapur itu menjadi cermin bahwa masih ada perusahaan yang belum membayarkan BPJS Ketenagakerjaan. Sesuai perintah Bupati, Disnaker turun ke lapangan secara berkala," ujarnya.

Selain aspek jaminan sosial, pembinaan juga difokuskan pada kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan pengupahan. Tim Disnaker memastikan perusahaan menerapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tahun 2026, memiliki struktur dan skala upah, membayarkan gaji tepat waktu, serta memenuhi hak pekerja seperti upah lembur dan Tunjangan Hari Raya (THR).

"Dalam pembinaan ini kami memeriksa kelengkapan administrasi pengupahan seperti dokumen pembayaran gaji dan struktur skala upah. Tidak boleh ada pekerja yang menerima upah di bawah UMK, dan setiap perusahaan wajib memenuhi hak-hak normatif pekerja secara tepat waktu dan transparan," jelas Henny.

Disnaker Bandung Barat Sebut Pembinaan Dilakukan Persuasif dan Pembinaan

Disnaker Bandung Barat menegaskan pembinaan dilakukan secara persuasif dan berkelanjutan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya perselisihan hubungan industrial sekaligus meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan.

Berdasarkan data Disnaker, saat ini terdapat sekitar 17 perusahaan tambang aktif dan 45 perusahaan industri pengolahan batu serta kapur skala kecil dan menengah di Kabupaten Bandung Barat yang mempekerjakan ribuan tenaga kerja.

Meski demikian, Yoppie menegaskan kewenangan Disnaker Bandung Barat hanya sebatas pembinaan. Apabila ditemukan dugaan pelanggaran, hasilnya akan disampaikan kepada Disnakertrans Provinsi Jawa Barat dan ditembuskan kepada UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah IV, yang memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan, audit, inspeksi, hingga pemberian sanksi.

"Saat melaksanakan pembinaan ada pelanggaran, kita laporkan ke Disnakertrans Provinsi dan ditembuskan ke UPT Pengawasan Wilayah IV. Yang nantinya melakukan pengawasan, audit, sidak hingga memberikan sanksi adalah UPT Pengawasan dari provinsi. Kami hanya sampai pada tahap pembinaan," tegasnya.

Disnaker Bandung Barat mengimbau seluruh perusahaan segera melakukan evaluasi apabila masih terdapat kekurangan dalam pemenuhan norma ketenagakerjaan. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan industrial yang sehat, meningkatkan kepatuhan perusahaan, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para pekerja di Kabupaten Bandung Barat.(ijr/ysp)

Berita Terbaru

Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Olahraga58 menit lalu
Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Nasional1 jam lalu
Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Nasional2 jam lalu
Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Subang3 jam lalu
Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Nasional4 jam lalu
Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Lifestyle5 jam lalu
Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Nasional15 jam lalu
Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

Nasional15 jam lalu
Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti 94,67% Pengaduan dalam Lapor Mas Wapres

Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti 94,67% Pengaduan dalam Lapor Mas Wapres

Nasional16 jam lalu
Masyarakat Penerima Manfaat Reforma Agraria Meningkat 26 Persen

Masyarakat Penerima Manfaat Reforma Agraria Meningkat 26 Persen

Nasional16 jam lalu