Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Puncak Kemarau, BPBD Kabupaten Bandung Barat Minta Masyarakat Waspada Kekeringan dan Karhutla

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|10:17 WIB
Bagikan:
Puncak Kemarau, BPBD Kabupaten Bandung Barat Minta Masyarakat Waspada Kekeringan dan Karhutla
KEKERINGAN: Dampak kemarau ekstrem mengakibatkan di air Situ Ciburuy sebagian mengering dan tanah mengalami retak. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

BANDUNG BARAT-BPBD Kabupaten Bandung Barat mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau. Selain ancaman kekeringan, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan meningkat seiring berkurangnya curah hujan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD KBB Duddy Prabowo mengatakan langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar dampak bencana dapat ditekan sejak dini. "Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi bencana baru bergerak. Pencegahan harus menjadi langkah utama karena sebagian besar kebakaran maupun dampak kekeringan sebenarnya bisa diminimalisasi apabila ada kesadaran dan kewaspadaan bersama," ujarnya, Rabu (29/7).

Menurut Duddy, masyarakat di wilayah yang bergantung pada mata air, sumur dangkal, maupun sumber air alami perlu mulai menghemat penggunaan air. Penurunan debit air selama musim kemarau berpotensi memicu krisis air bersih apabila tidak diantisipasi.

BPBD mengimbau masyarakat memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan pokok serta menjaga sumber-sumber air, seperti mata air, sungai, sumur, dan embung, agar tidak tercemar maupun rusak.

Selain ancaman kekeringan, BPBD juga mewaspadai meningkatnya potensi karhutla. Cuaca panas, vegetasi yang mengering, dan embusan angin kencang membuat api lebih mudah menyebar.

Duddy menuturkan, sebagian besar kebakaran lahan setiap tahun dipicu aktivitas manusia, seperti pembakaran sampah, pembukaan lahan dengan cara dibakar, hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan. "Sering kali kebakaran besar berawal dari api kecil yang dianggap tidak berbahaya. Ketika kondisi lahan sedang kering, satu percikan saja bisa berkembang menjadi kebakaran yang luas," katanya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan selama musim kemarau. Warga juga diimbau tidak membuang puntung rokok di kawasan hutan, perkebunan, padang rumput, maupun lahan terbuka.

BPBD berharap masyarakat berperan aktif dalam sistem deteksi dini dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran kepada aparat desa, kecamatan, BPBD, TNI, Polri, maupun instansi terkait. "Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas," ujar Duddy.

Ia juga meminta masyarakat rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari pemerintah. Menurutnya, perubahan iklim membuat musim kemarau semakin sulit diprediksi, dengan durasi yang berpotensi lebih panjang dan risiko bencana yang meningkat. "Mari bersama-sama menjaga keselamatan masyarakat, menjaga sumber daya air, dan melindungi lingkungan dari ancaman kebakaran. Cegah kebakaran sejak dini, hemat air untuk masa depan, dan jaga alam untuk generasi mendatang," pungkasnya.(ijr/sep)

Berita Terbaru

BSI International Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong UMKM Jadi Local Champion

BSI International Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong UMKM Jadi Local Champion

Nasional8 jam lalu
Daftar Bansos Akhir Tahun 2026 yang Disiapkan Pemerintah, Cek Jenis Bantuan dan Cara Penerimanya

Daftar Bansos Akhir Tahun 2026 yang Disiapkan Pemerintah, Cek Jenis Bantuan dan Cara Penerimanya

Nasional9 jam lalu
Motor Guru SD di Purwakarta Hilang Dicuri di Halaman Sekolah

Motor Guru SD di Purwakarta Hilang Dicuri di Halaman Sekolah

Purwakarta9 jam lalu
Villa Keisha Ciburial Tawarkan Penginapan di Bawah Kaki Gunung Burangrang

Villa Keisha Ciburial Tawarkan Penginapan di Bawah Kaki Gunung Burangrang

Lifestyle9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Sarapan Bareng, Kapolres Purwakarta Dengarkan Curhatan Pengemudi Ojol

Sarapan Bareng, Kapolres Purwakarta Dengarkan Curhatan Pengemudi Ojol

Purwakarta9 jam lalu
BAZNAS Subang: Dana Zakat Bisa Bantu Rumah Korban Tanah Longsor,  Bermanfaat Bagi Banyak Orang

BAZNAS Subang: Dana Zakat Bisa Bantu Rumah Korban Tanah Longsor,  Bermanfaat Bagi Banyak Orang

Subang9 jam lalu
Atik Suhar Usung Konsep Desa Ciater Mandiri dengan Jargon SABAR

Atik Suhar Usung Konsep Desa Ciater Mandiri dengan Jargon SABAR

Subang10 jam lalu
Hernah Cakades Cibogo Nomor 2, Usung Tujuh Misi untuk Pembangunan Desa

Hernah Cakades Cibogo Nomor 2, Usung Tujuh Misi untuk Pembangunan Desa

Subang10 jam lalu
Lulusan SMA dan SMK Ingin Kerja di Subang? Simak Tips Berikut

Lulusan SMA dan SMK Ingin Kerja di Subang? Simak Tips Berikut

Subang10 jam lalu
Al-Majid Fest 2026 Meriahkan Milad ke-9 SMP IT Al-Majid Subang

Al-Majid Fest 2026 Meriahkan Milad ke-9 SMP IT Al-Majid Subang

Subang10 jam lalu