Polisi Selidiki Aksi Penganiayaan terhadap Sopir Ambulans di Bandung Barat

PASUNDANEKSPRES.ID - Seorang sopir ambulans berinisial AW (53) menjadi korban penganiayaan saat sedang membawa pasien darurat menuju RSUD Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.
Peristiwa bermula saat ambulans yang dikemudikan AW berpapasan dengan sebuah minibus di jalan yang sempit dan berliku
Sopir ambulans inisial AW (53) dipukul oleh pengendara lain. Meski sudah diberikan tanda kondisi darurat, pengemudi minibus tersebut diduga enggan memberikan jalan hingga terjadi cekcok yang berujung pada aksi pemukulan.
Pemukulan tersebut terjadi setelah adanya cekcok dengan pengendara lain di Jalan Raya Cirawa-Nyalindung, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat. "Betul, ada dugaan penganiayaan terhadap sopir ambulans kemarin sekitar jam 13.30 WIB," kata Kapolsek Cipatat, Iwan Setiawan saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).
Iwan menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat AW tengah membawa pasien untuk dihantar ke RSUD Cikalongwetan. Di lokasi, ambulans yang dikemudikan AW berpapasan dengan mobil lain yang dikemudikan terduga pelaku inisial ADH.
Dengan jalan yang sempit, kedua mobil tidak bisa berjalan karena tidak ada yang mau mengalah. Keduanya turun dari mobil dan terjadi cekcok. AW sempat mengatakan kepada ADH bahwa dirinya sedang membawa pasien untuk dibawa ke rumah sakit.
Namun hal itu tidak digubris dan diduga ADH langsung melakukan pemukulan terhadap AW di bagian muka dan dada. "Diduga terlapor tidak mau mengalah atau memberi jalan serta terlihat emosi kemudian pelapor berusaha menunjukan bahwa sedang dalam keadaan darurat membawa pasien dengan cara membuka pintu bagian belakang agar pasien di lihat oleh terlapor. Menurut keterangan korban, dia dipukul di bagian mulut dan dada," ujarnya.
Peristiwa itu kemudian puluhan pengemudi ambulans lain untuk melakukan aksi solidaritas. Dengan mengendarai ambulans, mereka mendatangi Polsek Cipatat untuk memberikan dukungan terhadap AW dengan membuat laporan resmi.
Polsek Cipatat pun telah menerima laporan resmi terkait dugaan pemukulan yang dilakukan oleh ADH. Saat ini, polisi masih melakukan rangkaian penyelidikan, meminta keterangan saksi, hingga keterangan dari terduga pelaku. "Setelah itu korban melaporkan kejadian yang di alami nya tersebut ke kantor Polsek Cipatat guna penanganan lebih lanjut. Sudah ada komunikasi dengan keluarga (terduga pelaku), dia ketakutan karena sudah viral. Keluarga siap kooperatif untuk menghadirkannya. Motifnya nanti setelah terlapor diperiksa," tandasnya.(ijr/sep)
