Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Kabupaten Subang serta Asal Usul Nya, Terpatri Sejak Zaman Purba

H
Hilman Fajri AmirullohEditor: Hilman Fajri Amirulloh
|10:37 WIB
Bagikan:
Sejarah Kabupaten Subang serta Asal Usul Nya, Terpatri Sejak Zaman Purba
Foto drone di Alun-Alun kota Subang screenshot via YouTube/Rifkii_maulanafr

PASUNDAN EKSPRES - Kabupaten Subang, yang terletak di provinsi Jawa Barat, mencakup luas sekitar 2.051,76 kilometer persegi, menyumbang sekitar 6,34 persen dari total luas wilayah Jawa Barat.

Selain dikenal sebagai Kota Nanas karena produksi nanas yang melimpah, wilayah ini juga memiliki sejarah yang kaya yang layak untuk dijelajahi.

Versi Asal Nama Subang

Terdapat beberapa versi menarik mengenai asal usul nama Subang, seperti yang terdokumentasikan dalam situs resmi Kemdikbud, yang mengambil akar dari cerita rakyat lokal.

Cerita Subanglarang

Salah satu versi menyatakan bahwa nama "Subang" berasal dari nama seorang wanita dalam Babad Siliwangi, yaitu Subangkarancang atau Subanglarang, seperti yang didokumentasikan dalam Babad Pajajaran.

Kisah tersebut menceritakan tentang keberadaan seorang santriwati bernama Subanglarang di pesantren di Karawang yang dipimpin oleh Syeh Datuk Quro.

Pekerja Perkebunan dari Kuningan

Versi lain berasal dari kehadiran pekerja perkebunan dari daerah Kuningan yang mendirikan pemukiman di wilayah Subang saat ini.

Para pendatang ini membentuk pemukiman yang dikenal sebagai Babakan atau Kampung Subang.

Asal dari Suweng dan Kubangan Badak

Ada juga yang mengaitkan nama "Subang" dengan kata "Suweng" atau "kubang", dengan asumsi bahwa pelafalan atau pengucapan yang tidak jelas dari dua kata tersebut menjadi akar dari nama wilayah ini.

Tulisan De Haan

Sebuah versi lainnya berasal dari tulisan De Haan, seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada abad ke-17, yang mencatat peristiwa sejarah terkait wilayah Subang.

Sejarah Kabupaten Subang

Menurut situs resmi Kabupaten Subang, telah terdokumentasi bahwa wilayah ini telah dihuni oleh masyarakat sejak masa prasejarah.

Bukti-bukti penemuan artefak seperti kapak batu neolitikum di daerah Bojongkeding (Binong), Kalijati, Dayeuhkolot (Sagalaherang), dan Pagaden, menandakan keberadaan masyarakat dengan pola hidup yang didasarkan pada pertanian sederhana.

Selain itu, penemuan situs Kampung Engkel di Sagalaherang juga menjadi bukti perkembangan kebudayaan perunggu di Subang.

Wilayah Subang diakui sebagai bagian dari kekuasaan tiga kerajaan Hindu utama, yaitu Galuh, Pajajaran, dan Tarumanegara. Hal ini diperkuat oleh temuan pecahan keramik Cina di Patenggeng (Kalijati), mencerminkan hubungan perdagangan dengan kerajaan pada abad ke-7 dan ke-15.

Kerajaan Sunda juga memegang kendali atas Subang, seperti yang disampaikan oleh Tome' Pires dari Portugis dalam penjelajahannya di sepanjang pantai utara Jawa.

Dia mencatat bahwa wilayah timur Sungai Cimanuk hingga Banten merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Sunda.

Subang juga menjadi pusat kegiatan kebudayaan Islam. Pada tahun 1539, Wangsa Goparana, tokoh Islam dari Talaga, Majalengka, mendirikan pemukiman di Sagalaherang dan menyebarkan agama Islam di wilayah Subang.

Selama periode kolonialisme, wilayah utara Subang menjadi jalur logistik penting bagi pasukan Sultan Agung dari Mataram dalam kampanye mereka melawan Belanda di Batavia.

Beberapa pasukan Sultan Agung bahkan menetap di Subang setelah mengalami kegagalan dalam serangan tersebut, menyebarkan budaya Jawa di wilayah tersebut.

Sejak tahun 1771, wilayah Subang, khususnya di Pamanukan, Pagaden, dan Ciasem, telah diperintah oleh seorang Bupati secara turun-temurun.

Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles (1811-1816), hak kepemilikan tanah di Subang diberikan kepada pihak swasta dari Eropa, yang mengawali era perusahaan P&T Land pada tahun 1812.

Kemudian, kendali atas luas tanah seluas 212.900 hektar tersebut berpindah ke tangan pemerintah Kolonial Belanda.

Pemerintah Belanda kemudian membentuk distrik-distrik untuk mengelola wilayah onderdistrik, dengan wilayah Subang diperintah oleh seorang Kontrolir BB (Binnenlands Bestuur).

(hil/hil)

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional9 menit lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline1 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle2 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle4 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat5 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline5 jam lalu