Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Haul Ke-49 Mama Sempur, Aa Komara: Saatnya Masuk Kurikulum Mulok

E
EgiEditor: Egi
|18:13 WIB
Bagikan:
Haul Ke-49 Mama Sempur, Aa Komara: Saatnya Masuk Kurikulum Mulok
Founder Bela Purwakarta Aa Komara menegaskan sudah saatnya ketokohan para tokoh Purwakarta masuk ke dalam kurikulum muatan lokal.(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PURWAKARTA-Kabupaten Purwakarta memiliki sejumlah ulama besar nasional, satu di antaranya K.H. Tubagus Ahmad Bakri atau yang dikenal dengan sebutan Mama Sempur.

Belum lama ini, digelar haul untuk memperingati ke-49 tahun wafatnya Mama Sempur. Para peziarah pun datang dari berbagai kota dan lintas provinsi ke titik acara yang berlokasi di Desa Sempur, Kecamatan Plered. 

Haul yang digelar lebih dari sebulan dan puncaknya pada Minggu, 2 Juni 2024 tersebut, mendatangkan keberkahan bagi masyarakat. Yakni, bukan hanya bagi masyarakat yang berjualan di sekitar lokasi haul, tapi juga bagi masyarakat Purwakarta di berbagai daerah, terutama para pelaku usaha yang dilewati rombongan peziarah.

Founder Bela Purwakarta, Aa Komara yang turut menghadiri haul beserta unsur komunitas dan media, mengungkapkan rasa bangganya. "Luar biasa, ini bukti nyata kebesaran dan ketokohan Mama Sempur, meski sosoknya sudah tidak ada, tapi masih memberikan dampak bagi perekonomian umat, menjadi jembatan datangnya rezeki bagi manusia yang masih hidup di zaman sekarang," katanya, Selasa (4/6).

Aa memperkirakan, perputaran ekonomi selama berlangsungnya haul mendekati angka miliaran. Dari petugas parkir, pedagang kuliner, suvenir serta penjaja produk jasa lainnya, semuanya mendapat cipratan rezeki.

Hal ini, lanjutnya, tak lepas dari berkah kesalehan dan keilmuan Mama Sempur di masa lalu, sehingga para santrinya yang sudah beregenerasi di berbagai wilayah di nusantara rela berbondong-bondong menghadiri haul. "Kami berharap ketokohan beliau ini menjadi kearifan lokal yang memang sudah saatnya dipelajari oleh semua kalangan masyarakat, terutama generasi usia dini, agar mereka tidak melupakan sejarah terhadap tokoh tokoh yang telah berjasa besar dalam syiar Islam," ujarnya.

Aa yang saat menghadiri haul membawa serta putranya itu menambahkan, Mama Sempur telah mengangkat marwah Purwakarta hingga memiliki nama besar dan citra positif sebagai Kota Santri. "Dengan tujuan menanamkan rasa memiliki dan mencintai Purwakarta sejak dini, yakni dengan mengenali sejumlah tokoh yang berjasa, maka sudah saatnya ketokohan Mama Sempur masuk kurikulum muatan lokal atau mulok," ucap Aa.

Sebagaimana diketahui, mulok menjadi kewenangan pemerintah daerah untuk menetapkannya, sesuai Undang-Undang No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 79/2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013. "Berdasarkan amanat perundangan tersebut, kami mendorong stakeholder dunia pendidikan agar pembelajaran mengenali tokoh lokal, seperti Mama Sempur, Syekh Baing Yusuf, Dalem Sholawat serta tokoh besar lainnya segera dimasukkan ke dalam kurikulum mulok," kata Aa.

Tak hanya itu, lanjut Aa, mulok tersebut ditunjang kegiatan outing class agar para siswa dapat mengakses langsung jejak peninggalan para tokoh yang secara faktual telah berkontribusi besar bagi Purwakarta. "Kami tegaskan ini sudah waktunya, mengingat invasi kebudayaan asing sudah semakin masif menginfiltrasi generasi muda. Adapun pengenalan terhadap para tokoh lokal ini merupakan upaya membentengi jati diri bangsa," ujarnya.(add/sep)

MUATAN LOKAL: 

Berita Terbaru

Rapat Pleno Pilkades Sarireja Jalancagak Diwarnai Aksi Protes

Rapat Pleno Pilkades Sarireja Jalancagak Diwarnai Aksi Protes

Subang1 jam lalu
Agus Eko Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Subang 2026–2029, Dadan Ramdan Dipercaya Jadi Sekretaris

Agus Eko Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Subang 2026–2029, Dadan Ramdan Dipercaya Jadi Sekretaris

Subang1 jam lalu
Ayam Guling Enakko Pagaden Tawarkan Menu Mulai Rp25 Ribu

Ayam Guling Enakko Pagaden Tawarkan Menu Mulai Rp25 Ribu

Subang4 jam lalu
Tomat Turun 20 Persen, Harga Kebutuhan Bahan Pokok Relatif Stabil

Tomat Turun 20 Persen, Harga Kebutuhan Bahan Pokok Relatif Stabil

Subang4 jam lalu
ADVERTISEMENT
BSI International Expo 2026 Ajak Gen Z Jadi Motor Halal Lifestyle

BSI International Expo 2026 Ajak Gen Z Jadi Motor Halal Lifestyle

Nasional4 jam lalu
Masih Ada Sekolah Tanpa Guru PAI, Kemenag Subang Dorong Pemerataan

Masih Ada Sekolah Tanpa Guru PAI, Kemenag Subang Dorong Pemerataan

Subang6 jam lalu
Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Tekankan Pentingnya Imunisasi Bagi Anak

Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Tekankan Pentingnya Imunisasi Bagi Anak

Subang6 jam lalu
Subang Miliki Potensi 1.165 Ton Jagung, Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Penggerak Korporasi Petani

Subang Miliki Potensi 1.165 Ton Jagung, Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Penggerak Korporasi Petani

Headline7 jam lalu
Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Lifestyle8 jam lalu
DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

Subang9 jam lalu