Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ramai Soal Pilkada Kota Cimahi 2030, Haris Faisal: Selesaikan Persoalan Rakyat

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|10:20 WIB
Bagikan:
Ramai Soal Pilkada Kota Cimahi 2030, Haris Faisal: Selesaikan Persoalan Rakyat
Politisi Partai Golkar Haris Faisal

CIMAHI-Wacana mengenai kontestasi Pilkada Kota Cimahi 2030 dinilai terlalu dini untuk dibicarakan ketika berbagai persoalan mendasar di daerah tersebut masih belum terselesaikan.

Politisi Partai Golkar yang juga merupakan unsur Pimpinan Dewan Etik, Haris Faisal, menilai pemerintah dan para pemangku kepentingan seharusnya lebih fokus menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) masyarakat dibanding membuka ruang spekulasi politik terkait suksesi kepemimpinan yang masih jauh.

Menurutnya, mandat yang diberikan rakyat saat ini harus digunakan sepenuhnya untuk menghadirkan solusi atas persoalan publik, bukan untuk membangun panggung politik jangka panjang. "Membicarakan Pilkada 2030 saat pekerjaan pemerintahan saat ini masih membutuhkan perhatian penuh secara etika politik kurang tepat. Amanah rakyat hari ini bukan untuk membangun panggung politik lima tahun ke depan, melainkan menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi masyarakat," kata Haris kepada Pasundan Ekspres, Rabu (29/7).

Haris yang pernah terlibat dan hadir di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat I yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi mengaku memahami berbagai tantangan yang masih dihadapi Kota Cimahi.

Menurut dia, sejumlah persoalan seperti infrastruktur, penataan kawasan perkotaan, kemacetan lalu lintas, pengelolaan sampah, pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, hingga penciptaan lapangan kerja masih membutuhkan perhatian serius.

Karena itu, kata Haris, masyarakat Cimahi saat ini lebih membutuhkan pemimpin yang fokus bekerja dan menghasilkan solusi nyata dibanding pemimpin yang mulai sibuk menghitung peluang politik berikutnya. "Saya memahami betul kondisi Kota Cimahi. Masih banyak persoalan yang membutuhkan energi, perhatian, dan solusi konkret. Dalam situasi seperti ini, masyarakat membutuhkan kepemimpinan yang bekerja, bukan kepemimpinan yang mulai sibuk mempersiapkan panggung politik berikutnya," ujarnya.

Haris menambahkan, dalam sistem demokrasi yang sehat, tingkat keterpilihan seorang pemimpin tidak dibangun melalui deklarasi dini maupun manuver politik yang terlalu cepat.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat akan tumbuh secara alami apabila kebijakan dan pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat. "Jika kinerja terbukti berhasil, dukungan masyarakat akan datang dengan sendirinya. Tidak perlu didahului oleh manuver politik yang prematur," ucapnya.

Lebih lanjut, Haris melihat masyarakat saat ini semakin kritis dalam menilai seorang pemimpin. Publik tidak lagi mudah dipengaruhi oleh pencitraan atau wacana pencalonan yang terus digulirkan.

Masyarakat, kata dia, akan melihat rekam jejak, keberanian mengambil keputusan, serta hasil kerja yang dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia mengingatkan agar agenda politik jangka panjang tidak mengganggu fokus pemerintahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Mengalihkan perhatian dari kerja pemerintahan kepada pembicaraan suksesi berpotensi menimbulkan kesan bahwa orientasi politik lebih dominan dibanding orientasi pelayanan kepada rakyat," tuturnya.

Menurut Haris, jabatan publik bukanlah batu loncatan menuju kontestasi politik berikutnya, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata. "Rakyat memilih untuk melihat hasil kerja, bukan melihat siapa yang paling cepat berkampanye. Jika Kota Cimahi belum mampu keluar dari berbagai persoalan mendasarnya, maka terlalu dini berbicara tentang Pilkada berikutnya," tegasnya.

Ia menilai ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan ditentukan oleh seberapa cepat masuk dalam bursa pencalonan, melainkan sejauh mana mampu menyelesaikan persoalan masyarakat selama masa kepemimpinannya.(ijr/sep)

Berita Terbaru

Persib dan Borneo FC Jadi Wakil Indonesia di ACC 2026/2027, Misi Besar di Level ASEAN!

Persib dan Borneo FC Jadi Wakil Indonesia di ACC 2026/2027, Misi Besar di Level ASEAN!

Olahraga2 jam lalu
Jalan Kabupaten Penghubung Tanjung Tiga-Batangsari Subang Sepanjang 272 Meter Selesai Diperbaiki

Jalan Kabupaten Penghubung Tanjung Tiga-Batangsari Subang Sepanjang 272 Meter Selesai Diperbaiki

Headline2 jam lalu
Dedi Mulyadi Buka Suara soal Polemik Pusat Data AI Jatiluhur

Dedi Mulyadi Buka Suara soal Polemik Pusat Data AI Jatiluhur

Jawa Barat3 jam lalu
Gaji PT SUAI Subang 2026, Operator Produksi Bisa Bawa Pulang Berapa Juta?

Gaji PT SUAI Subang 2026, Operator Produksi Bisa Bawa Pulang Berapa Juta?

Subang3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jadwal Lengkap ASEAN Club Championship 2026/2027, Persib dan Borneo FC

Jadwal Lengkap ASEAN Club Championship 2026/2027, Persib dan Borneo FC

Lifestyle4 jam lalu
Kapolsek Cipeundeuy Salurkan Makanan kepada Warga Kurang Mampu Lewat Program Jumat Berkah

Kapolsek Cipeundeuy Salurkan Makanan kepada Warga Kurang Mampu Lewat Program Jumat Berkah

Headline5 jam lalu
Alamat Pabrik BYD di Subang, Kapasitas Produksi, dan Profil Fasilitasnya

Alamat Pabrik BYD di Subang, Kapasitas Produksi, dan Profil Fasilitasnya

Lifestyle5 jam lalu
Kapolri Suyudi Prioritaskan Pelayanan Publik, Penegakan Hukum yang Adil, dan Kedekatan dengan Masyarakat

Kapolri Suyudi Prioritaskan Pelayanan Publik, Penegakan Hukum yang Adil, dan Kedekatan dengan Masyarakat

Headline5 jam lalu
Prakiraan Cuaca Kabupaten Subang Sabtu, 3 Oktober 2026, Cek Disini Infonya

Prakiraan Cuaca Kabupaten Subang Sabtu, 3 Oktober 2026, Cek Disini Infonya

Lifestyle6 jam lalu
Berapa Besaran Gaji PT TKG Taekwang Subang? Cari Tahu Disini

Berapa Besaran Gaji PT TKG Taekwang Subang? Cari Tahu Disini

Lifestyle7 jam lalu