Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

660 Ribu Warga Subang Masuk Desil 6–10, Ekonominya Relatif Mampu

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|09:30 WIB
Bagikan:
660 Ribu Warga Subang Masuk Desil 6–10, Ekonominya Relatif Mampu
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Saeful Arifin saat diwawancara soal data DTSEN.

PASUNDANEKSPRES.ID – Sebanyak 660.568 individu atau sekitar 38,2 persen dari 1.729.489 individu yang tercatat dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kabupaten Subang Triwulan III 2026 berada pada Desil 6–10. Kelompok tersebut dikategorikan memiliki kondisi ekonomi relatif mampu dan bukan menjadi prioritas bantuan sosial reguler

Berdasarkan data DTSEN Kabupaten Subang Triwulan III 2026, jumlah tersebut tergabung dalam 244.255 keluarga.

Sementara itu, Desil 1 tercatat sebanyak 84.032 keluarga dengan 216.991 individu. Desil 2 sebanyak 76.807 keluarga atau 208.164 individu.

Kemudian Desil 3 tercatat 72.947 keluarga dengan 204.562 individu. Desil 4 sebanyak 73.758 keluarga dengan 202.437 individu, sedangkan Desil 5 mencapai 59.984 keluarga dengan 158.749 individu.

Jika dijumlahkan, Desil 1 hingga 5 mencatat sebanyak 990.903 individu. Adapun kategori yang belum masuk pemeringkatan tercatat sebanyak 49.164 keluarga dengan 78.018 individu.

Data DTSEN tersebut memuat pemeringkatan kesejahteraan masyarakat berdasarkan desil yang menjadi salah satu acuan pemerintah dalam penyaluran berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Perubahan Status Atau Peringkat Desil

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Saeful Arifin, menyampaikan bahwa perubahan status atau peringkat desil dalam DTSEN bukan ditentukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Subang.

“Kalau ada desil yang berubah, itu kewenangan kementerian, yaitu Kemensos dan BPS, bukan dirubah dari Dinsos Subang,” terang Saeful saat diwawancara Pasundan Ekspres, Selasa (1/9/2026).

Ia menegaskan, posisi Dinas Sosial di daerah lebih berkaitan dengan pelaksanaan dan koordinasi program sosial berdasarkan data yang telah ditetapkan dalam sistem pemerintah pusat.

Dengan demikian, kata Saeful, masyarakat yang mengalami perubahan kategori desil tidak serta-merta dapat menyimpulkan bahwa perubahan tersebut dilakukan oleh Dinsos Kabupaten Subang.

“Data DTSEN sendiri ini menjadi basis penting pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai intervensi sosial,” kata Saeful.

Karena itu, lanjutnya, perubahan data dan pemeringkatan perlu dipahami sebagai bagian dari proses pemutakhiran data sosial ekonomi secara nasional.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial tetap berperan dalam koordinasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat terkait penggunaan DTSEN, sementara kewenangan pemeringkatan dan pembaruan data berada pada pemerintah pusat sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkasnya. (cdp/ysp)

Berita Terbaru

Kelola Sampah Rumah Tangga, DLH dan HWB Purwakarta Teken Kerjasama

Kelola Sampah Rumah Tangga, DLH dan HWB Purwakarta Teken Kerjasama

Purwakarta4 menit lalu
SLB Negeri Trituna Ciheuleut Subang Bekali Siswa Keterampilan Vokasi

SLB Negeri Trituna Ciheuleut Subang Bekali Siswa Keterampilan Vokasi

Subang9 menit lalu
ELOC Inovasi Siswa SMPN 3 Blanakan, Ubah Tanaman Gulma jadi Produk Bernilai Ekonomi

ELOC Inovasi Siswa SMPN 3 Blanakan, Ubah Tanaman Gulma jadi Produk Bernilai Ekonomi

Subang14 menit lalu
Suling Amis Jadi Ruang Kapolres Subang Dengar Warga

Suling Amis Jadi Ruang Kapolres Subang Dengar Warga

Subang19 menit lalu
ADVERTISEMENT
Dua Inovasi Disnakeswan Subang Masuk TOP 5 SIF, SIGAP PMK Raih Juara Pertama

Dua Inovasi Disnakeswan Subang Masuk TOP 5 SIF, SIGAP PMK Raih Juara Pertama

Riset dan Inovasi24 menit lalu
BAZNAS Subang Bantu Perbaikan Rutilahu Warga Kaliangsana Subang

BAZNAS Subang Bantu Perbaikan Rutilahu Warga Kaliangsana Subang

Subang29 menit lalu
Jadwal Persib Bandung di Bulan Oktober 2026, Super Padat!

Jadwal Persib Bandung di Bulan Oktober 2026, Super Padat!

Olahraga29 menit lalu
Tempat Meeting dan Gathering Outdoor di Subang, Bisa di Tempat Ini!

Tempat Meeting dan Gathering Outdoor di Subang, Bisa di Tempat Ini!

Lifestyle1 jam lalu
Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

Nasional11 jam lalu
Ramah Tamah HANTARU 2026, Wamen Ossy: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian

Ramah Tamah HANTARU 2026, Wamen Ossy: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian

Nasional12 jam lalu